Puluhan Busana Batik Karya Desainer Banyuwangi Tampil di Fashion On Pedestrian 2023

BanyuwangiNet - BanyuwangiNet
Jumat, 20 Oktober 2023, 21:11 WIB
BANG2209

BanyuwangiNet.com – Sebanyak 80 busana batik karya desainer lokal Banyuwangi, diperagakan oleh para model di gelaran Banyuwangi Fashion on Pedestrian 2023, di Terminal Pariwisata Terpadu, Banyuwangi, Jumat (20/10/2023) malam. Kali ini desain busana batik mengangkat motif sembruk cacing sebagai tema utama karya yang disajikan.

Fashion On Pedestrian merupakan wadah pengembangan batik lokal Banyuwangi, yang menjadi rangkaian even Batik Fashion Festival (BFF). Even ini khusus memberikan panggung bagi desainer muda lokal daerah untuk menampilkan karyanya.

Para model berjalan di atas catwalk trotoar memeragakan baju batik dengan desain casual, pesta, hingga baju kerja. Mereka terdiri atas kategori anak, remaja, dan dewasa. Karya desainer lokal tersebut tersaji dengan apik dan menarik, tidak kalah dengan karya para desainer nasional

Ketua Asosiasi Batik Banyuwangi Firman Sauqi menerangkan, motif Sembruk Cacing yang diangkat sebagai tema kali ini, merupakan motif yang cukup tua yang dimiliki oleh Banyuwangi. Motif ini memiliki filosofi kesuburan.

“Sembruk memiliki arti rumah, dan cacing sendiri merupakan hewan melata yang mempunyai peran penting dalam membantu menguraikan bahan organik menjadi zat hara di dalam tanah,” ujar Firman.

Selain Fashion on Pedesterian, untuk mengenalkan motif Sembruk Cacing pada generasi muda, rangkaian even BBF juga menggelar lomba desain motif batik. Even ini menciptakan 45 desain motif batik tema Sembruk Cacing.

“Kami juga menggelar lomba mencanting batik otif sembruk cacing untuk pelajar SD,” ujar Firman.

Salah satu desainer muda, Andi Dharma (26), mengaku membutuhkan waktu dua minggu untuk membuat desain hingga menjadi pakaian jadi.

Punya Trek yang Lengkap, Banyuwangi Surga Penggemar Sepeda di Indonesia

“Mendesain batik harus cermat, pemotongan bahannya juga harus pas supaya hasilnya maksimal. Even ini benar-benar membuat kemampuan saya semakin terasah, dan menambah pengalaman karena bertemu banyak desainer senior yang ikut membimbing,” ujar Andi.

Busana yang di desainnya memenangkan dua kategori yaitu juara dua busana pesta dan juara tiga busana casual.

Sementara Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani mengatakan BFF merupakan cara daerah untuk terus mempertahankan eksistensi khasanah batik Banyuwangi, sekaligus memperluas jangkauan pasarnya.

“Ini adalah cara Banyuwangi terus mendukung eksistensi pelaku batik Banyuwangi, sekaligus mendukung karya-karya anak bangsa. Motif juga terus kami perkaya lewat lomba cipta motif batik Banyuwangi,” ujar Ipuk.

Sejak 2013 beragam motif batik telah diangkat pada Banyuwangi Batik Festival dan rangkainnya. Seperti Gajah Oling, Kangkung Setingkes, Kopi Pecah, Blarak Sempal dan lainnya.

Artikel Terkait