Bupati Ipuk Dorong Emansipasi Perempuan Lewat Program Inklusif di Banyuwangi

BanyuwangiNet - BanyuwangiNet
Senin, 21 April 2025, 11:38 WIB
Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani
Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani

BanyuwangiNet.com — Memperingati Hari Kartini, Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat peran perempuan dalam pembangunan daerah. Ia menyampaikan bahwa esensi Hari Kartini bukan hanya seremoni tahunan, tetapi momentum untuk mendorong kesetaraan gender melalui kebijakan nyata dan program pemberdayaan yang menyentuh berbagai aspek kehidupan perempuan.

“Memperingati Hari Kartini sejatinya adalah memperkuat emansipasi. Memperkuat emansipasi adalah dengan meningkatkan pemberdayaan kaum perempuan,” ujar Ipuk pada Senin (21/4/2025).

Menurut Ipuk, perempuan memegang peran strategis dalam pembangunan. Oleh karena itu, Pemkab Banyuwangi berkomitmen untuk menciptakan ekosistem yang mendukung pemberdayaan perempuan, baik di bidang ekonomi, pendidikan, kesehatan, hingga pelestarian budaya lokal.

Banyuwangi Hadirkan Shelter Khusus untuk Warga yang Butuh Perlindungan Sosial

Sebagai bentuk konkret, perempuan dilibatkan sejak tahap awal dalam perencanaan pembangunan daerah. Salah satu inisiatifnya adalah forum tahunan Rembuk Perempuan dan Anak, yang menjadi wadah dialog antara pemerintah dengan kelompok perempuan dan anak-anak. Forum ini memastikan bahwa kebijakan dan program pembangunan mencerminkan kebutuhan nyata masyarakat, khususnya kelompok rentan.

“Tujuannya agar program yang akan dijalankan dapat mengakomodir kebutuhan dan kepentingan perempuan dan anak,” terang Ipuk.

Sulur Kembang: Regenerasi Seni Tari Tradisional Banyuwangi Lewat Kreativitas Anak Muda

Di sektor ekonomi, berbagai program digagas untuk meningkatkan kemandirian perempuan, terutama mereka yang menjadi tulang punggung keluarga. Program Kanggo Riko, misalnya, telah memberikan bantuan alat usaha kepada lebih dari 8.700 perempuan sejak 2018. Program ini juga dilengkapi dengan kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan sebagai bentuk perlindungan sosial.

“Ini cara kami memberikan perlindungan kepada mereka juga,” tambah Ipuk.

Selain itu, ada program Warung Naik Kelas yang menyasar pemilik warung kecil di desa dan kampung. Mereka menerima bantuan alat usaha senilai Rp1 juta, serta pelatihan kewirausahaan seperti tata rias, pembuatan jamu, makanan ringan, hingga keterampilan menjahit. Hingga kini, program ini telah menjangkau 1.364 warung dan ribuan ibu rumah tangga.

Sukses Kembangkan Kampung Lobster, dari Budidaya, Kuliner, Hingga Komoditas Ekspor

Pemerintah Kabupaten Banyuwangi juga memastikan perempuan mendapatkan akses pendidikan yang setara. Program Beasiswa Banyuwangi Cerdas, yang mencakup biaya kuliah hingga biaya hidup sampai lulus, justru banyak diikuti oleh pelajar perempuan.

Di bidang kesehatan, layanan posyandu terintegrasi hadir untuk mendampingi perempuan di semua tahapan kehidupan—dari remaja, ibu hamil, menyusui, hingga lanjut usia. Pemkab juga menyediakan Ruang Rindu, layanan konsultasi psikologis bagi perempuan korban kekerasan atau mereka yang membutuhkan pendampingan mental secara holistik.

Remaja Tenggelam di Pantai Pulau Merah Ditemukan Meninggal

“Semua upaya dan program daerah untuk perempuan ini untuk memastikan setiap perempuan Banyuwangi dilindungi, diberdayakan, dan diberi ruang untuk berkontribusi dalam menciptakan masyarakat yang lebih inklusif dan sejahtera,” jelas Ipuk.

Ia menutup pernyataannya dengan harapan agar semangat Kartini terus hidup melalui kebijakan dan tindakan nyata.

“Semoga dengan spirit Kartini ini dapat menghadirkan kesejahteraan bagi seluruh rakyat Banyuwangi,” tutupnya.

Artikel Terkait