Ekspor Banyuwangi Tembus 196 Juta Dolar AS, Tersebar di 80 Negara
BanyuwangiNet.com – Kabupaten Banyuwangi terus mencatatkan pertumbuhan ekspor yang signifikan. Sepanjang 2024, nilai ekspor produk lokal mencapai US196juta (sekitarRp3triliun), 18,2 juta dibandingkan tahun sebelumnya yang sebesar US$177,8 juta.
Berdasarkan data Dinas Koperasi, Usaha Mikro, dan Perdagangan (Diskopumdag) Banyuwangi, sebanyak 27 produk unggulan berhasil menembus 80 negara di berbagai benua, termasuk Asia, Eropa, Amerika, Afrika, dan Australia. Beberapa komoditas andalan antara lain: Ikan hias dan terumbu karang, Batu apung, Kopi, Olahan kayu jati, Pupuk cair, Ikan kaleng, dan banyak lainnya.
Bupati Ipuk Dorong Emansipasi Perempuan Lewat Program Inklusif di Banyuwangi
“Alhamdulillah, ekspor Banyuwangi terus menunjukkan tren positif setiap tahun,” ujar Kepala Diskopumdag Banyuwangi, Nanin Oktaviantie, Senin (21/4/2025).
Tahun lalu, Banyuwangi berhasil memperluas pasar dengan mengirimkan ikan kaleng senilai US$450 ribu ke Kanada. Langkah ini menjadi bukti bahwa produk lokal mampu bersaing di pasar global.
Banyuwangi Hadirkan Shelter Khusus untuk Warga yang Butuh Perlindungan Sosial
Di tengah pertumbuhan ekspor, muncul kekhawatiran terkait rencana kenaikan tarif impor AS hingga 47% untuk beberapa produk Indonesia. Namun, Nanin menegaskan bahwa hingga saat ini tidak ada gangguan signifikan terhadap pengiriman barang ke Amerika Serikat.
Beberapa eksportir Banyuwangi masih mengirimkan produk seperti udang beku (20 ton per pengiriman) dan ikan hias berdasarkan kontrak lama. “Kami terus berkoordinasi dengan Disperindag Jatim, dan informasi terbaru menyatakan belum ada perubahan tarif,” jelas Nanin.
Sulur Kembang: Regenerasi Seni Tari Tradisional Banyuwangi Lewat Kreativitas Anak Muda
Meski demikian, pihaknya tetap memantau perkembangan kebijakan perdagangan internasional untuk meminimalkan dampak negatif bagi pelaku usaha lokal.
Dengan strategi diversifikasi produk dan pasar, Banyuwangi optimis dapat mempertahankan pertumbuhan ekspor di tengah ketidakpastian ekonomi global. Pemerintah daerah juga berkomitmen memperkuat dukungan bagi pelaku UMKM dan industri ekspor melalui pelatihan dan fasilitasi pemasaran.