Istri Gus Dur Serukan Solidaritas Kebangsaan dalam Buka Bersama di Banyuwangi

BanyuwangiNet - BanyuwangiNet
Kamis, 13 Maret 2025, 21:38 WIB
IMG-20250313-WA0026

BanyuwangiNet.com – Istri Presiden keempat Republik Indonesia, Abdurrahman Wahid, Dr. (HC), Nyai Hj. Shinta Nuriyah Wahid, menggelar acara buka puasa bersama lintas elemen bangsa di Pendopo Shaba Swagata Blambangan, Banyuwangi, Kamis (13/3/2025).

Dalam kesempatan tersebut, ia menekankan pentingnya solidaritas kebangsaan di tengah kehidupan berbangsa dan bernegara.

Antisipasi Kepadatan Arus Mudik saat Nyepi, Banyuwangi Siapkan Tempat Peristirahatan di Berbagai Lokasi

“Puasa ini tidak semata-mata ibadah kepada Allah SWT, tetapi juga mengajarkan kita untuk memperkuat solidaritas kebangsaan,” ujar Shinta Nuriyah, yang lahir di Jombang pada 1948.

Ia menegaskan seluruh masyarakat, tanpa memandang suku, agama, atau profesi, harus saling tolong-menolong sebagai sesama anak bangsa. “Semua masyarakat, tanpa pandang bulu, harus memiliki kepedulian satu sama lain,” tambahnya di hadapan peserta yang berasal dari berbagai latar belakang.

Acara buka bersama ini dihadiri oleh sejumlah pejabat daerah, di antaranya Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani, Wakil Bupati Mujiono, anggota DPRD Banyuwangi Makrifatul Kamilah, serta perwakilan Forkopimda, termasuk Wakil Kapolresta Banyuwangi.

Jadi Pintu Masuk Kapal Yacht Internasional, Boom Marina Banyuwangi akan Dilengkapi Tempat Pemeriksaan Imigrasi

Selain itu, tokoh lintas agama juga turut hadir, seperti perwakilan dari Majelis Ulama Indonesia (MUI) Banyuwangi, PCNU Banyuwangi, Muhammadiyah, LDII, Tri Dharma, FKUB, dan Walubi, serta sejumlah organisasi keagamaan lainnya.

Yang menarik, acara ini juga melibatkan para pekerja layanan publik seperti petugas kebersihan, juru parkir, tukang becak, hingga komunitas masyarakat lainnya. Hal ini mencerminkan semangat inklusivitas yang menjadi ciri khas kegiatan yang rutin dilakukan Shinta Nuriyah.

Dalam sambutannya, Shinta Nuriyah menceritakan pengalamannya selama lebih dari 30 tahun berkeliling Indonesia setiap bulan Ramadan untuk menyapa berbagai lapisan masyarakat. “Saya sudah menjalani tradisi ini lebih dari tiga dekade. Rutin setiap Ramadan, saya berkeliling menyapa semua kalangan, dari pengamen hingga pemulung,” ungkapnya.

Banyuwangi sendiri bukan tempat asing baginya. Beberapa kali acara serupa pernah digelar di daerah ini, termasuk tahun sebelumnya yang dilaksanakan di sebuah pura dan sahur bersama warga di desa pinggiran hutan. “Saya cukup sering datang ke Banyuwangi,” katanya.

Percepat Pengentasan Kemiskinan, Banyuwangi Jemput Bola Tuntaskan Adminduk Warga Miskin
Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani, menyambut baik kehadiran Shinta Nuriyah dan mengapresiasi pesan yang disampaikannya. “Kami sangat berbahagia atas perhatian yang diberikan Bu Nyai kepada Banyuwangi. Ini menjadi semangat bagi kami untuk terus menjaga kebersamaan dan inklusivitas,” ujarnya.

Ipuk juga menjelaskan berbagai upaya pemerintah daerah dalam memberikan layanan publik yang inklusif, mulai dari desentralisasi pelayanan, digitalisasi akses publik, hingga penguatan ketahanan sosial.

“Kami juga memberikan perhatian khusus pada perempuan dan keluarga, termasuk menyediakan Ruang Rindu sebagai tempat konsultasi bagi perempuan, serta program penanganan stunting dan ibu hamil berisiko tinggi,” tambahnya.

Acara buka bersama ini menjadi momentum untuk memperkuat kebersamaan dan solidaritas, mencerminkan semangat kebhinekaan yang terus dijaga oleh masyarakat Banyuwangi.

Artikel Terkait