Pengangkatan Bangkai KMP Tunu Pratama Jaya di Selat Bali Masuki Tahap Survei
BanyuwangiNet.com – Tim pengangkat bangkai KMP Tunu Pratama Jaya yang tenggelam di Selat Bali pada 2 Juli 2025, survei lokasi, Selasa (12/8/2025).
Selama ini belum pernah ada bangkai kapal di Selat Bali yang berhasil diangkat. Jika pengangkatan berjalan lancar, peristiwa ini akan menjadi yang pertama dalam sejarah.
Kasi Keselamatan Berlayar, Penjagaan, dan Patroli KSOP Tanjung Wangi, Ni Putu Cahyani, menjelaskan bahwa PT Buto merupakan perusahaan yang bergerak di bidang pekerjaan bawah laut dan ditunjuk langsung oleh pihak asuransi kapal.
Lagu Daerah Bernuansa Jazz Berkelas di Panggung Jazz Gunung Ijen Banyuwangi 2025
“Hari ini kami mendampingi tim dari PT Buto yang akan melaksanakan pengangkatan kapal,” kata Putu.
Menurutnya, tim menyurvei empat hingga lima titik di sekitar lokasi bangkai kapal. Namun, cuaca kurang bersahabat dengan ombak tinggi menjadi tantangan dalam proses ini.
Bangkai Tunu Pratama Jaya ditemukan sekitar 9 kilometer dari titik awal laporan tenggelam, dengan posisi terbalik di kedalaman 49 meter di bawah permukaan laut. Setelah survei selesai, PT Buto masih menunggu terbitnya Surat Perintah Kerja (SPK) sebelum mendatangkan peralatan berat ke lokasi.
Pemkab Banyuwangi Pastikan Tarif PBB-P2 Tidak Naik
“Kemungkinan setelah satu hingga dua minggu sejak SPK keluar, pengangkatan bisa mulai dilakukan,” ujarnya.
Pengangkatan ini, kata Putu, sesuai imbauan Kesatuan Penjagaan Laut dan Pantai (KPLP) karena lokasi bangkai kapal berada di jalur lintasan pelayaran.
Berdasarkan Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2008 tentang Pelayaran, pemilik kapal wajib menyingkirkan bangkai kapal atau muatan yang mengganggu keselamatan dan keamanan pelayaran dalam waktu maksimal 180 hari sejak tenggelam.