Mendapat Sertifikat Organik, Buah Naga Banyuwangi Diekspor ke Asia dan Eropa

BanyuwangiNet - BanyuwangiNet
Jumat, 25 Maret 2022, 10:13 WIB
Mendapat Sertifikat Organik, Buah Naga Banyuwangi Diekspor ke Asia dan Eropa

BanyuwangiNet– Buah naga Banyuwangi dieskspor ke Asia dan Eropa. Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani melepas langsung ekspor tersebut di Desa Jambesari, Kecamatan Sempu, Kamis (24/3/2022).

Buah naga Banyuwangi yang diekspor telah mendapatkan sertifikat organik. Namun juga terdapat buah naga konvensional. Ipuk mengatakan ini momentum penting pemulihan ekonomi Banyuwangi di masa pandemi Covid-19. “Program ini selaras dengan Banyuwangi Rebound yang telah kita usung bersama. Sebuah gerakan antar sektor untuk pemulihan ekonomi,” kata Ipuk.

Dengan terbukanya keran pasar ekspor, menurut Ipuk petani juga harus menyesuaikan dengan standard kualitas yang ditetapkan. Bupati perempuan itu mengajak petani di Banyuwangi untuk terus berinovasi.

Pemulihan Ekonomi, Kemenparekraf Coaching Clinic Pembiayaan UMKM di “Temu Bisnis Perbankan Syariah”

“Untuk masuk ke pasar ekspor kita harus mengubah mindset. Tidak hanya berorientasi kuantitas, namun juga memperhatikan kualitas. Bahan-bahan organik harus lebih banyak digunakan agar semakin menambah nilai jual,” terang Ipuk.

Ipuk mengatakan untuk peningkatan kesejahteraan petani, Banyuwangi terus menggandeng banyak pihak bergotong royong menuntaskan berbagai persoalan. “Seperti saat ini kami berterima kasih pada Yayasan Dharma Bakti Astra yang turut berkolaborasi membina petani kami sampai mengakses pasar ekspor,” jelas Ipuk.

Program ekspor buah naga Banyuwangi ini merupakan kegiatan “Desa Sejahtera Astra” (DSA), yang digelar sejak 2020. Program ini merupakan pendampingan dari hulu ke hilir untuk petani buah naga di 15 desa di Banyuwangi. Mereka melakukan pendampingan mulai peningkatan kualitas panen sampai peluang pemasaran di mancanegara.

Festival Mentari Kampanye Jaga Sumber Mata Air Banyuwangi

Kami juga memberikan bantuan berbagai teknologi pertanian yang ramah lingkungan, sehingga secara perlahan petani bisa beralih ke cara pertanian yang lebih baik,” kata Head of Social Engagement Astra Internasional Triyanto yang turut menyerahkan secara simbolis bantuan sebesar Rp200 juta kepada para petani.

Triyanto menjelaskan pendampingan tersebut terus dilakukan hingga memasuki tahun ketiga atau kelima. “Sampai bisa kami pastikan program Desa Sejahtera Astra ini bisa dijalankan oleh petani secara mandiri,” katanya.

Banyuwangi juga berkolaborasi dengan PT Nusa Tropical Indonesia atau Nusa Fresh, agar ekspor buah naga dan sejumlah produk pertanian lainnya akan terus berlangsung secara reguler.

“Kami akan mengekspor ke Singapura dan ke sejumlah negara Eropa. Terdapat sekitar 15 negara yang telah kami jajaki,” ungkap Chief Marketing Officer Nusa Fresh Pekik Warnendya.

Dia menjelaskan selain buah naga terdapat komoditas pertanian lainnya di Banyuwangi. Seperti Manggis, Rambutan dan Kapulaga, yang total nilai ekspornya mencapai Rp1,8 M. Untuk pengiriman perdana ini mengirim sekitar 12 ton. “Pembeli di mancanegara meminta pengiriman sebulan sekali untuk produk rempah-rempah, sementara untuk buah dan sayurnya seminggu sekali,” terang Pekik.

Menurut Pekik potensi pertanian Banyuwangi yang sangat melimpah. Banyuwangi telah lama menjadi pemasok perusahaannya untuk diekspor. “Namun, baru kali ini diekspor secara mandiri langsung dari Banyuwangi,” katanya.