Banyuwangi Raih Penghargaan Pengendalian Infalasi Terbaik di Jatim, Terjaga di Level 2,07%

BanyuwangiNet - BanyuwangiNet
Kamis, 17 Oktober 2024, 09:56 WIB
IMG-20241017-WA0052

BanyuwangiNet.com – Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Kabupaten Banyuwangi kembali mendapat apresiasi atas kinerjanya yang cemerlang. Banyuwangi berhasil masuk tiga besar TPID berkinerja terbaik di Provinsi Jawa Timur, kategori kabupaten/kota pantauan Indeks Harga Konsumen (IHK).

Penghargaan tersebut diserahkan langsung oleh Pj. Gubernur Jawa Timur, Adhy Karyono, kepada Plt. Bupati Banyuwangi, Sugirah, dalam forum High Level Meeting (HLM) TPID dan Forum Investasi Jawa Timur yang digelar di Gedung Negara Grahadi, Surabaya, Kamis (17/10/2024).

“Alhamdulillah, berkat kerja keras dan kekompakan tim TPID serta seluruh stakeholder, inflasi di Banyuwangi selama setahun terakhir dapat kami jaga dengan baik. Inflasi year-on-year Banyuwangi pada September 2023-2024 tercatat sebesar 2,07% dengan IHK 106,46, salah satu yang terendah di Jawa Timur,” ujar Sugirah.

Banyuwangi Batik Festival 2024 Angkat Motif Batik “Jenon” yang Sarat Filosofi

Sugirah menekankan bahwa salah satu kunci keberhasilan dalam menjaga stabilitas inflasi adalah melalui monitoring pasar yang dilakukan secara rutin. Koordinasi intensif dengan Bulog dan berbagai stakeholder terkait juga terus dilakukan untuk memastikan ketersediaan pangan, terutama menjelang periode Natal dan Tahun Baru yang biasanya memicu peningkatan harga.

“Kami terus berkolaborasi dengan berbagai lembaga seperti Bank Indonesia, Bulog, dan Badan Pangan Nasional. Pengendalian inflasi pangan sangat penting, terutama di momen-momen krusial seperti hari libur,” jelasnya.

Sugirah juga mengungkapkan bahwa salah satu program unggulan dalam pengendalian inflasi adalah peningkatan produktivitas bawang merah, komoditas yang rentan mengalami lonjakan harga. Petani bawang merah di Banyuwangi telah menggunakan teknologi light trap, yang berfungsi untuk menarik perhatian hama sehingga tidak merusak tanaman.

Yachter Dunia Terkesima dengan Keindahan Alam dan Budaya Banyuwangi

Selain itu, Banyuwangi telah menjalankan sejumlah langkah strategis seperti monitoring ketersediaan pangan, stabilisasi harga pasar, pasar murah, dan Gerakan Pangan Murah yang melibatkan pelaku usaha lokal, termasuk gabungan kelompok tani (gapoktan), Asosiasi Petani Cabai, BULOG, dan BUMN terkait.

Beberapa inovasi yang juga mendukung stabilitas inflasi di Banyuwangi adalah program regenerasi petani muda melalui “Jagoan Tani”, pembukaan Toko Pengendalian Inflasi Banyuwangi (TOP Si Wangi), serta perbaikan infrastruktur jalan guna mempermudah distribusi bahan pokok.

“Kuncinya adalah sinergitas. Pengendalian inflasi tidak bisa dilakukan secara parsial. Semua elemen pemerintah dan masyarakat harus terlibat aktif dalam proses ini,” tegas Sugirah.

Dalam pertemuan tersebut, juga dilakukan penandatanganan Kesepakatan Bersama (KSB) untuk Kerjasama Antar Daerah (KAD) intra-provinsi. Kerja sama ini melibatkan beberapa kabupaten, termasuk Banyuwangi dengan Nganjuk, sebagai langkah bersama dalam menjaga kestabilan ekonomi daerah.

Artikel Terkait