Posyandu Delima Banyuwangi Masuk Tiga Besar ‘Posyandu Bangga Kencana’ Jatim 2022
BanyuwangiNet–Posyandu Delima Banyuwangi masuk nominasi tiga besar Pelaksana Terbaik kategori Posyandu Bangga Kencana dalam lomba PKK Sehat Lestari Berencana 2022, yang digelar TP PKK Provinsi Jawa Timur.
Bangga Kencana merupakan akronim dari pembangunan keluarga, kependudukan, dan keluarga berencana (KB). Program ini fokus pada penurunan angka kematian ibu (AKI), angka kematian bayi (AKB), dan stunting.
Posyandu Delima Desa Kampunganyar, Kecamatan Glagah, aktif menjalankan berbagai inovasi untuk mengoptimalkan capaian terhadap ketiga hal tersebut. Tak kurang dari 21 inovasi telah digulirkan sepanjang 2021.
Baca Juga: Tingkatkan Produktivitas Pertanian Banyuwangi, Kementan Gelontor 197 Ton Benih Padi Gratis
Di antaranya, melakukan deteksi dan pendampingan terhadap ibu hamil beresiko tinggi (bumil resti), layanan bidan keliling selama pandemi covid-19, konsultasi tumbuh kembang anak, hingga edukasi pencegahan pernikahan dini yang melibatkan anak-anak muda di desa.
Berkat inovasi tersebut, wilayah kerja Posyandu Delima kini telah bebas kasus stunting, AKI dan AKB. Inovasinya kini telah diadopsi oleh seluruh posyandu di Desa Kampunganyar. Atas prestasinya itu, Posyandu Delima ditunjuk mewakili Banyuwangi dalam Lomba PKK Sehat Lestari Berencana 2022, kategori Posyandu Bangga Kencana.
Lomba PKK Sehat Lestari Berencana 2022 telah memasuki tahap verifikasi lapang. Tim verifikator Jatim berkunjung ke Banyuwangi untuk melihat langsung pelaksanaan inovasi tersebut, Senin (28/3/2022). Kedatangan mereka disambut Wakil Bupati Banyuwangi H. Sugirah, Ketua TP PKK Kabupaten beserta jajaran pengurus, forpimca Glagah, dan Kepala Desa Kampunganyar Siti Latifa.
Baca Juga: Mendapat Sertifikat Organik, Buah Naga Banyuwangi Diekspor ke Asia dan Eropa
Penjurian dilaksanakan di Kantor Desa Kampunganyar dan lokasi posyandu Delima. Secara bergantian, tim yang terdiri atas Ami Mujiharti, Heni Diniwati, Afiyanto, dan Joko Setyono itu memanfaatkan kesempatan tersebut untuk tanya jawab langsung bersama ketua TP PKK, para kader, dan bidan desa.
“Kami ingin memotret dan mencocokkan pelaksanaannya di lapangan dengan laporan yang telah dikirimkan kepada kami. Semua yang kami dapat akan menjadi bahan pertimbangan, dan pembahasan bersama tim juri lainnya,” kata Ami Mujiharti, ketua tim verifikator lapangan PKK Provinsi Jatim.
Sementara itu, Wakil Bupati Banyuwangi Sugirah menyebut masalah stunting merupakan isu penting yang harus mendapatkan penanganan secara khusus.
“Masalah stunting tetap menjadi perhatian kita. Segala daya upaya akan kita lakukan dalam penanganan kasus stunting di Banyuwangi,” kata Sugirah.
“Semoga spirit inovasi Posyandu Delima ini bisa menginspirasi lainnya agar kasus stunting di Banyuwangi dan daerah lain di Jatim maupun nasional bisa terus kita tekan,” imbuh Sugirah.
