Bocah 7 Tahun Tenggelam Saat Mandi di Sungai Setail Banyuwangi

BanyuwangiNet - BanyuwangiNet
Senin, 24 Agustus 2026, 20:49 WIB
WhatsApp Image 2026-08-24 at 20.30.03
Petugas Polsek mendatangi rumah duka korban tenggelam.

BanyuwangiNet.com – Seorang bocah berusia tujuh tahun berinisial WZN meninggal dunia setelah tenggelam di Sungai Setail, Desa/Kecamatan Purwoharjo, Banyuwangi, Senin (24/8/2026) sore.

Peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 17.00 WIB. Saat kejadian, korban diketahui sedang mandi dan bermain air bersama seorang temannya, K (7), di sungai yang berada tidak jauh dari tempat tinggalnya.

Kapolsek Purwoharjo, Iptu Agus Suhartono, mengatakan, korban dan temannya sudah berada di Sungai Setail sejak sekitar pukul 13.30 WIB. Keduanya kemudian bermain air hingga korban tiba-tiba tenggelam.

“Tidak lama setelah itu, teman korban melihat korban tenggelam di sungai,” kata Agus.

Tidak dapat menolong korban seorang diri, K kemudian berlari menuju rumah WZN untuk meminta bantuan. Di rumah tersebut, ia bertemu dengan Mutohir, ayah korban, dan memberitahukan bahwa anaknya tenggelam.

“Ayah korban bersama seorang warga lain lalu berlari mendatangi tempat kejadian perkara,” ujar Agus.

Sesampainya di lokasi, ayah korban bersama warga langsung masuk ke sungai dan melakukan pencarian di sekitar titik korban terakhir terlihat.

Bocah 8 Tahun di Banyuwangi Tewas Terseret Arus Sungai Pengondangan, Ditemukan 5,5 Km dari Lokasi

Upaya tersebut akhirnya membuahkan hasil. Korban ditemukan berada di dalam air dengan posisi tubuh terjepit padas.

“Mereka menyisir sungai dengan radius sekitar 6 meter dari tempat korban tenggelam. Korban ditemukan dalam posisi tenggelam terjepit padas di dalam air,” jelasnya.

Korban kemudian dibawa pulang ke rumah untuk disemayamkan. Setelah menerima laporan kejadian tersebut, anggota Polsek Purwoharjo bersama petugas medis mendatangi rumah duka. Pemeriksaan terhadap kondisi luar tubuh korban kemudian dilakukan.

Air Sungai Sobo Banyuwangi Mendadak Hijau, DLH Selidiki Dugaan Sumber Pencemaran

Dari pemeriksaan tersebut, petugas tidak menemukan bekas luka maupun tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban. Karena tidak ditemukan kejanggalan, jenazah selanjutnya diserahkan kepada pihak keluarga.

“Keluarga korban meminta agar tidak dilakukan autopsi dan menerima kejadian ini sebagai musibah,” kata Agus.

Artikel Terkait