“Ngelukat” Tema Banyuwangi Ethno Carnival 2025, Dorong Multiplayer Effect Pariwisata

BanyuwangiNet - BanyuwangiNet
Kamis, 8 Mei 2025, 16:45 WIB
IMG_20250510_204849

BanyuwangiNet.com – Pemerintah Kabupaten Banyuwangi kembali menggelar rangkaian Banyuwangi Festival (B-Fest) tahun ini dengan menghadirkan puluhan agenda wisata budaya, meskipun dalam kondisi pengetatan anggaran. Salah satu acara unggulan yang tetap dipertahankan adalah Banyuwangi Ethno Carnival (BEC), yang akan digelar pada 12 Juli 2025.

Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani menyampaikan bahwa BEC tahun ini akan mengangkat tema “Ngelukat”, sebuah tradisi penyucian diri dalam budaya masyarakat Osing, suku asli Banyuwangi.

“BEC dijadwalkan pada 12 Juli dengan mengangkat salah satu tradisi masyarakat Osing dengan judul Ngelukat,” ujar Ipuk, Kamis (8/5/2025).

Dorong Inklusi Banyuwangi Beri Pelatihan Tukang Bangunan untuk Disabilitas

Meskipun anggaran daerah sedang dikencangkan, Pemkab tetap berkomitmen menyelenggarakan B-Fest karena sektor pariwisata dinilai memiliki efek berganda terhadap perekonomian lokal.

“Pariwisata ini kan multiplier effect-nya yang kita harapkan. Pengunjung yang datang akan berdampak pada perputaran ekonomi daerah,” jelas Ipuk.

 

Ipuk menambahkan bahwa B-Fest tidak hanya bertujuan sebagai penggerak sektor wisata, tetapi juga menjadi sarana konsolidasi sosial dan kebudayaan daerah. Namun untuk tahun ini, fokus utama dialihkan sepenuhnya pada penguatan pariwisata.

Banyuwangi Mulai Gelar Seleksi BEC 2025, Angkat Tradisi Ritual Osing

“Tahun ini B-Fest ada 42 event. Kami fokuskan pada event yang dapat menarik kunjungan wisatawan. Sedangkan fungsi B-Fest yang lainnya akan dikonsolidasikan dalam bentuk yang lain,” ungkapnya.

Sebagai salah satu agenda yang telah masuk dalam kalender event nasional, Banyuwangi Ethno Carnival tetap menjadi sorotan utama. Karnaval ini akan menyuguhkan parade busana etnik kontemporer dengan sentuhan lokal yang kuat.

Ratusan peserta akan menampilkan kostum bertema Ngelukat, berkonsep penyucian diri, dalam sebuah parade sejauh satu kilometer di ruas jalan kota yang disulap menjadi catwalk raksasa.

Bikin Peternakan Ayam Petelur: Strategi Desa Watukebo Banyuwangi Atasi Kemiskinan dan Stunting

Masyarakat Banyuwangi pun menunjukkan antusiasme tinggi terhadap ajang ini. Audisi peserta telah dimulai dan dibagi menjadi empat zona untuk menjaring talenta secara merata.

“Banyak yang mendaftar, audisi kami bagi jadi 4 zona untuk memudahkan. Setelahnya mereka akan mengikuti workshop,” ujar Plt Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Banyuwangi, Taufik Rohman.

Dalam workshop tersebut, para peserta akan mendapatkan pembekalan terkait tema, konsep desain kostum, hingga teknik performa. Proses ini didampingi langsung oleh para desainer, koreografer, dan seniman lokal.

Artikel Terkait