Kemenhub Rakor di Banyuwangi, Antisipasi Lonjakan Arus Penyeberangan Nataru 2026
BanyuwangiNet.com – Menjelang libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2026, Kementerian Perhubungan menggelar rapat koordinasi (rakor) di Kantor PT ASDP Indonesia Ferry Cabang Ketapang, Banyuwangi, Senin (24/11/2025).
Pertemuan ini melibatkan Pemkab Banyuwangi, kepolisian, serta seluruh pemangku kepentingan penyeberangan sebagai bagian dari persiapan menghadapi potensi lonjakan arus kendaraan di lintasan Ketapang–Gilimanuk.
Rakor dipimpin oleh Direktur Jenderal Perhubungan Darat Irjen Pol (Purn) Aan Suhanan. Ia menegaskan pentingnya kolaborasi lintas lembaga demi menjaga kelancaran dan keselamatan transportasi selama periode libur panjang.
Kapal Cepat Banyuwangi-Denpasar Beroperasi Lagi 29 November 2025
“Pelabuhan Ketapang–Gilimanuk merupakan kluster transportasi yang sangat krusial. Maka kita perlu kolaborasi untuk memastikan keselamatan dan kelancaran arus penyeberangan, baik di jalur darat maupun laut,” ujarnya.
Aan menjelaskan bahwa secara historis, volume kendaraan selalu meningkat pada masa Nataru. Untuk itu, pemerintah pusat menerapkan sejumlah regulasi, termasuk pembatasan pergerakan angkutan barang.
“Selain itu, angkutan barang tujuan Lembar akan dialihkan melalui Pelabuhan Jangkar di Situbondo untuk mengurangi kepadatan kendaraan yang menuju Bali melalui Ketapang,” tambahnya.
Langkah ini merupakan bagian dari strategi pengaturan arus yang bertujuan mengurangi potensi kemacetan dan menjaga keandalan layanan penyeberangan, sebuah long-tail keyword yang relevan dengan persiapan transportasi Nataru di jalur Jawa–Bali.
Wakil Bupati Banyuwangi, Mujiono, menyatakan bahwa pemkab siap memperkuat dukungan di sektor pelayanan publik dan pengawasan lapangan selama masa Nataru.
“Kami akan menyiapkan pos pelayanan kesehatan di jalur utama mudik, pusat keramaian, dan kawasan wisata guna menjangkau masyarakat yang membutuhkan pertolongan cepat selama perjalanan,” ujarnya.
Selain itu, pemkab juga mengerahkan personel untuk menjaga kelancaran lalu lintas, sekaligus memperkuat koordinasi dengan kepolisian dan otoritas pelabuhan.
Polresta Banyuwangi menyiapkan skema rekayasa lalu lintas dan penempatan personel dalam Operasi Lilin Semeru. Upaya ini difokuskan pada titik-titik potensi kemacetan, terutama akses menuju Pelabuhan Ketapang.
Banjir dan Longsor di Banyuwangi Selatan, Bupati Ipuk Siapkan Langkah Pencegahan
General Manager ASDP Ketapang, Ardi Eka Pati, menyebutkan bahwa posko Nataru akan beroperasi mulai H-10 hingga H+10, menyesuaikan prediksi puncak arus.
ASDP menyiapkan tiga pola operasi kapal. Pola normal, 28 kapal dengan 224 trip per hari. Pola padat, 30 kapal dengan 240 trip per hari. Pola sangat padat, 32 kapal melayani hingga 14.864 kendaraan.
“Adapun kapasitas pelabuhan Ketapang–Gilimanuk selama Nataru mencapai 2.370 kendaraan kecil, didukung delapan dermaga serta dua buffer zone yang akan ditambah sesuai kebutuhan lapangan,” jelas Ardi.
Rakor ini turut dihadiri perwakilan Kemenko Marves, Direktorat Sarana Prasarana Angkutan, Direktorat Lalu Lintas Jalan Perhubungan Darat, Dishub Jatim, Polda Jatim, Polres Banyuwangi, Polres Situbondo, BPBD, Basarnas, BMKG, KSOP Tanjungwangi, Jasa Raharja, BPTD Jatim–Bali–NTB, dan sejumlah stakeholder lain.