Persewangi Gandeng Notosports dan Seleksi Pelatih Baru untuk Liga 4 2026

BanyuwangiNet - BanyuwangiNet
Rabu, 24 Juni 2026, 19:45 WIB
WhatsApp Image 2026-06-24 at 18.44.55
Manajemen Persewangi resmi menjalin kerjasama dengan Notosports untuk produksi jersey.

BanyuwangiNet.com – Persewangi Banyuwangi mulai mematangkan persiapan menghadapi kompetisi Liga 4 musim 2026. Selain menjalin kerja sama dengan apparel asal Jember, Notosports, manajemen klub juga tengah melakukan seleksi ketat untuk menentukan pelatih yang akan memimpin tim berjuluk Laskar Blambangan tersebut.

Kerja sama dengan Notosports diumumkan dalam sesi konferensi pers kemitraan yang digelar pada Rabu (24/6/2026). Kolaborasi ini akan berlangsung selama dua musim kompetisi, yakni musim 2026 dan 2027.

Presiden Klub Persewangi, Handoko, mengatakan, kerja sama tersebut merupakan bagian dari upaya meningkatkan prestasi klub sekaligus mendukung perkembangan sepak bola Banyuwangi.

“Kerjasama langsung kita lakukan untuk dua tahun ke depan, musim ini dan musim depan,” jelas Handoko.

Dalam kerja sama tersebut, Notosports akan menyuplai jersey resmi tim untuk kompetisi Liga 4. Jersey kandang (home) Persewangi tetap mempertahankan warna burgundy yang selama ini menjadi identitas klub.

Manajemen juga mengungkapkan, desain jersey musim ini digarap oleh sosok yang pernah terlibat sebagai desainer Tim Nasional Indonesia.

Sementara itu, untuk jersey tandang (away), Persewangi akan mengusung konsep yang lebih inklusif dengan melibatkan anak-anak kreatif Banyuwangi, termasuk penyandang disabilitas, dalam proses desainnya.

Langkah tersebut diharapkan dapat memperkuat keterlibatan masyarakat sekaligus menghadirkan identitas lokal yang lebih kuat pada seragam tim.

Selain memperkenalkan mitra apparel resmi, manajemen Persewangi juga mengungkap perkembangan pencarian pelatih kepala untuk musim kompetisi mendatang.

Menurut Handoko, sejumlah kandidat telah menjalin komunikasi dengan manajemen. Namun, hingga saat ini belum ada keputusan final karena klub ingin memastikan sosok yang dipilih mampu membawa Persewangi meraih hasil maksimal.

“Kita belum putuskan. Kita masih menunggu berbagai hal di kompetisi yang akan datang, tapi gak lama (akan diputuskan),” tegasnya.

Ia menjelaskan bahwa penentuan pelatih tidak dilakukan secara terburu-buru karena banyak aspek yang harus dipertimbangkan, mulai dari pengalaman, visi permainan, hingga kemampuan membangun tim yang kompetitif.

Sebagai bagian dari penguatan organisasi, manajemen Persewangi juga aktif menjalin komunikasi dengan sejumlah klub dari level kompetisi yang lebih tinggi.

Persewangi Perkenalkan Skuad dan Jersey Baru, Bupati Ipuk Berharap Promosi Liga

Handoko mengungkapkan, pihaknya sempat melakukan pertemuan dengan beberapa klub, termasuk tim dari Bekasi dan Persijap Jepara. Pertemuan tersebut bertujuan memperluas jaringan kerja sama sekaligus menjadi sarana belajar untuk meningkatkan kualitas pengelolaan klub.

“Kita perlu banyak belajar dan bangun sinergi kerjasama demi perkembangan sepakbola Banyuwangi,” ujarnya.

Di sisi pembinaan usia muda, Persewangi mulai memperkuat regenerasi pemain dengan membentuk tim Persewangi U-17. Tim tersebut saat ini ditangani oleh Coach Alung dan telah memiliki 36 pemain yang aktif mengikuti program latihan rutin.

Car Free Day Kembali Hadir di Banyuwangi: Ruang Publik, Olahraga, dan Layanan Masyarakat dalam Satu Lokasi

Keberadaan tim U-17 diharapkan menjadi fondasi jangka panjang bagi Persewangi dalam mencetak talenta lokal yang siap memperkuat tim senior di masa mendatang.

“Sudah rutin berlatih. Semoga semakin membawa warna positif bagi persepakbolaan Banyuwangi,” kata Handoko.

Artikel Terkait