Mayat Perempuan Ditemukan Membusuk di Pantai Rowobendo Banyuwangi, Identitas Belum Diketahui

BanyuwangiNet - BanyuwangiNet
Minggu, 9 November 2025, 19:37 WIB
JENAZAH - Proses evakuasi jenazah berjenis kelamin perempuan tanpa identitas di pinggir Pantai Rowobendo di kawasan Taman Nasional Alas Purwo, Kecamatan Tegaldlimo, Kabupaten Banyuwangi. Kondisinya sudah membusuk dan hanya mengenakan celana dalam. (Foto: Polsek Tegaldlimo)
JENAZAH - Proses evakuasi jenazah berjenis kelamin perempuan tanpa identitas di pinggir Pantai Rowobendo di kawasan Taman Nasional Alas Purwo, Kecamatan Tegaldlimo, Kabupaten Banyuwangi. Kondisinya sudah membusuk dan hanya mengenakan celana dalam. (Foto: Polsek Tegaldlimo)

BanyuwangiNet.com – Seorang perempuan tanpa identitas ditemukan meninggal dunia dan terdampar di tepi Pantai Rowobendo, kawasan Taman Nasional Alas Purwo, Kecamatan Tegaldlimo, Banyuwangi. Saat ditemukan, kondisi jenazah sudah membusuk dan hanya mengenakan celana dalam.

Kapolsek Tegaldlimo, Iptu Sadimun, menjelaskan bahwa jenazah pertama kali terlihat oleh seorang pengunjung pada Sabtu (8/11/2025). Pengunjung tersebut saat itu sedang berjalan di sekitar pantai dan melihat sesosok tubuh di antara tumpukan sampah kayu.

“Jenazah ditemukan di antara sampah kayu di pinggir pantai,” ujar Sadimun, Minggu (9/11/2025). Pengunjung kemudian melaporkan temuan itu kepada petugas Taman Nasional Alas Purwo yang selanjutnya meneruskan laporan ke kepolisian.

Kemiren Banyuwangi, Desa Adat Osing Banyuwangi yang Mendunia lewat Keramahan dan Tradisi

Setelah menerima laporan, aparat Polsek Tegaldlimo bersama petugas Puskesmas Kedungwungu dan pihak TN Alas Purwo mendatangi lokasi untuk melakukan pengecekan. Jenazah kemudian dievakuasi menggunakan kantong mayat dan dibawa ke RSUD Blambangan.

Hingga kini, identitas korban masih belum diketahui. Polisi menyebut beberapa ciri fisik yang masih bisa dikenali, yaitu tinggi badan sekitar 165 sentimeter dan diperkirakan berusia 30–35 tahun. Korban hanya mengenakan celana dalam berwarna putih, sementara kondisi tubuh lainnya sudah rusak akibat proses pembusukan.

“Diprakirakan sudah meninggal beberapa hari lalu. Mayat sudah rusak dan tidak bisa dikenali,” tambah Sadimun.

Ribuan Pengunjung Padati Desa Adat Kemiren Banyuwangi di Festival Ngopi Sepuluh Ewu

Penanganan kasus penemuan mayat ini kini berada di bawah Satpolairud Polresta Banyuwangi, dengan dukungan proses identifikasi dari Satreskrim. Polisi masih menunggu keputusan mengenai apakah akan dilakukan autopsi untuk mengetahui penyebab kematian.

Kepolisian meminta masyarakat yang merasa kehilangan anggota keluarga dengan ciri-ciri serupa untuk segera melapor ke Satpolairud Banyuwangi agar proses identifikasi dapat berjalan lebih cepat. Informasi dari masyarakat dinilai sangat penting untuk membantu mengungkap identitas korban.

Artikel Terkait