Jagoan Banyuwangi Kolaborasi dengan Kemenkeu

BanyuwangiNet - BanyuwangiNet
Senin, 22 April 2024, 22:27 WIB
IMG-20240422-WA0070

BanyuwangiNet.com – Program inkubasi bisnis Jagoan Banyuwangi kolaborasi dengan Kementerian Keuangan, akan berfokus pada akselerasi dan pengembangan lebih lanjut alumni Jagoan Banyuwangi.

“Kami ingin mencoba berkolaborasi dan juga melihat secara langsung bagaimana pengembangan dan pembinaan UMKM yang ada di Banyuwangi. Nama Jagoan Banyuwangi sudah sering kami dengar dan bahkan sudah direplikasi oleh daerah lain, karena itu kami ingin agar pengembangan UMKM ini bukan hanya berbasis lokal, tapi juga nasional bahkan internasional,” kata Kepala Pusat Kebijakan Sektor Keuangan (PKSK) Kemenkeu, Adi Budiarso saat bertemu Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani, di Lounge Pemda, Senin (22/4/2024).

Adi menyampaikan, kolaborasi ini akan berfokus pada akselerasi para alumni Jagoan Banyuwangi, utamanya dalam literasi dan ekosistem keuangan. Dengan pengetahuan tersebut, lanjut Adi, diharapkan jika literasi mengenai ekosistemnya baik, maka bisnis para Jagoan Banyuwangi juga akan semakin baik.

Jadi Tuan Rumah Ambassador Goes To Kampung KB, Tim BKKBN Survei Lapang ke Banyuwangi

“Kami ingin memperkenalkan teman-teman Jagoan Banyuwangi dengan ekosistem sistem keuangan yang lebih luas, diantaranya Kemenkeu, Otoritas Jasa Keuangan, Bank Indonesia, Lembaga Penjamin Simpanan (LSP), serta instansi terkait seperti Bea Cukai, dan sebagainya,” terang Adi.

Adi berharap Banyuwangi dapat menjadi pilot project pengembangan UMKM di tingkat nasional.

“Kami berharap nantinya ini bisa menjadi best practice intervensi pemerintah yang bisa membuat UMKM ini naik kelas,” lanjutnya.

Founder Jagoan Banyuwangi, Dias Satria mengatakan dari seluruh alumni yang ada, hanya separuh yang usahanya masih berjalan.

“Tentu ini menjadi evaluasi kami supaya pengembangan usaha tidak berhenti di permukaan saja, namun juga hingga ke level yang lebih luas,” kata Dias.

Bupati Ipuk Fiestiandani Silaturahmi Kiai Sepuh

Dias menambahkan Jagoan Banyuwangi edisi keempat akan dimulai bulan Juni mendatang dan awarding di bulan September.

“Dengan dukungan PKSK Kemenkeu, kami gaet para mentor yang memang tersertifikasi untuk mengajarkan bukan hanya model bisnis, namun juga ekspor impor. Jadi bahasannya lebih mendalam,” tambahnya.

Sementara Bupati Ipuk berharap ajang Jagoan Banyuwangi bisa dijadikan peluang bagi para alumni untuk lebih mengembangkan potensi daerah di kancah nasional bahkan internasional.

“Kami optimis para Jagoan Banyuwangi bisa naik kelas, termasuk juga mempromosikan potensi Banyuwangi di tingkat nasional hingga internasional,” harap Ipuk.

Artikel Terkait