Digitalisasi Bansos Nasional, Banyuwangi Jadi Model, Ipuk Paparkan Strategi ke Daerah Se-Indonesia

BanyuwangiNet - BanyuwangiNet
Jumat, 5 Desember 2025, 16:40 WIB
Program Digitalisasi Bansos bakal diterapkan secara nasional setelah melalui tahapan piloting di Kabupaten Banyuwangi. Tak ayal, Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani pun didapuk oleh pemerintah pusat untuk berbagi pengalaman dengan kepala daerah se-Indonesia.
Program Digitalisasi Bansos bakal diterapkan secara nasional setelah melalui tahapan piloting di Kabupaten Banyuwangi. Tak ayal, Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani pun didapuk oleh pemerintah pusat untuk berbagi pengalaman dengan kepala daerah se-Indonesia.

BanyuwangiNet.com – Program Digitalisasi Bantuan Sosial (Bansos) akan diterapkan secara nasional setelah melalui tahap piloting di Kabupaten Banyuwangi. Atas keberhasilan tersebut, Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani diminta pemerintah pusat untuk memaparkan pengalaman daerahnya kepada kepala daerah se-Indonesia.

Sosialisasi nasional ini berlangsung secara hybrid dari Kantor Kementerian Dalam Negeri, Kamis (4/12/2025). Kegiatan tersebut diinisiasi oleh Komite Percepatan Transformasi Digital Pemerintah (KPTDP) dan menghadirkan sejumlah pejabat tinggi, di antaranya Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian, Menpan RB Rini Widyantini, Menteri/Kepala Bappenas Prof. Rachmat Pambudy, Ketua KPTDP Luhut Binsar Pandjaitan, serta Kepala BPS Amalia Adininggar Widyasanti.

Bupati Ipuk Terima Anugerah Tanda Cinta Pendidikan Agama Islam dari Kementrian Agama

Hadir pula Sekjen Kemensos Robben Rico, jajaran Kominfo, perwakilan Bank Indonesia, serta kementerian dan lembaga lain. Total sekitar 900 peserta mengikuti sosialisasi, baik secara luring maupun daring.

Mendagri Tito Karnavian menegaskan bahwa digitalisasi sangat penting agar penyaluran bansos menjadi lebih akurat.
“Kami minta kepada Bupati Banyuwangi sharing kepada seluruh pemerintah daerah untuk mempersiapkan langkah-langkah pelaksanaan piloting program tahun 2026,” ujarnya.

Ketua KPTDP Luhut Binsar Pandjaitan menambahkan bahwa keberhasilan piloting Banyuwangi sudah dilaporkan ke Presiden.

Siswa MTsN 3 Banyuwangi Raih Perak di International Junior Science Olympiad Rusia 2025

“Keberhasilan di Banyuwangi selanjutnya akan dilaksanakan ke 32 daerah dan diterapkan nasional pada Oktober 2026,” kata Luhut.

Ia mengapresiasi pola kerja Banyuwangi yang dinilai kompak dan efektif. Keterlibatan berbagai unsur pemerintah daerah, mulai dari kader dasawisma hingga kepala OPD, disebut mempercepat proses pendataan masyarakat.
“Bagus ini Banyuwangi bekerja secara tim. Saya harap semua daerah bisa seperti Banyuwangi,” puji Luhut.

Dalam paparannya, Bupati Ipuk menjelaskan langkah-langkah Banyuwangi dalam mendukung piloting Parlinsos Digital, salah satu program prioritas Presiden Prabowo Subianto.

Bupati Ipuk Paparkan “Ijen Golden Route” di Forum Pemimpin Geopark Indonesia dan UNESCO

Menurut Ipuk, strategi utama adalah melakukan “jemput bola”, terutama bagi masyarakat yang kesulitan mengakses teknologi.

“Kami terjun langsung ke masyarakat yang membutuhkan bansos, membantu pendaftarannya terutama bagi yang kesulitan mendaftar secara digital atau tidak memiliki handphone,” jelasnya.

Banyuwangi mengerahkan ribuan agen parlinsos digital yang terdiri dari pendamping PKH, operator desa, TKSK, kader dasawisma, camat, lurah, dan unsur pemerintah daerah lain. Langkah ini dipandang penting untuk mengatasi keterbatasan teknologi, khususnya bagi lansia dan warga rentan lainnya.

“Pelibatan agen ini untuk mengatasi kendala akses teknologi. Kami aktif mengomunikasikan program ini karena kami menilai pendekatan ini membuat penyaluran lebih tepat sasaran,” tambah Ipuk.

Banyuwangi Diapresiasi Bappenas-Kemendagri atas Upaya Memopulerkan Geopark Ijen ke Dunia

Ia menegaskan bahwa orientasi piloting bukan sekadar mengejar jumlah pendaftar.
“Prinsip utamanya adalah memastikan warga yang merasa membutuhkan bisa mendaftarkan diri,” ujarnya.

Sekjen Kemensos Robben Rico menilai Banyuwangi menunjukkan performa optimal dalam proses input data.

Pendaftaran yang berlangsung sejak 18 September hingga 15 Oktober 2025 mencapai 359 ribu orang, melampaui target awal 320 ribu pendaftar. “Ini melampaui target awal,” kata Robben.

Artikel Terkait