Perpaduan Olahraga dan Rubber Jazz, Banyuwangi Terus Kembangkan Wellness Tourism

BanyuwangiNet - BanyuwangiNet
Minggu, 17 Oktober 2021, 11:13 WIB

BANYUWANGI– Pariwisata di Kabupaten Banyuwangi mulai bergerak. Sejumlah atraksi terus digelar dengan tetap menerapkan protokol kesehatan ketat. Mengusung konsep wisata minat khusus untuk menjaga kebugaran tubuh (Wellness Tourism), Banyuwangi menggelar event jazz di tengah perkebunan karet, yakni Rubber Jazz.

Gelaran musik ini bertempat di perkebunan karet Kalibendo, Desa Kampung Anyar, Kecamatan Glagah, Banyuwangi, Sabtu (16/10/2021). Sebuah atraksi yang memadukan pertunjukan musik jazz, nikmatnya kuliner sehat, dan didahului perjalanan bersepeda.

“Sehingga ini tidak hanya soal keindahan alam dan musik, tapi mengedepankan kesehatan dan kebugaran tubuh,” ujar Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani.

Dia mengatakan, seiring melandainya kasus aktif covid-19 di Tanah Air, termasuk Banyuwangi, menyebabkan orang kembali berburu aktivitas hiburan (leisure), seperti berwisata dan kuliner. Di saat itulah tercipta momentum Post-Pandemic Rebound. Inilah yang sedang ditangkap oleh Banyuwangi.

“Untuk mendorong kebangkitan pariwisata, kita sudah siapkan strategi ‘Tiga Makin’. Yakni makin digital, makin kreatif, dan makin sehat. Nah, inilah salah satu upaya untuk mewujudkan wisata yang sehat dan aman bagi pengunjung, seperti atraksi musik jazz di tengah perkebunan karet ini,” ujar Ipuk.

Atraksi musik jazz ini digelar di tengah hamparan kebun karet Kalibendo yang terletak di kaki Gunung Ijen. Letaknya sekitar 30 menit dari pusat kota. Selain udaranya sejuk berlimpah oksigen, alamnya juga indah, dan memiliki tanjakan yang cukup menantang. Tak heran, lokasi ini menjadi rute favorit para pehobi olah raga sepeda dan lari.

“Makanya kita pilih di sini. Selain lokasi favorit para pesepeda dan pelari, ini juga merupakan jalur wisatawan setelah turun dari Ijen,” ungkap Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Banyuwangi, MY. Bramuda.

Baca Juga:

Meriahnya Jazz Gunung Hybrid Concert 2020 di Banyuwangi

5 Kopi Banyuwangi yang Wajib Dicoba

Dia mengatakan, ini merupakan tawaran komplit beriwisata aman dan sehat. Usai berolah raga, pengunjung bisa menikmati alunan musik jazz sambil menikmati kopi dan jajanan khas Banyuwangi, sembari menghirup udara segar khas perkebunan.

Acara ini dimeriahkan oleh musisi penuh talenta Banyuwangi seperti Adi Bolo dan Vista Vani. Diiringi musik Semar Akustik Band, mereka membawakan sejumlah lagu dengan aransemen baru yang menarik.

Para pengunjung yang hadir pun memberikan apresiasi. Mulai pesepeda, pendaki Gunung Ijen, hingga komunitas camper van dari berbagai kota yang kebetulan sedang berwisata di Banyuwangi.

M. Azis Nasution dari Jakarta sangat mengapresiasi event ini. Menurutnya, event ini sangat inovatif dan dapat menjadi angin segar bagi perkembangan pariwisata Indonesia.

“Saya akan merekomendasikan wisata outdor berbasis alam seperti di Banyuwangi kepada relasi, dan kerabat saya. Menurut saya, Banyuwangi seperti sangat komplit. Semua ada di sini, mulai gunung, pantai, hutan, hingga satwa yang beragam,” ujarnya.

Hal serupa juga disampaikan Zakaria, anggota camper van Bali yang mengaku kagum atas keindahan alam Banyuwangi. Dia yang hadir bersama istri tampak larut dalam keseruan Rubber Jazz.

“Kami sudah 3 hari di Banyuwangi. Kami juga sudah nge-camp di beberapa destinasi, salah satunya di Terasering Desa Banjar dan perkebunan Kalibendo ini. Semuanya keren dan berkesan, apalagi pas ada pertunjukan jazz juga. Senang banget bisa ke Banyuwangi,” tuturnya.

Akhir Pekan di Banyuwangi, Menikmati Jazz Kopi di Lereng Ijen

Kabupaten Banyuwangi memiliki beragam potensi pariwisata yang terus dioptimalkan warganya. Belakangan muncul spot-spot menarik yang memadukan hobi dan pariwisata.

Bagi pehobi sepeda, misalnya, bisa memilih bersepeda di lereng Gunung Ijen sambil menikmati aneka atraksi. Salah satunya adalah “Jazz Kopi” di spot wisata Pondok Indah Banyuwangi.

Berada di tengah kebun kopi, Pondok Indah menawarkan atraksi musik bagi pengunjungnya. Seperti yang terlihat Sabtu pagi, (9/10/2021), mereka menampilkan Jazz Kopi bagi para penghobi sepeda yang sedang sarapan di sana, usai gowes berkeliling kota.

“Dengan paket-paket privat yang terbatas ini, bisa menjadi alternatif berlibur secara aman. Ekonomi bisa mulai bergeliat, namun tetap harus protokol kesehatan ketat,” ujar Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani yang tampak hadir di antara para “goweser” tersebut.

Dia mengatakan, Banyuwangi sudah masuk PPKM Level 2 di mana destinasi sudah bisa dibuka secara bertahap dan terbatas. “Kami juga terus memacu vaksinasi demi melindungi semuanya,” ujarnya.

Ipuk mendorong penyedia jasa amenitas seperti hotel, restoran, dan homestay untuk menghadirkan atraksi seni dan budaya yang menarik bagi pengunjung.

“Kami berharap, wisatawan yang ke sini masih bisa menikmati atraksi seni namun tetap terjaga protokol kesehatannya,” kata Ipuk.

Atraksi musik jazz ini digelar di tengah hamparan kebun kopi spot wisata Pondok Indah. Letaknya hanya 15 menit dari pusat kota. Memasuki kawasan Pondok Indah, mata akan dimanjakan dengan sejuknya perkebunan kopi. Pengelolanya menyediakan hiburan musik Jazz Kopi.

Dinamakan Jazz Kopi, selain karena berada di antara kebun kopi, juga lantaran digelar musik jazz dengan suguhan utama kopi khas Banyuwangi.

“Bersepeda sambil menikmati sejuknya perkebunan kopi, menikmati musik jazz dengan latar belakang persawahan sambil menyeruput kopi, sungguh perpaduan yang sempurna,” kata Dede Abdul Ghany, pehobi sepeda yang juga pengusaha muda.

Dede bersama rekan-rekannya sengaja memilih track ke lereng Gunung Ijen, karena memiliki panorama yang indah. “Banyuwangi memiliki banyak spot-spot yang menarik bagi pesepeda. Salah satunya track menuju Kawah Ijen ini,” jelas Dede yang juga kedatangan tamu para pengusaha muda dari luar daerah seperti Surabaya dan Bali.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Banyuwangi MY Bramuda menyebutkan, ada banyak destinasi di bumi Blambangan yang dapat dijadikan jujukan bagi para pehobi sepeda. “Ada banyak spot alam yang menarik yang bisa dijadikan rute bersepada. Mulai dari pantai, persawahan, sampai perkebunan,” ungkapnya.

Selain Pondok Indah, ada juga beberapa tempat yang siap untuk menjadikan destinasi. Di antaranya Dusun Rembang, Desa Banjar, Kecamatan Licin yang menyuguhkan lansekap persawahan, kawasan perkebunan Kalibendo yang dinaungi rindang pepohonan sampai gemericik air terjun.

“Para pengunjung juga bisa request berbagai hiburan dan kuliner. Tak hanya jazz, juga bisa kesenian tradisional dan aneka rupa kuliner,” imbuh Bramuda.