Diskusi Bareng Menko Ketahanan Pangan , Bupati Ipuk Tekankan Regenerasi Pertanian

BanyuwangiNet - BanyuwangiNet
Jumat, 17 Januari 2025, 22:22 WIB
IMG-20250117-WA0027

BanyuwangiNet.com – Dalam diskusi bersama Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan, di Jakarta pada Selasa (14/1/2025), Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani menyoroti pentingnya peran generasi muda dalam mendukung sektor pertanian untuk memperkuat ketahanan pangan nasional.

“Sektor pertanian membutuhkan regenerasi, terutama dalam riset, inovasi teknologi, hingga pemasaran digital. Kebutuhan pangan bersifat sepanjang hayat, sehingga pengelolaan yang baik dengan keterlibatan anak muda menjadi sangat penting,” kata Ipuk, Jumat (17/1/2025).

Ipuk memaparkan Banyuwangi telah mengembangkan berbagai program untuk mendukung regenerasi sektor pertanian, salah satunya melalui Jagoan Tani, program inkubasi bisnis berbasis pertanian bagi anak muda. Program ini memberikan hadiah berupa modal usaha untuk mendukung inovasi pertanian.

Harga Elpiji 3 Kg Naik, Pemerintah Minta Masyarakat Beli di Pangkalan Resmi

Berbagai upaya tersebut membuahkan hasil positif. Data Neraca Pangan Kabupaten Banyuwangi 2024 mencatat produksi gabah kering giling (GKG) mencapai 794.783 ton, meningkat dari 788.704 ton pada 2023. Surplus beras Banyuwangi mencapai 341.074 ton, setelah kebutuhan lokal sebesar 167.746 ton terpenuhi.

Selain beras, komoditas lain juga mencatatkan surplus. Produksi cabai merah meningkat menjadi 18.111 ton dengan surplus 13.926 ton, sedangkan cabai rawit mencapai 19.578 ton, surplus 16.055 ton.

“Kami memiliki lahan yang subur, sehingga mampu menghasilkan surplus pangan yang tidak hanya memenuhi kebutuhan lokal tetapi juga mendukung daerah lain,” tambah Ipuk.

Ditunjuk Tuan Rumah 32 Besar Liga 4 Jatim, Ini Jadwal Pertandingan Persewangi Banyuwangi

Banyuwangi juga menerapkan berbagai program inovatif untuk mendukung pertanian berkelanjutan, seperti:

Pemanfaatan lahan non-sawah melalui kerja sama dengan Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH). Peningkatan indeks tanam dan penggunaan bibit unggul.

Mekanisasi modern untuk efisiensi produksi. Selain itu juga distribusi 137.130 liter pupuk organik cair untuk lahan seluas 13.713 hektare sepanjang 2024.

“Kami juga memberikan pelatihan pembuatan pupuk alternatif untuk mengurangi ketergantungan pada pupuk bersubsidi,” jelas Ipuk.

Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan, memuji Banyuwangi sebagai salah satu contoh nyata keberhasilan dalam ketahanan pangan. Ia menekankan pentingnya kemandirian pangan sebagai pilar ketahanan bangsa, sesuai visi Presiden Prabowo Subianto.

“Kemandirian pangan bukan sekadar angan, tetapi visi besar untuk membangun bangsa yang berdaulat,” ujar Zulhas.

Kereta Api Ijen Ekspres Resmi Beroperasi 1 Februari 2025

Ia juga menyebut perlunya kolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), untuk menghasilkan bibit unggul dan mempercepat produksi pangan nasional.

Dengan berbagai inovasi dan program yang dilakukan, Banyuwangi terus menjadi model dalam upaya memperkuat ketahanan pangan nasional.

 

Artikel Terkait