Ngopi Sepuluh Ewu: Rajut Kebersamaan dan Persaudaraan

BanyuwangiNet - BanyuwangiNet
Jumat, 8 November 2024, 16:17 WIB
IMG-20241106-WA0061
Festival Ngopi Sepuluh Ewu digelar di sepanjang jalan utama Desa Kemiren pada Rabu malam (6/11/2024

BanyuwangiNet.com — Festival Ngopi Sepuluh Ewu, yang rutin digelar di Desa Adat Kemiren, Kecamatan Glagah, Banyuwangi, sejak 2014, kembali memeriahkan Hari Jadi Desa Kemiren, Rabu malam (6/11/2024). Festival ini menjadi salah satu ajang yang ditunggu-tunggu wisatawan karena menawarkan pengalaman kebersamaan melalui tradisi ngopi warga Suku Osing, lengkap dengan suasana keakraban yang kental.

Festival ini menghadirkan suasana unik di sepanjang jalan utama Desa Kemiren, di mana rumah-rumah warga disulap menjadi “warung kopi” dadakan. Para tamu dapat menikmati beragam jenis kopi, dari arabika dan robusta hingga blend khas desa, yang disajikan dalam cangkir-cangkir antik warisan keluarga. Aneka jajanan tradisional turut disuguhkan untuk menemani momen ngopi ini, memberikan pengalaman khas yang sulit ditemukan di tempat lain.

Tingkatkan Kesiapsiagaan Warga, Banyuwangi Simulasi Evakuasi Bencana

Tak hanya sekadar minum kopi, Festival Ngopi Sepuluh Ewu menjadi kesempatan bagi masyarakat dan wisatawan untuk berkumpul dan mempererat persahabatan. Putra Pengayoman, yang kini tinggal di Palangkaraya, merasakan hangatnya reuni dengan kawan lama berkat festival ini. “Selalu senang kembali ke Festival Ngopi. Kami bisa bercengkrama dan mengenang masa lalu bersama teman lama sambil menikmati kopi,” ungkapnya.

Festival ini juga menarik minat wisatawan mancanegara. Malte dan Kathi, turis asal Jerman, menyatakan kekaguman mereka terhadap tradisi ini, yang menurut mereka mengingatkan pada tradisi minum bersama di Jerman. “Kopinya enak sekali dan suasana kebersamaannya sangat hangat,” ujar Malte.

Plt. Bupati Banyuwangi, Sugirah, mengatakan bahwa Festival Ngopi Sepuluh Ewu bukan hanya sekadar perayaan minum kopi bersama, melainkan ajang untuk menampilkan nilai-nilai luhur masyarakat Osing yang ramah dan hangat. “Festival ini menggambarkan keramahan dan kemurahan hati masyarakat Osing, serta mempererat rasa persaudaraan,” ujarnya.

Sambut Lonjakan Penumpang Nataru, Dukung Kesejahteraan Masyarakat dan Pariwisata Banyuwangi

Selain memperkuat hubungan sosial, festival ini memiliki dampak ekonomi yang signifikan bagi warga Desa Kemiren. Kepala Desa Kemiren, Mohammad Arifin, menjelaskan bahwa event ini mendukung kesejahteraan ekonomi masyarakat desa, karena mendatangkan ribuan pengunjung yang meningkatkan pendapatan bagi pelaku usaha lokal, mulai dari pedagang kopi, jajanan tradisional, hingga perajin suvenir.

“Kami ingin wisatawan merasakan kehangatan dan persaudaraan dalam setiap teguk kopi, sekaligus mendukung perekonomian warga dengan mempromosikan budaya lokal kami,” jelas Arifin.

Dengan antusiasme yang tinggi dari wisatawan lokal dan internasional, Festival Ngopi Sepuluh Ewu tidak hanya melestarikan tradisi leluhur Suku Osing, tetapi juga menjadi roda penggerak ekonomi bagi masyarakat setempat.