Banyuwangi Sport Tourism Bukan Sakadar Olahraga

BanyuwangiNet - BanyuwangiNet
Minggu, 27 November 2022, 21:28 WIB
IMG-20220604-WA0089
Banyuwangi Sport Tourism Bukan Sakadar Olahraga
Worl Surf League (WSL) merupakan salah satu gelaran Banyuwangi sport tourism.

Banyuwangi sport tourism, perhelatan wisata olahraga tak hanya melulu terkait pengembangan wisata dan olahraga.

BanyuwangiNet-Sport tourism kini banyak mendapat perhatian dewasa ini adalah wisata olahraga (sport tourism). Wisata olahraga adalah jenis perjalanan untuk berpartisipasi dalam kegiatan olahraga, baik sekadar rekreasi, berkompetisi, maupun bepergian ke situs-situs olahraga (Gibson, Attle, Yiannakis, 1997).

Bagi Banyuwangi perhelatan wisata olahraga (sport tourism) tak hanya melulu terkait pengembangan wisata dan olahraga. Berbagai dampak positif turut menyertai dari ajang wisata olahraga, dan diharapkan terus menggelinding untuk menunjang pembangunan daerah.

Pengalaman Banyuwangi yang baru saja menggelar World Surf League (WSL) Championship Tour, liga surfing paling bergensi dunia, yang digelar di Pantai Plengkung (G-Land), Taman Alas Purwo, 28 Mei–4 Juni 2022, banyak dampak dari pagelaran berskala internasional itu. Untuk mempersiapkan ajang ini, insfrastruktur di Taman Alas Purwo diperbaiki. Jalan menuju ke pantai Plengkung dibangun tanpa mengganggu ekosistem di sana.

Paralayang Banyuwangi, Momentum Seru Berlayang di Atas Keindahan Panorama Pegunungan

Demikian juga dengan kebutuhan listrik dan telekomunikasi yang juga dibangun di Alas Purwo, serta berbagai pembangunan insfrastruktur lainnya. Kualitas pengelolaan sampah di sekitar Taman Nasional Alas Purwo juga ditingkatkan. Di kawasan ini banyak terdapat sungai. Pemkab Banyuwangi berkolaborasi dengan NGO Sungai Watch bersama warga setempat bergotong royong membersihkan aliran-aliran sungai.

Dalam satu pekan sebelum pelaksanaan WSL, mereka membersihkan sampah di sepanjang 15 km garis pantai dengan puluhan titik sungai. Mereka memasang 20 jaring di sungai untuk membersihkan sampah di sana. Hingga hari ketiga setidaknya 3 ton sampah yang telah berhasil dibersihkan.

Dengan event pariwisata, seperti selancar dunia ini berjalan sekaligus bergerak untuk meningkatkan kebersihan di sungai, meningkatkan kualitas infrastruktur secara bertahap, meningkatkan kualitas SDM, merawat kearifan lokal, dan tentu saja menggerakkan ekonomi masyarakat.

Ratusan Atlet di Turnamen Tenis Meja Banyuwangi Open se-Jawa Bali

Pengalaman yang sama juga dirasakan Banyuwangi saat menggelar berbagai event sport tourism. Tour de ljen, Pulau Merah International Surfing Competition mampu semakin melambungkan nama Gunung ljen dan Pulau Merah menjadi destinasi wisata unggulan. Banyak dampak berganda dari perhelatan wisata olahraga.

Sentuhan wisata olahraga membawa banyak manfaat bagi ekonomi masyarakat. Melalui wisata olahraga, Banyuwangi Sport Tourism, daerah bisa berpromosi sesuai potensi, sehingga muncul efek pemasaran yang baik untuk mengajak wisatawan dan investor ke daerah tersebut. Wisata olahraga juga menjadi jawaban untuk mengatasi kesenjangan spasial antardesa dan antarkecamatan, karena pemerintah daerah mengembangkan destinasi wisata yang ada di perdesaan dengan sentuhan sport tourism.

Ekonomi kreatif masyarakat bergerak. Industri kerajinan lokal, makanan-minuman, hingga jasa penunjang pariwisata seperti transportasi dan home stay berbasis rumah penduduk tumbuh bersamaan. Data BPS mengonfirmasi, telah terjadi peningkatan nilai tambah sub-sektor industri kreatif dalam PDRB Banyuwangi, mulai dari sektor kuliner, jasa hiburan kebudayaan, perhotelan, hingga kerajinan dan barang seni.

Wisata olahraga juga terbukti bisa membangun kebanggaan dan kepercayaan diri rakyat terhadap daerahnya. Warga yang ada di desa-desa bangga daerahnya dikenal publik global, sehingga wisata olahraga menjadi sarana konsolidasi sosial untuk mendesain pembangunan berbasis partisipasi, bukan mobilisasi. Jika ditarik lebih jauh lagi, Banyuwangi Sport Tourism akan menjadi modal sosial (social capital) yang sangat berharga untuk membangun daerah.

Sport tourism sebagai saranal konsolidasi infrastruktur. Melalui ajang wisata olahraga, daerah memperbaiki dan membangun jalan hingga ke pelosok-pelosok desa untuk memudahkan akses bagi wisatawan dan peserta lomba. Pengalaman menyelenggarakan Banyuwangi Tour de ljen, kami memastikan 600 kilometer jalan berkualitas sangat bagus. Perbaikan jalan ini tentu tidak hanya berguna pada saat lomba saja, melainkan akan membantu mobilitas penduduk lokal untuk menggerakkan ekonomi daerah.

Dengan berbagai dampak positif tersebut, potensi wisata olahraga di Indonesia perlu dioptimalkan, mengingat Banyuwangi punya potensi luar biasa untuk memadukan konsep wisata dan olahraga yang bisa menghasilkan banyak dampak positif untuk kesejahteraan sosial-ekonomi masyarakat.

Berbagai varian pariwisata yang terus dikembangkan menjadikan sektor ini sebagai salah satu andalan dalam perekonomian daerah.