24 Dokter Hewan FIKKIA Unair Banyuwangi Dilantik, Siap Mengabdi di Masyarakat
BanyuwangiNet.com – Fakultas Ilmu Kesehatan, Kedokteran, dan Ilmu Alam (FIKKIA) Universitas Airlangga (Unair) Banyuwangi melantik dan mengambil sumpah 24 dokter hewan di Pendopo Sabha Swagata Blambangan, Senin (28/9/2026).
Puluhan dokter hewan tersebut merupakan lulusan kedua Program Pendidikan Profesi Dokter Hewan (PPDH) FIKKIA Unair Banyuwangi. Mereka tidak hanya berasal dari Banyuwangi, tetapi juga dari berbagai daerah di Indonesia.
Prosesi pelantikan dihadiri Wakil Bupati Banyuwangi Mujiono, Sekretaris Jenderal Pengurus Besar Perhimpunan Dokter Hewan Indonesia (PB PDHI) Drh. Andi Wijanarko, Ketua PDHI Wilayah Jatim IV Drh. Risa Isna Fahziar, Sekretaris Direktur Pendidikan Unair Prof. Dr. I Made Narsa, para dosen, serta keluarga para dokter hewan yang dilantik.
Sebelum mengikuti pendidikan profesi, para lulusan telah menempuh pendidikan sarjana selama sekitar 3,5 hingga 4 tahun. Selanjutnya, mereka menjalani pendidikan profesi selama satu tahun.
Setelah dilantik dan mengucapkan sumpah profesi, 24 lulusan tersebut resmi menjadi dokter hewan yang siap menjalankan tugas dan pengabdian di tengah masyarakat.
“Selamat kepada para dokter hewan yang baru saja dilantik. Semoga dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” ujar Wabup Mujiono.
Mujiono mengatakan, dokter hewan memiliki peran yang luas, tidak hanya dalam menangani kesehatan hewan, tetapi juga memastikan keamanan pangan asal hewan.
“Dokter hewan memegang peran penting dalam menjamin keamanan dan kualitas pangan asal hewan, khususnya penyediaan protein hewani yang sehat, bermutu, dan halal,” tuturnya.
Menurutnya, tantangan di bidang kesehatan hewan dan peternakan semakin kompleks. Di antaranya ancaman penyakit zoonosis dan lintas spesies, resistensi antimikroba, ketahanan pangan, hingga perubahan iklim yang berdampak terhadap sektor peternakan dan lingkungan.
Banyuwangi sendiri memiliki basis peternakan rakyat yang cukup kuat, mulai dari sapi potong, sapi perah, hingga unggas. Selain itu, sektor perikanan juga menjadi bagian penting dalam menopang perekonomian daerah dan memenuhi kebutuhan masyarakat.
“Di sinilah dokter hewan dibutuhkan. Bukan hanya untuk mengobati, tetapi untuk mencegah penyakit, meningkatkan produktivitas, menekan kematian ternak, dan meningkatkan kesejahteraan peternak,” kata Mujiono.
Sementara itu, Dekan FIKKIA Unair Banyuwangi, Dr. Rahadian Indarto Susilo, dr., Sp.B.S.(K), berharap para dokter hewan yang baru dilantik dapat mengamalkan ilmu yang diperoleh selama pendidikan secara profesional dan bertanggung jawab.
Unair Siapkan RSUD Blambangan dan Genteng Banyuwangi Jadi Rumah Sakit Jejaring PPDS
Ia menjelaskan, PPDH FIKKIA Unair Banyuwangi memiliki kekhususan berupa fokus pada konservasi satwa liar.
“Di sini kami fokus pada konservasi satwa liar. Ini kami pilih sebagai bentuk dukungan terhadap Banyuwangi, khususnya dalam upaya pelestarian satwa khas dan pengembangan pariwisata,” kata Rahadian.
Unair Percepat Pembangunan Gedung FIKKIA Banyuwangi, Perkuat Pendidikan Kedokteran
Menurutnya, fokus tersebut menjadi salah satu bentuk kontribusi pendidikan dokter hewan FIKKIA Unair Banyuwangi terhadap kebutuhan daerah. Terlebih, Banyuwangi memiliki kawasan konservasi dan potensi keanekaragaman hayati yang membutuhkan dukungan tenaga profesional di bidang kesehatan hewan.
Rahadian juga menyampaikan apresiasi atas dukungan Pemerintah Kabupaten Banyuwangi terhadap keberadaan dan pengembangan Unair Kampus Banyuwangi. Ia mengatakan, perkembangan Unair di Banyuwangi tidak terlepas dari dukungan Pemkab Banyuwangi, baik sejak proses pendirian maupun dalam pengembangannya hingga saat ini.