Kapal Cepat Banyuwangi–Denpasar Segera Beroperasi

BanyuwangiNet - BanyuwangiNet
Jumat, 4 April 2025, 16:31 WIB
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa bersama Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani, meninjau langsung kesiapan dermaga di Pelabuhan Pengumpan Regional (juga dikenal dengan Pelabuhan Rakyat) Marina Boom, untuk melihat kesiapan infrastruktur jelang operasional kapal cepat lintas provinsi tersebut, Jumat (4/4/2025).
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa bersama Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani, meninjau langsung kesiapan dermaga di Pelabuhan Pengumpan Regional (juga dikenal dengan Pelabuhan Rakyat) Marina Boom, untuk melihat kesiapan infrastruktur jelang operasional kapal cepat lintas provinsi tersebut, Jumat (4/4/2025).

BanyuwangiNet.com– Upaya peningkatan konektivitas antardaerah terus dilakukan oleh pemerintah daerah Jawa Timur. Salah satu langkah terbaru adalah rencana pengoperasian kapal cepat rute Banyuwangi–Denpasar, Bali yang akan mulai beroperasi pada Juni 2025. Kapal ini akan melayani penyeberangan dari Pelabuhan Pengumpan Regional (PPR) Marina Boom, Banyuwangi menuju Pelabuhan Pulau Serangan di Denpasar, dengan kapasitas angkut mencapai 300 penumpang.

Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, bersama Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani, meninjau langsung kesiapan infrastruktur di Pelabuhan Marina Boom pada Jumat (4/4/2025). Kunjungan ini bertujuan memastikan semua fasilitas pendukung siap sebelum kapal cepat mulai beroperasi.

Inspirasi dari Teman Difabel di Open House Bupati Banyuwangi

“Menjelang proses operasional, saya ingin mengecek kesiapan infrastruktur di Marina Boom. Nanti operator kapal juga akan datang kembali untuk memastikan semua kelengkapan yang dibutuhkan telah terpenuhi,” ujar Khofifah.

Selain menyoroti kesiapan teknis, Khofifah juga mendorong agar identitas lokal Banyuwangi ditampilkan lebih menonjol di pelabuhan. Ia mengusulkan agar ruang tunggu penumpang didesain dengan sentuhan khas budaya daerah.

“Untuk ruang tunggu penumpang, desain dengan nuansa Banyuwangi-an,” pintanya.

Pernyataan ini disambut positif oleh Bupati Ipuk, yang menyatakan bahwa penguatan identitas lokal sudah menjadi ciri khas pembangunan fasilitas publik di Banyuwangi.

Tradisi Barong Ider Bumi, Ritual Sakral Penolak Bala di Banyuwangi

“Selama ini pusat transportasi publik memang kami desain dengan nuansa Banyuwangi yang kuat. Contohnya Stasiun Banyuwangi Kota yang baru saja direvitalisasi dan juga Bandara Banyuwangi,” ujar Ipuk.

Pengoperasian kapal cepat Banyuwangi–Denpasar diyakini akan memberi dampak positif bagi perekonomian lokal. Ipuk menyebut bahwa rute ini berpotensi menjadikan Banyuwangi sebagai simpul logistik dan transportasi penting di kawasan timur Pulau Jawa.

“Ini membuka peluang Banyuwangi bisa menjadi hub bagi logistik dan transportasi di Jawa Timur. Dari sisi pariwisata juga sangat menguntungkan, karena wisatawan punya lebih banyak pilihan akses. Terutama dengan kapal cepat, waktu tempuh dari Bali ke Banyuwangi akan jauh lebih singkat,” jelasnya.

Dispendukcapil Banyuwangi Buka Layanan Selama Libur Lebaran, Banyak Pemudik Urus Adminduk

Selain meninjau pelabuhan Marina Boom, Gubernur Khofifah juga mengunjungi Pelabuhan Ketapang untuk melihat langsung rencana pembangunan jembatan penghubung antara Dermaga LCM (Dermaga IV) dan Dermaga Bulusan. Rencana ini merupakan tindak lanjut dari permintaan pihak ASDP yang disampaikan pada akhir Maret lalu.

“Karena itu saya ke Banyuwangi untuk bisa memaksimalkan peluang di sektor jasa dan layanan publik. Kedua proyek ini menjadi bagian dari upaya memperkuat konektivitas berbasis pelabuhan di Banyuwangi,” kata Khofifah.

Ia juga menekankan pentingnya transportasi laut sebagai tulang punggung mobilitas masyarakat dan distribusi barang, khususnya di wilayah kepulauan seperti Indonesia.

“Langkah selanjutnya adalah memperluas layanan transportasi laut yang bisa menghubungkan Banyuwangi dengan wilayah lain seperti Sulawesi dan Kalimantan. Ini akan mempercepat mobilitas barang, jasa, dan penumpang,” tambahnya.

Artikel Terkait