Digulirkan Sejak 2021, Bunga Desa Banyuwangi Layanan Publik Jemput Bola dan Penguatan Potensi Desa

BanyuwangiNet - BanyuwangiNet
Senin, 8 Desember 2025, 14:56 WIB
Program Bunga Desa (Bupati Ngantor di Desa) yang diinisiasi Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani untuk menyelesaikan berbagai permasalahan di tingkat desa terus bergulir. Digelar sejak 2021 Bupati Ipuk telah ngantor di 110 desa atau lebih dari separuh jumlah desa di Banyuwangi yang mencapai 189 desa.
Program Bunga Desa (Bupati Ngantor di Desa) yang diinisiasi Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani untuk menyelesaikan berbagai permasalahan di tingkat desa terus bergulir. Digelar sejak 2021 Bupati Ipuk telah ngantor di 110 desa atau lebih dari separuh jumlah desa di Banyuwangi yang mencapai 189 desa.

BanyuwangiNet.com – Program Bunga Desa (Bupati Ngantor di Desa) terus menjadi strategi Pemerintah Kabupaten Banyuwangi untuk menyelesaikan persoalan di tingkat desa sekaligus memperkuat layanan publik. Program yang dimulai sejak 2021 ini telah membawa Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani berkeliling ke 110 desa, lebih dari separuh dari total 189 desa di Banyuwangi.

Melalui Bunga Desa, berbagai layanan langsung dihadirkan di setiap desa—mulai dari kesehatan, administrasi kependudukan, pendidikan, hingga bantuan sosial. Selain itu, Bupati Ipuk juga meninjau potensi desa dan mendengar langsung kebutuhan warga.

Pada pekan ini, Bunga Desa digelar di Desa Jelun, Licin, Tamansari, dan Pakel di Kecamatan Licin, Senin (8/12/2025). Ipuk mengawali kunjungan dengan membuka berbagai kegiatan, seperti layanan kesehatan, bantuan sosial, pemberdayaan UMKM, pembinaan pendidikan, serta dialog bersama warga dan tokoh masyarakat.

Rekayasa Lalu Lintas saat Libur Nataru di Penyeberangan Ketapang-Gilimanuk

Di Desa Jelun, digelar pemeriksaan kesehatan gratis yang juga menghadirkan dokter spesialis penyakit dalam dan geriatri.

“Jadi ketika diperiksa terdapat indikasi gangguan kesehatan, bisa langsung diperiksa dan ditangani oleh dokter spesialis,” kata Ipuk.

Pemkab Banyuwangi kini menghadirkan layanan dokter spesialis secara bergilir ke puskesmas, sehingga warga tidak perlu menempuh perjalanan panjang ke rumah sakit.

Program Sosial: Bedah Rumah hingga Bantuan Usaha

Selain layanan kesehatan, Bupati Ipuk menyalurkan sejumlah program sosial. Di antaranya bedah rumah warga tidak layak huni, bantuan alat usaha Warung Naik Kelas (Wenak), bantuan sembako, dan santunan untuk anak yatim.

Bupati Ipuk Fiestiandani Raih Most Inspiring Tourism Leader

Di sektor pendidikan, rangkaian kegiatan dilakukan di SMPN 1 Licin, seperti pelatihan Coding dan AI untuk guru, pelatihan Smart Gasing PISA, edukasi kebencanaan oleh BPBD, sesi parenting oleh psikolog untuk wali murid.

Di Desa Licin, Ipuk meninjau sejumlah UMKM dan Wisata Banyu Kuwung, yang dikelola BUMDes setempat. Banyu Kuwung merupakan pemandian air alami dengan panorama pegunungan di lereng Gunung Ijen, tepatnya di Dusun Panggang.

“Tempatnya bagus dan asri, cocok untuk liburan keluarga. Saya minta Pak Camat dan dinas terkait untuk terus melakukan pendampingan agar makin berkembang,” ujar Ipuk.

Karena kawasan Licin dipenuhi pelaku wisata seperti homestay, UMKM, dan kuliner, pemerintah juga memberikan pelatihan pembuatan konten promosi serta bantuan alat konten kreator untuk memperkuat promosi wisata lokal.

Digitalisasi Bansos Nasional, Banyuwangi Jadi Model, Ipuk Paparkan Strategi ke Daerah Se-Indonesia

Bunga Desa juga menghadirkan layanan administratif, meliputi Administrasi Kependudukan (KTP, KK, KIA, dan lainnya), Pendaftaran HAKI, Perizinan/NIB, Klinik UMKM, Rekomendasi SDA dan Register Hippam, Pembayaran PBB, Pajak Daerah, dan Pajak Kendaraan, Layanan BPJS Ketenagakerjaan.

Selain layanan dan pendampingan, Ipuk juga berdialog dengan para kepala desa, tokoh masyarakat, dan warga untuk memetakan persoalan prioritas.

“Apa yang menjadi aspirasi warga kami tampung, dan kami carikan solusinya. Penyelesaiannya ada yang butuh waktu seperti masalah infrastruktur, ada yang bisa langsung kami eksekusi,” tutupnya.

Artikel Terkait