Angka Kemiskinan Banyuwangi Terendah dalam Sejarah Sejak Kemerdekaan Indonesia
BanyuwangiNet.com – Banyuwangi mencatat sejarah dengan mencapai angka kemiskinan Banyuwangi terendah sejak Indonesia merdeka. Data dari Badan Pusat Statistik (BPS) menyatakan pada tahun 2022, angka kemiskinan di Banyuwangi mencapai 7,5 persen. Ini merupakan sejarah bagi Banyuwangi sejak Indonesia merdeka.
Selain itu berdasarkan data BPS, selama masa pandemi dari tahun 2020 hingga 2021, angka kemiskinan Banyuwangi hanya mengalami kenaikan sebesar 0,01 persen. Ini merupakan tingkat kenaikan kemiskinan terendah di Jawa Timur, mencerminkan efisiensi dan ketahanan Banyuwangi dalam menghadapi dampak pandemi.
Berbagai inovasi dan kolaborasi dari berbagai pihak turut andil dalam membantu Banyuwangi mencapai hasil tersebut. Pertumbuhan ekonomi di Banyuwangi mengalami lonjakan dari angka minus 3,58 menjadi 4,08. Indeks Pembangunan Manusia (IPM) di daerah ini juga mengalami peningkatan signifikan, mencapai 71,94, yang merupakan peningkatan tertinggi di Provinsi Jawa Timur pada tahun tersebut.
“Alhamdulilah capaian ini berkat program kolaboratif berbagai pihak yang kami jalankan dalam upaya mengentaskan kemiskinan, dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat Banyuwangi,” ungkap Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani.
BPS mengapresiasi kinerja Pemerintah Kabupaten Banyuwangi dalam mengurangi kemiskinan dan mengimplementasikan program berdasarkan data yang akurat. Margo Yuwono, Kepala BPS RI, menyatakan, “Sekitar satu dekade terakhir, kinerja pengurangan kemiskinan berjalan dengan baik. Program-program yang didasarkan pada data menjadi salah satu faktor penting dalam kesuksesan ini.”
Jalin Kerjasama Internasional Geopark Ijen, Meningkatkan Ekonomi Daerah
Selain penurunan angka kemiskinan, Banyuwangi juga mengambil langkah serius dalam menangani masalah stunting. Berdasarkan hasil bulan timbang, prevalensi stunting di Banyuwangi hanya sebesar 3,95 persen. Bupati Ipuk menekankan upaya untuk mengurangi angka stunting terus dilakukan melalui berbagai program, seperti pemberian makanan bergizi gratis setiap hari kepada hampir 1.300 balita stunting dan ibu hamil berisiko tinggi.
Upaya keras Pemerintah Kabupaten Banyuwangi dalam berinovasi dan mengatasi tantangan sosial-ekonomi telah membuahkan hasil positif. Kementerian Dalam Negeri memberikan penghargaan kepada kabupaten ini sebagai pemkab dengan kinerja terbaik di seluruh Indonesia. Banyuwangi berhasil mengungguli lebih dari 400 kabupaten dalam Evaluasi Penyelenggaraan Pemerintah Daerah (EPPD) tahun 2022 dengan nilai luar biasa sebesar 4.083 poin.
Prestasi ini memperkuat posisi Banyuwangi sebagai salah satu daerah yang unggul dalam upaya mengurangi kemiskinan, meningkatkan pembangunan ekonomi, dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat, serta menunjukkan bahwa data dan inovasi dapat menjadi kunci kesuksesan dalam menjalankan pemerintahan daerah.