Pemkab Banyuwangi dan Sungai Watch Gelar Big Clean Up, Angkut 2,4 Ton Sampah dari Pesisir Sampangan
BanyuwangiNet.com – Pemkab Banyuwangi kembali berkolaborasi dengan lembaga lingkungan Sungai Watch untuk memperkuat penanganan sampah laut. Kolaborasi ini diwujudkan melalui aksi Big Clean Up di pesisir Sampangan, Desa Kedungrejo, Kecamatan Muncar, Jumat (14/11/2025).
Aksi bersih-bersih tersebut melibatkan berbagai unsur, mulai dari jajaran Pemkab Banyuwangi, ratusan relawan lingkungan, TNI-Polri, hingga warga sekitar. Pesisir Sampangan dipilih karena kawasan ini sering menerima tumpukan sampah kiriman dari aliran sungai terdekat, terutama saat intensitas hujan tinggi.
Dewi Fatmawati, Community Coordinator Sungai Watch, menjelaskan bahwa kegiatan ini telah menjadi agenda rutin.
“Aksi Big Clean Up ini rutin kami lakukan sebulan sekali. Kegiatan kali ini sekaligus memperingati Hari Pahlawan. Harapannya, masyarakat semakin peduli terhadap lingkungan di sekitar Muncar,” ujarnya.
Pertumbuhan Bisnis Dongkrak Konsumsi Listrik Banyuwangi 2025 Naik 4,99 Persen
Dalam kegiatan ini, relawan berhasil mengumpulkan berbagai jenis sampah rumah tangga seperti plastik, kain, styrofoam, sachet, hingga beling. Total sampah yang terkumpul mencapai 2.427,97 kilogram. Menurut Dewi, mayoritas sampah tersebut berasal dari aliran sungai yang bermuara langsung ke pesisir Sampangan.
Sungai Watch telah tiga kali menggelar aksi serupa di lokasi yang sama, dan setiap kegiatan selalu menemukan tumpukan sampah baru. Setelah dikumpulkan, sampah tersebut dibawa ke tiga stasiun penyortiran milik Sungai Watch yang berada di Giri, Rogojampi, dan Bangorejo.
“Sampah-sampah itu kami bawa ke stasiun penyortiran. Setelah disortir, bahan yang bisa didaur ulang seperti plastik akan kami olah menjadi produk baru seperti kursi atau meja,” jelas Dewi.
Banyuwangi Raih Tiga Penghargaan Inotek Award 2025 Berkat Program Inovatif Berkelanjutan
Sejak bekerja sama dengan Pemkab Banyuwangi pada 2022, Sungai Watch terus memperluas penanganan sampah sungai. Hingga kini, sudah 67 jaring penghalang sampah (trash barrier) terpasang di berbagai sungai untuk mencegah sampah masuk ke laut. Teknologi jaring ini menjadi salah satu long-tail keyword: solusi penanganan sampah kiriman sungai yang efektif untuk kawasan pesisir.
Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani mengapresiasi upaya Sungai Watch serta seluruh relawan yang terlibat. Ia menilai kolaborasi lintas pihak menjadi kunci dalam mengurangi sampah laut maupun sungai.
“Persoalan sampah adalah pekerjaan rumah bersama. Namun dengan kolaborasi dan kepedulian semua pihak, kami optimistis penanganannya akan semakin membaik,” kata Ipuk.