Menteri Koordinator Pangan: Banyuwangi Daerah dengan Inflasi Sangat Terjaga
BanyuwangiNet.com – Kabupaten Banyuwangi mendapat apresiasi sebagai daerah dengan inflasi yang sangat terjaga. Ini disampaikan oleh Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan saat meninjau harga sejumlah bahan pokok di Pasar Rogojampi, Banyuwangi, Selasa (4/2/2025).
“Tadi saya lihat sendiri, di sini (Banyuwangi) harga paling murah. Secara umum harga sembako di bawah rata-rata harga nasional. Jadi termasuk yang sangat murah, berarti di sini inflasinya sangat terjaga,” ujar Menko Zulhas, sapaan akrab Zulkifli Hasan, didampingi Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani.
Mahkamah Konstitusi Tolak Gugatan Pilkada Banyuwangi 2024, Ipuk Fiestiandani-Mujiono Segera Dilantik
Di Pasar Rogojampi, Zulhas mengunjungi lapak-lapak pedagang sembako dan mengecek harga sejumlah bahan pangan seperti beras, daging ayam, daging sapi, minyak goreng, dan telur. Ia mendapati bahwa harga telur di Banyuwangi hanya Rp 26 ribu per kilogram, lebih murah dibandingkan perkiraan harga nasional yang seharusnya Rp 28 ribu agar tetap menguntungkan bagi peternak.
“Harga ayam di sini dijual Rp 30 ribu. Bawang merah juga murah padahal bukan daerah penghasilnya. Hanya cabai saja yang memang masih mahal, yaitu Rp 60 ribu,” tambahnya.
Dalam kunjungan tersebut, harga daging sapi tercatat Rp 130 ribu per kilogram, beras SPHP kemasan 5 kg dijual Rp 59 ribu, sedangkan beras non-SPHP kemasan 5 kg berkisar antara Rp 73 hingga 75 ribu.
Kementerian PU Bangun Pengolahan Sampah Berkapasitas 500 Ton Per Hari di Banyuwangi
Menko juga meninjau langsung operasi pasar murah yang digelar oleh Pemkab Banyuwangi bersama Bulog. Di pasar murah tersebut, dijual berbagai komoditas seperti beras, minyak goreng, gula, tepung terigu, elpiji 3 kg, telur, serta bahan makanan lainnya seperti sarden dan mi instan.
Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani, menjelaskan bahwa salah satu kunci utama dalam menjaga stabilitas inflasi di Banyuwangi adalah kekompakan Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) serta koordinasi erat dengan berbagai pemangku kepentingan. Pemkab secara rutin memantau kondisi pasar dan bekerja sama dengan Bulog serta stakeholder lainnya untuk memastikan ketersediaan pangan.
Permainan Kurang Meyakinkan, Persewangi Banyuwangi Ditahan Imbang Persenga Nganjuk di Liga 4 Jatim
“Kami terus berkoordinasi dengan Bulog, terutama saat momen-momen tertentu yang berpotensi meningkatkan permintaan pasar,” ujar Ipuk.
Sebagai bagian dari strategi pengendalian inflasi, Banyuwangi rutin menggelar pasar murah dan Gerakan Pangan Murah dengan melibatkan pelaku usaha, Gapoktan, asosiasi petani cabai, instansi vertikal, Bulog, Perpadi, serta Hiswana Migas.
Selain itu, Banyuwangi juga telah menginisiasi program Toko Pengendalian Inflasi (Top Si Wangi) serta melakukan perbaikan infrastruktur jalan guna mendukung mobilitas distribusi bahan pokok.
Dengan berbagai upaya tersebut, Banyuwangi terus berkomitmen untuk menjaga stabilitas harga dan ketahanan pangan bagi masyarakatnya.