Dapat Serbuan Vaksinasi Maritim, Bupati Banyuwangi: Terima Kasih Pangkoarmada II

BanyuwangiNet - BanyuwangiNet
Minggu, 17 Oktober 2021, 11:33 WIB
IMG-20211016-WA0059
Vaksinasi Maritim

BANYUWANGI – Program “Serbuan Vaksinasi Maritim” yang digelar di Banyuwangi pada Kamis (14/10/2021) dan dihadiri Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto serta Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo menjadi pemacu semangat bagi kabupaten di ujung timur Pulau Jawa itu untuk terus mengakeselerasi vaksinasi Covid-19.

“Ini pertama kali bagi Banyuwangi mendapatkan program serbuan vaksinasi maritim dalam skala besar. Sangat bermanfaat sekali bagi warga Banyuwangi. Terima kasih atas bantuan dan perhatian dari KSAL Laksamana TNI Yudo Margono dan Panglima Komando Armada (Pangkoarmada) II Laksamana Muda TNI Iwan Isnurwanto,” ujar Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani saat meninjau sejumlah titik vaksinasi, Sabtu (16/10/2021).

Dengan dukungan Serbuan Vaksinasi Maritim yang mampu mencapai 17.000 sasaran dalam sehari tersebut, lanjut Ipuk, membuat seluruh jajaran di Banyuwangi semakin semangat menggenjot vaksinasi.

“Dari program Serbuan Vaksinasi Maritim, akhirnya kita terinspirasi bikin vaksinasi terfokus, satu kecamatan kita serbu dengan target masif lalu geser ke kecamatan lainnya setiap hari. Seperti hari ini, di Kecamatan Singojuruh kita gelar di 11 titik sekaligus dengan 7.300 sasaran,” ujar Ipuk.

Baca Juga:

Tertinggi di Jatim, Banyuwangi Tuntaskan 100% Vaksinasi Dosis 1 Penyandang Disabilitas

Bali Buka Wisatawan Internasional, Banyuwangi Kebut Vaksinasi

Ipuk pun optimistis cakupan vaksinasi di Banyuwangi bisa mencapai 70 persen sasaran pada akhir Oktober, dan sebesar 60 persen sasaran untuk kalangan warga lanjut usia (lansia).

Adapun saat ini, capaian vaksinasi Banyuwangi untuk dosis 1 sebesar 60 persen dari sasaran 1,34 juta jiwa, sedangkan khusus yang warga lansia telah mencapai 50 persen sasaran.

“Dengan dukungan dari seluruh tenaga kesehatan, tokoh agama, tokoh masyarakat, TNI, Polri, ormas, parpol, organisasi, dan relawan, Insya Allah kami bisa mempercepat vaksinasi untuk semakin melindungi warga dan memulihkan ekonomi,” papar Ipuk.

Serbuan Vaksinasi Maritim ini digelar serentak di RSNU dan 45 titik lain se-Banyuwangi

Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto dan Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo meninjau pelaksanaan Serbuan Vaksinasi Maritim di Banyuwangi, Kamis (14/10/2021). Keduanya mengapresiasi pelaksanaan vaksinasi Covid-19 di Banyuwangi yang terus meningkat berkat kekompakan para pemangku kepentingan.

“Saya sangat berterima kasih dan bangga kepada masyarakat Banyuwangi yang sangat antusias untuk melaksanakan vaksinasi. Hari ini sebenarnya targetnya adalah 15.000 orang, tapi mencapai 17.000 orang divaksin,” kata Panglima TNI.

Panglima TNI juga mengapresiasi capaian vaksinasi di Banyuwangi yang telah mencapai hampir 60 persen per 14 Oktober 2021. Menurut Hadi, ini menunjukkan sinergi antara stakeholder di Banyuwangi berjalan baik.

“Saya juga mendengar dari Ibu Bupati, di Banyuwangi juga terdapat banyak relawan yang turut membantu percepatan vaksinasi. Terima kasih atas kerjasama dan kerja keras seluruh pihak, TNI, Polri, pemerintah daerah, tenaga kesehatan, relawan, dan seluruh pihak yang terlibat,” jelas Marsekal Hadi.

Hal yang sama disampaikan Kapolri. Menurutnya turunnya laju kasus Covid-19 berkat kerja keras seluruh pihak, sehingga saat ini Indonesia menjadi urutan pertama yang berhasil menahan laju Covid-19 di negara Asia Tenggara.

“Ini harus dipertahankan. Jangan sampai naik lagi. Karena itu, kuncinya cuma satu tetap patuhi protokol kesehatan. Terima kasih kepada masyarakat Banyuwangi,” kata Jenderal Listyo Sigit.

Dalam kesempatan itu, Panglima TNI dan Kapolri berkesempatan dialog dengan sejumlah puskesmas terkait pelaksanaan vaksinasi Covid-19.

Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani, berterima kasih atas perhatian dan dukungan pemerintah pusat, Panglima TNI dan Kapolri, yang terus mendukung Banyuwangi.

“Kerja gotong royong digalang untuk menyukseskan vaksinasi Covid-19. Mulai para ulama, para tokoh agama, tenaga kesehatan, TNI, Polri, ormas, partai politik, komunitas, organisasi, hingga relawan bekerja bersama,” kata Ipuk.

Ipuk mengatakan, Pemkab Banyuwangi sangat terbantu dengan berbagai kerja keras TNI dan Polri, mulai menjemput warga untuk vaksinasi, door to door vaksinasi, menjemput warga yang isolasi mandiri menuju isolasi terpusat, hingga menjaga pelaksanaan PPKM.

Ipuk menjelaskan, Pemkab Banyuwangi akan mempercepat vaksinasi dengan sejumlah inovasi dengan berbasis RT/RW/dusun.

“Kalau dulu vaksinasi berbasis desa, sekarang kami perkecil skalanya, dan akan dilaksanakan sore atau malam hari sehingga warga yang pagi hari harus bekerja, kita vaksin sore atau malam hari. Ini semua akan dilaksanakan atas dukungan TNI dan Polri. Terima kasih TNI dan Polri,” ujarnya.

Pendataan terkait hal itu, lanjut Ipuk, bakal tuntas pekan ini. “Jadi kita tahu detil warga yang belum divaksin by name by address. Nanti kita lakukan strategi jemput bola melakukan vaksinasi pada sore dan malam hari,” jelasnya.

“Dengan semua strategi ini, kami targetkan di akhir Oktober ini capaian vaksinasi dosis 1 telah mencapai 70% dan lansia di atas 60%,” tuturnya