Dorong Produksi Susu Segar, Wamen Pertanian Kunjungi Banyuwangi

BanyuwangiNet - BanyuwangiNet
Senin, 6 Januari 2025, 11:05 WIB
1000146730
Wakil Menteri Pertanian RI, Sudaryono

BanyuwangiNet.com – Kabupaten Banyuwangi terus berupaya mendongkrak produksi susu segar. Mendukung upaya Banyuwangi, Wakil Menteri Pertanian RI, Sudaryono, meninjau peternakan sapi perah modern milik PT Bumi Rojo Koyo di Desa Tamansari, Kecamatan Licin, yang telah menunjukkan potensi besar dalam menyuplai kebutuhan susu nasional, Minggu (5/1/2025).

Peternakan ini mampu memproduksi 32 ton susu segar setiap hari dengan populasi 2.500 sapi perah, di mana 1.100 ekor di antaranya aktif memproduksi susu. Produksi ini akan terus ditingkatkan dengan mendatangkan tambahan 3.000 sapi perah dari Australia Barat, sebagai bagian dari upaya pengembangan kapasitas produksi.

Sentuhan Seni Arsitektur Osing, di Wajah Baru Stasiun Banyuwangi Kota

Menurut Sudaryono, langkah tersebut sangat penting untuk mengurangi ketergantungan Indonesia pada impor susu, yang saat ini mencapai 81 persen dari kebutuhan nasional. “Semakin banyak sapi hidup yang didatangkan, semakin baik untuk menambah produksi susu dalam negeri,” ujarnya. Ia juga menegaskan tidak ada pembatasan bagi perusahaan yang ingin menambah populasi sapinya.

Langkah ini relevan dengan kebijakan pemerintah untuk meluncurkan program makan bergizi gratis bagi siswa mulai Januari 2025. Kebutuhan susu segar dalam program tersebut dipastikan meningkat, sehingga pemerintah memberikan peluang besar kepada pengusaha lokal maupun asing untuk berinvestasi, termasuk mendatangkan sapi dari negara-negara yang telah diizinkan.

“Kita targetkan 200 ribu sapi hidup masuk ke Indonesia tahun ini, dan dalam lima tahun ke depan mencapai 2 juta ekor. Ini adalah peluang besar bagi peternak, baik perorangan maupun koperasi, untuk berkontribusi,” tambah Sudaryono.

Libur Nataru 2024, Okupansi Hotel di Banyuwangi Capai 98 Persen

Selain berpotensi meningkatkan produksi susu, kebijakan ini juga membuka lapangan kerja baru, meningkatkan kesejahteraan peternak, serta mendorong kolaborasi antara perusahaan dan masyarakat. Sebagian sapi yang didatangkan akan dikelola oleh masyarakat melalui program titip ternak, menciptakan nilai tambah ekonomi di tingkat lokal.

Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani, menyambut baik kebijakan ini. Pemkab Banyuwangi telah bekerja sama dengan PT Bumi Rojo Koyo untuk memenuhi kebutuhan susu dalam program makan bergizi gratis. “Kami juga berharap produksi susu Banyuwangi bisa mendukung ketahanan pangan nasional,” ujar Ipuk.

Namun, peningkatan produksi harus diimbangi dengan kewaspadaan terhadap potensi wabah Penyakit Mulut dan Kuku (PMK). Sudaryono mengingatkan pentingnya vaksinasi dan kesiapsiagaan pemerintah daerah untuk mengantisipasi penyebaran wabah.

Langkah strategis ini tidak hanya memperkuat ketahanan pangan nasional, tetapi juga membawa dampak positif bagi perekonomian lokal, mulai dari peningkatan produktivitas hingga penciptaan lapangan kerja baru. Banyuwangi kini menjadi salah satu motor penggerak ekonomi berbasis peternakan di Indonesia.

Artikel Terkait