Waspadai Penipuan CASN dan Perombakan Organisasi, Pemkab Banyuwangi Buka Pelaporan Daring
BANYUWANGI-Pemkab Banyuwangi bergerak cepat meminimalkan peluang penyalahgunaan dan penipuan yang mencatut nama-nama pejabat pemerintah daerah jelang seleksi calon Aparatur Sipil Negara (CASN) dan kemungkinan perombakan organisasi di lingkungan Pemkab Banyuwangi.
Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani menegaskan, semua proses seleksi penerimaan ASN, baik calon pegawai negeri sipil (CPNS) maupun pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (PPPK), tidak dipungut biaya alias gratis. Hal serupa juga berlaku pada seleksi terbuka jabatan pimpinan tinggi (JPT) pratama, kenaikan pangkat, rotasi, mutasi, promosi, hingga pengurusan pensiun ASN.
“Semuanya gratis. tidak dipungut biaya apa pun,” ujar Ipuk.
Ipuk menambahkan, pemkab telah membuka akses pelaporan terkait seleksi ASN maupun kenaikan pangkat, rotasi, mutasi, promosi, dan pengurusan pensiun tersebut. “Bila ada pihak yang mengaku bisa meloloskan calon ASN, naik jabatan, dan sebagainya, jangan percaya. Segera laporkan,” kata dia.
Ipuk menjelaskan, pelaporan bisa dilakukan secara daring. Di antaranya melalui layanan pesan singkat (short message service/SMS) atau WhatsApp ke nomor 082233322045 maupun melalui surel ke alamat bkd@banyuwangikab.go.id. Identitas pelapor akan dirahasiakan.
“Poster pelaporan ini juga sudah kita share ke mana-mana, di grup-grup WhatsApp, Telegram, media sosial, maupun pemberitaan di media,” papar Ipuk.
Pelaporan tersebut, sambung Ipuk, dibuka untuk mengantisipasi penipuan yang biasanya marak terjadi jelang seleksi calon ASN dan perombakan organisasi.
“Jadi intinya jangan percaya, misal ada orang bilang bisa meloloskan jadi ASN dengan mencatut nama saya atau nama kepala dinas terkait. Katanya bisa melobi bupati, katanya bisa masuk ke server kepegawaian, lha wong seleksi CASN itu semuanya berbasis online dan terpusat. Tidak ada yang bisa mengintervensi,” jelas Ipuk.
Baca Juga:
Wakil Ketua DPRD Apresiasi Tidak Ada Jual Beli Jabatan di Pemkab Banyuwangi
“Demikian pula jangan percaya bila ada orang bilang bisa menaikkan jabatan. Segera laporkan,” imbuhnya.
Bupati Ipuk juga mengirimkan sinyal akan melakukan perombakan pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD) di Bumi Blambangan.
Ipuk mengaku penataan OPD tidak mudah. Apalagi, banyak ASN Pemkab Banyuwangi yang telah pensiun. “Tidak mudah mencari orang yang tepat di posisi yang tepat,” ujarnya.
Ipuk menggarisbawahi, Banyuwangi membutuhkan ASN yang bukan hanya bersedia menempati jabatan tertentu. Lebih dari itu, Banyuwangi membutuhkan terobosan-terobosan baru. “Untuk itu, Banyuwangi butuh ASN yang benar-benar siap bekerja keras, inovatif, dan andal,” kata dia.
Menurut Ipuk, pihaknya juga akan menggelar rapat bersama Badan Pertimbangan Jabatan dan Kepangkatan (Baperjakat). “Tidak saya pikir sendiri, kita bahas dengan tim. Insya Allah bulan depan sudah ada yang mengisi,” tuturnya.
Rekrutmen 3.937 CASN Banyuwangi, Semua Online Tak Ada Orang Dalam
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Banyuwangi membuka kuota rekrutmen sebanyak 3.937 Calon Aparatur Sipil Negara (CASN).
Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani menyatakan, seleksi CASN dilakukan secara transparan sejak proses pendaftaran hingga selesai. Semuanya berbasis sistem online.
Karena itu, Bupati Ipuk meminta agar calon peserta tidak mempercayai siapa pun yang menjanjikan dapat meloloskan dalam seleksi tahun ini dengan meminta imbalan tertentu.
“Jangan percaya orang yang ngaku-ngaku “sakti’ bisa meloloskan jadi ASN alias menjadi calo. Jangan mau dimintai uang,” ujar Bupati Ipuk.
“Kalau mau sukses, belajar, siapkan diri, dekati Tuhan dengan selalu berdoa, bukan dekati yang ngaku calo. Tidak ada jurus orang dalam di penerimaan ASN,” tegas Bupati Ipuk.
Kepala Badan Kepegawaian, Pendidikan, dan Pelatihan (BKPP) Banyuwangi, Nafiul Huda mengatakan, semua proses pendaftaran dilakukan secara online di www.sscasn.bkn.go.id Sementara proses seleksi kompetensi digelar dengan skema computer assisted test (CAT) Badan Kepegawaian Nasional (BKN) atau computer based test (CBT) Kemendikbud RI.
“Sehingga semua basisnya sistem teknologi, tidak bisa diintervensi siapapun,” ujar Huda.
Tahun ini Pemkab Banyuwangi mendapat kuota 3.937 calon ASN, yang terdiri atas 3.624 tenaga guru, 237 tenaga kesehatan, dan 76 tenaga teknis lainnya.
Khusus untuk guru, seluruh lowongan yang tersedia adalah untuk formasi PPPK. Rinciannya, sebanyak 764 lowongan guru sekolah menengah pertama (SMP), 2.308 guru kelas, dan 552 guru pendidikan jasmani dan kesehatan (penjaskes) sekolah dasar (SD).
Sementara tenaga kesehatan dan tenaga kesehatan lain sebanyak 313 formasi. Rinciannya, formasi CPNS tenaga kesehatan sebanyak 115 orang dan PPPK tenaga kesehatan sebanyak 122 orang. Selebihnya, total lowongan tenaga teknis lainnya sebanyak 76 formasi, yakni 41 CPNS dan 35 PPPK.