Cuaca Buruk Selat Bali Picu Antrean Truk Logistik di Pelabuhan Ketapang Banyuwangi
BanyuwangiNet.com – Cuaca buruk yang melanda Selat Bali dalam beberapa hari terakhir menyebabkan arus penyeberangan lintas Ketapang-Gilimanuk mengalami gangguan. Antrean kendaraan logistik masih terjadi di jalur menuju Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi, Jumat (22/5/2026).
General Manager PT ASDP Indonesia Ferry Cabang Ketapang, Arief Eko, menjelaskan kondisi cuaca berupa hujan dan angin kencang memengaruhi operasional kapal penyeberangan selama tiga hari terakhir. Menurutnya, kondisi cuaca tersebut membuat proses olah gerak kapal harus dilakukan lebih hati-hati demi menjaga keselamatan pelayaran.
“Dalam kondisi begitu, maka waktu olah gerak kapal itu mengalami delay karena harus memperhitungkan kondisi arus, kondisi perairan, cuaca dan sebagainya, dan tentunya mempertimbangkan faktor keamanan atau safety,” jelas Arief, Jumat (22/5/2026).
Arief menegaskan, dari sisi armada penyeberangan tidak terdapat kendala teknis. Seluruh kapal dalam kondisi normal dan tetap beroperasi. Namun keterlambatan olah gerak kapal berdampak pada berkurangnya jumlah perjalanan atau trip penyeberangan. Penurunan jumlah trip terutama terjadi di dermaga LCM dan MB4 yang selama ini melayani kendaraan logistik.
“Kalau normal, tiga hari itu dermaga LCM bisa melayani 70-an trip, dalam tiga hari kemarin itu terjadi penurunan sekitar 30 trip. Jadi hanya 40 trip yang bisa dilayani dalam tiga hari,” terangnya.
ASDP Catat Peningkatan Penumpang dan Kendaraan di Lintasan Ketapang-Gilimanuk saat Long Weekend
Berkurangnya jumlah trip tersebut berdampak langsung pada antrean kendaraan logistik menuju pelabuhan. Kondisi itu juga dipengaruhi adanya peningkatan jumlah kendaraan barang yang datang ke Pelabuhan Ketapang, meski tidak terlalu signifikan.
“Memang ada sedikit peningkatan tapi tidak signifikan seperti waktu angkutan kemarin-kemarin,” ujar Arief.
Ia menyebut lintasan Ketapang-Gilimanuk merupakan salah satu jalur penyeberangan tersibuk yang didominasi kendaraan logistik. Karena itu, sedikit saja gangguan operasional akibat cuaca langsung memicu antrean kendaraan.
“Jadi sebenarnya itu murni dari faktor cuaca,” katanya.
Dengan kondisi cuaca yang mulai membaik pada Jumat siang, ASDP berharap antrean kendaraan dapat segera terurai. Jika cuaca tetap mendukung, kepadatan ditargetkan mulai normal kembali pada Jumat malam atau Sabtu dini hari.
“Mudah-mudahan sampai dengan nanti malam atau dini hari mudah-mudahan sudah bisa kita uraikan,” ujarnya.
Arief menambahkan, hingga saat ini belum ada rekomendasi dari Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika untuk menutup jalur pelayaran Ketapang-Gilimanuk. Operasional penyeberangan masih berjalan, meski dengan penyesuaian kecepatan dan pergerakan kapal.
56 Biksu Thudong Tiba di Banyuwangi, Bawa Pesan Perdamaian Menuju Borobudur
ASDP juga terus berkoordinasi dengan BMKG, BPTD, serta kepolisian untuk mengatur arus kendaraan di luar area pelabuhan agar kepadatan tidak semakin parah.
Selain itu, kantung parkir Bulusan dioptimalkan untuk menampung kendaraan logistik. Kapasitas area penampungan tersebut mencapai sekitar 400 truk besar yang akan diatur masuk ke pelabuhan sesuai antrean. Sementara itu, kendaraan pribadi, bus, dan sepeda motor masih dapat langsung masuk ke area pelabuhan tanpa hambatan berarti.
“Tapi kalau untuk kendaraan pribadi dan kendaraan kecil, bus, roda 2 aman, artinya bisa langsung masuk ke pelabuhan, itu tidak ada masalah. Karena memang mayoritas antrennya kendaraan logistik,” pungkasnya.