Dukung Penghijauan, Calon Pengantin di Banyuwangi Bakal Diminta Sedekah Bibit Pohon
BanyuwangiNet. Com – Pemerintah Kabupaten Banyuwangi terus menggencarkan program konservasi lingkungan. Salah satunya dengan meminta pengantin baru untuk sedekah bibit pohon untuk penghijauan.
Program tersebut bernama Program Bulan Madu (Berikan Perubahan Status Langsung Pascanikah). Bagi pengantin yang baru menikah, selain memperoleh buku nikah, mereka akan mendapatkan e-KTP dan Kartu Keluarga (KK) dengan status baru “kawin”.
Program baru tersebut ditandai dengan adanya penandatanganan perjanjian kerjasama antara Kementerian Agama (Kemenag), Dinas Lingkungan Hidup (DLH), dan Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dispendukcapil) Banyuwangi pada Rabu, 15 Maret 2023.
Untuk mendukung pelestarian lingkungan yang saat ini terus digencarkan pemkab, para pasangan calon pengantin diimbau untuk melakukan sedekan oksigen dengan menyumbangkan bibit pohon untuk penghijauan lingkungan.
Ratusan Pelajar Serbu Banyuwangi Ikuti Kejurprov Anggar Jatim
Sedekan oksigen melalui Kantor Urusan Agama (KUA) ini nantinya akan dikoordinir DLH atau pemerintah desa asal pengantin untuk kegiatan penghijauan di lahan kritis di wilayahnya.
“Ini sifatnya imbauan dan sukarela. Tidak memaksa ,” kata Sekretaris DLH Banyuwangi, Dwi Handayani, Sabtu (18/3/2023).
Dia menambahkan, program ini masih disusun regulasinya dan masih akan dirapatkan oleh stakeholder terkait. Diharapkan program ini bisa menumbuhkan kepedulian masyarakat, khususnya calon pengantin terhadap lingkungan sekitar.
Program ini rencananya akan menggandeng Perhutani untuk memberikan pembinaan kepada masyarakat kelompok tani/lembaga masyarakat dalam hutan (LMDH) untuk budidaya tanaman keras. Selanjutnya bibit pohon bisa dijual kepada masyarakat termasuk calon pengantin.
Di Peringatan HUT PPNI ke-49, Bupati Ipuk: Terimakasih para Perawat
“Dengan demikian ada pemberdayaan, dari masyarakat untuk masyarakat. Untuk penanamannya sendiri diprioritaskan pada lahan-lahan gundul di daerah calon pengantin,” ujar Yani, sapaan Dwi Handayani.
Yani menuturkan, untuk penghijauan di wilayahnya, pemerintah desa mayoritas meminta bibit pohon ke DLH. Dengan adanya program ini, pemohon tidak perlu jauh-jauh mengambil ke bibitnya ke DLH.
“Kita akan koordinasikan dengan KUA terdekat dengan pemohon. Jika ada, mereka bisa langsung mengambilnya di sana sehingga lebih efektif,” tambah yani. (*)