Pemkab Banyuwangi Galang Kolaborasi Atasi Kekerasan dan Kenakalan Anak

BanyuwangiNet - BanyuwangiNet
Selasa, 7 Januari 2025, 17:20 WIB
rakor kekerasan anak banyuwangi

BanyuwangiNet.com – Berbagai kasus kekerasan terhadap anak, baik fisik, psikis, maupun seksual, terutama di lingkungan pendidikan, menjadi perhatian serius Pemkab Banyuwangi.

Untuk itu, Minggu malam (5/1/2025), digelar rapat koordinasi lintas sektor di Kantor Bupati Banyuwangi yang dihadiri jajaran Forum Pimpinan Daerah, tokoh agama, organisasi sosial, dan aktivis pemerhati anak.

Rapat dipimpin oleh Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani bersama Kapolresta Banyuwangi Kombes Pol. Rama Samtama Putra, Dandim 0825 Letkol Arh Joko Sukoyo, Kajari Banyuwangi Suhardjono, Wakil Ketua DPRD Banyuwangi Siti Mafrochatin Ni’mah, serta Kepala Kemenag Kabupaten Banyuwangi Dr. Choironi Hidayat.

Organisasi masyarakat seperti MUI, NU, Muhammadiyah, LDII, FKUB, hingga sejumlah NGO juga turut hadir untuk menyuarakan solusi komprehensif atas masalah tersebut.

Bupati Ipuk menegaskan perlunya pendekatan yang lebih terintegrasi dalam menangani kenakalan dan kekerasan pada anak.

Jadi Tuan Rumah, Persewangi Banyuwangi Siap Hadapi Liga 4 Asprov Jatim

“Regulasi sudah dibuat, eksekusi program sudah dilakukan, tetapi kasus masih terjadi. Hal ini karena pencegahan sering dilakukan secara parsial. Pertemuan ini diharapkan menghasilkan solusi bersama,” ujar Ipuk.

Beberapa langkah strategis disepakati, termasuk penyediaan fasilitas rehabilitasi anak jalanan, pembentukan tim gabungan patroli miras, serta pembentukan satgas tingkat desa untuk mencegah kekerasan.

Penegasan dari Aparat Penegak Hukum

Kapolresta Banyuwangi Kombes Pol. Rama Samtama Putra menyatakan komitmen penuh dalam pemberantasan miras dan narkoba, yang disebut sebagai pemicu utama kejahatan.

“Tidak ada toleransi untuk miras. Seluruh jajaran akan menindak tegas setiap pelanggaran,” tegas Rama.

Ia juga menyoroti perlunya SOP terkait pola pendidikan dan kepengasuhan di lembaga pendidikan berbasis asrama dan pesantren, untuk mencegah kekerasan di lingkungan tersebut.

Kajari Banyuwangi Suhardjono menambahkan pentingnya peran penyidik pegawai negeri sipil (PPNS) untuk mendukung penegakan hukum terkait miras secara simultan.

Ijen Ekspres, Bakal jadi Pilihan Baru Perjalanan Banyuwangi-Malang

Katib PCNU Banyuwangi Kiai Sunandi Zubaidi mendukung gagasan standarisasi untuk menciptakan pesantren ramah anak.

“Perlu pembinaan yang lebih sistematis di lingkungan pesantren. Kami siap mengorkestrasinya jika gagasan ini digerakkan,” ujarnya.

Sebagai bagian dari solusi, akan dibangun sirkuit untuk mengakomodasi balap liar dan mengaktifkan karang taruna sebagai wadah kegiatan positif. Sosialisasi bahaya narkoba dan pembentukan Satgas P4GL juga menjadi prioritas.

Pemkab Banyuwangi berharap langkah-langkah ini dapat menciptakan lingkungan yang lebih aman dan mendukung tumbuh kembang anak, sekaligus mempererat kolaborasi lintas sektor dalam melindungi generasi muda.

Artikel Terkait