Pemkab Banyuwangi Intensifkan Layanan Kesehatan Jemput Bola

BanyuwangiNet - BanyuwangiNet
Kamis, 6 Februari 2025, 21:31 WIB
Jemput bola layanan kesehatan banyuwangi.

BanyuwangiNet.com – Pemkab Banyuwangi terus mengintensifkan program jemput bola layanan kesehatan guna meningkatkan derajat kesehatan masyarakat. Selain layanan kesehatan dasar, Pemkab juga secara rutin menggelar pemeriksaan USG bagi ibu hamil serta pemeriksaan jantung di desa-desa.

Salah satu kegiatan yang mendapat sambutan antusias dari warga adalah layanan pemeriksaan kesehatan serta USG gratis bagi ibu hamil. Program ini dijalankan dalam rangkaian kegiatan Bunga Desa (Bupati Ngantor di Desa), seperti yang dilaksanakan di Desa Cantuk, Kecamatan Singojuruh, Kamis (6/2/2025).

Puluhan ibu hamil tampak antusias mengikuti layanan USG yang diadakan di pos kesehatan desa di kantor desa setempat. Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani menyatakan bahwa layanan USG sebenarnya sudah tersedia di setiap puskesmas, tetapi jarak menjadi kendala bagi sebagian ibu hamil.

Ipuk Sambut Baik Kebijakan Presiden Prabowo: Pedagang Eceran Elpiji 3 Kg Kembali Berjualan

“Sebenarnya di setiap puskesmas di Banyuwangi sudah ada layanan USG untuk ibu hamil, namun kadang ada yang merasa jauh untuk periksa ke puskesmas. Jadi kami gelar di desa untuk memudahkan mereka periksa,” ujar Ipuk saat berkantor di Desa Cantuk.

Salah seorang warga, Qorin, mengungkapkan rasa syukurnya atas terselenggaranya layanan USG gratis ini. “Alhamdulillah gratis, dan dekat lokasi rumah. Baru ini memang saya periksa USG,” katanya.

Program Ngantor di Desa telah dilakukan Bupati Ipuk sejak 2021. Dalam program ini, dibuka berbagai layanan pemerintahan untuk memudahkan warga desa dan sekitarnya dalam mengakses layanan. Layanan tersebut mencakup pengurusan dokumen kependudukan, pajak daerah, kesehatan gratis, konsultasi hukum, hingga pengurusan izin usaha mikro.

“Tidak semua warga bisa mengakses layanan online, dan tidak semua warga memiliki kesempatan untuk mengakses ke kota, jadi kami memberikan pilihan dengan mendekatkan layanan ke desa-desa,” jelas Ipuk.

Zulhas: Banyak yang Bisa Ditiru dari Banyuwangi

Secara bergilir, layanan kesehatan yang dihadirkan ke desa mencakup pemeriksaan USG bagi ibu hamil serta pemeriksaan jantung. Plt. Kepala Dinas Kesehatan Banyuwangi, Amir Hidayat, menambahkan bahwa layanan jemput bola ini juga hadir di desa-desa dengan tingkat kasus Penyakit Tidak Menular (PTM) yang tinggi, seperti hipertensi, jantung, dan stroke.

“Di daerah yang PTM-nya tinggi, secara berkala kami datangkan dokter spesialis jantung dan pembuluh darah (Sp.JP) untuk memberikan layanan sekaligus berbagi pengetahuan dengan dokter dan tenaga kesehatan di puskesmas setempat,” kata Amir.

Menurut Amir, layanan pemeriksaan jantung yang diadakan di desa-desa mendapat respons positif dari warga. “Banyak warga yang memanfaatkan layanan pemeriksaan jantung di desa ini. Pasiennya meluber juga, jadi rutin memang akan kami gelar,” ujarnya.

Dengan berbagai inisiatif jemput bola ini, Pemkab Banyuwangi berharap dapat semakin meningkatkan akses layanan kesehatan bagi masyarakat dan meningkatkan derajat kesehatan di daerah tersebut.

Artikel Terkait