Harga Elpiji 3 Kg Naik, Pemerintah Minta Masyarakat Beli di Pangkalan Resmi
BanyuwangiNet.com – Harga elpiji bersubsidi 3 kilogram (kg) di Jawa Timur resmi naik mulai Rabu (15/1/2025), menjadi Rp 18.000.
Kepala Dinas Koperasi Usaha Mikro dan Perdagangan Banyuwangi, Nanin Oktaviantie, mengimbau masyarakat untuk membeli elpiji bersubsidi di pangkalan resmi.
Harga di pangkalan lebih terjangkau karena sesuai dengan Harga Eceran Tertinggi (HET), yakni Rp 18.000 per tabung.
Ayam Kesrut, Hidangan Sup Khas Banyuwangi
“Di toko pengecer biasanya ada tambahan margin Rp 2 ribu hingga Rp 3 ribu per tabung. Bisa sampai Rp 20.000 bahkan lebih. Kalau di pangkalan, harga sesuai HET,” jelas Nanin.
Nanin juga meminta masyarakat memahami bahwa kenaikan harga ini diharapkan sejalan dengan peningkatan distribusi agar stok tetap tersedia.
Sementara para pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) di Banyuwangi, merasa terbebani dengan kenaikan tersebut.
Sriawati (61), pemilik warung kecil di Kelurahan Tamanbaru, Kecamatan Banyuwangi, mengaku kenaikan harga ini memberatkan usahanya.
Dalam sehari, ia menggunakan 1 hingga 2 tabung elpiji untuk memasak hidangan yang dijual.
Ditunjuk Tuan Rumah 32 Besar Liga 4 Jatim, Ini Jadwal Pertandingan Persewangi Banyuwangi
“Kalau harga elpiji naik, bagi pedagang kecil seperti kami itu lumayan berat. Apalagi bersamaan dengan naiknya bahan pokok,” ujar Sriawati, Rabu (15/1/2025).
Dengan kenaikan harga sebesar Rp 2 ribu per tabung, pelaku UMKM di Banyuwangi berharap pemerintah tidak hanya memastikan distribusi yang merata tetapi juga memberi dukungan berupa solusi bagi usaha kecil yang terdampak.
“Yang penting, stok selalu ada dan harganya tetap stabil. Kami hanya ingin tetap bisa berjualan tanpa terganggu,” tutup Sriawati.
Selain itu, Sriawati menyoroti kelangkaan elpiji bersubsidi yang kerap terjadi di pasaran. Ia berharap kenaikan harga ini disertai dengan jaminan ketersediaan stok.
“Kalau harga naik tapi stoknya tetap susah didapat, ya makin repot,” tambahnya.
Kereta Api Ijen Ekspres Resmi Beroperasi 1 Februari 2025
Sujatmiko, seorang pedagang bakpao di Kelurahan Klatak, Kecamatan Kalipuro, juga menyampaikan keluhannya. Ia khawatir kenaikan harga elpiji akan berdampak pada pengurangan pendapatan.
Menurutnya, kenaikan harga elpiji bersubsidi, ditambah naiknya harga bahan baku seperti cokelat dan gula, memaksanya mencari alternatif solusi. Salah satunya dengan menaikkan harga jual atau mengecilkan ukuran produknya.
“Tapi kalau harga naik, pembeli bisa berkurang. Jadi dilema buat kami,” katanya.
Sujatmiko juga mengaku pernah mengalami kesulitan mendapatkan elpiji 3 kg karena kelangkaan di pasaran. Ia berharap pemerintah memastikan stok elpiji tersedia secara merata.
“Semoga ke depan stoknya aman, jangan sampai langka lagi,” ucapnya.