Angka Kemiskinan Banyuwangi Terus Menurun, Kembali Terendah Sepanjang Sejarah

BanyuwangiNet - BanyuwangiNet
Senin, 26 Agustus 2024, 12:50 WIB
IMG_20240528_170358_752

BanyuwangiNet.com – Tren angka kemiskinan Banyuwangi terus mengalami penurunan. Setelah berada di angka 7,34 persen pada 2023, yang merupakan terendah dalam sejarah Banyuwangi sejak Indonesia merdeka, angka tersebut terus turun tiap tahunnya. Terbaru berdasar data Badan Pusat Statistik (BPS), kemiskinan Banyuwangi pada 2024 berada di angka 6,54.

“Angka kemiskinan Banyuwangi terbaru hasil Susenas (survey sosial ekonomi nasional) yang dilaksanakan pada bulan Maret 2024, yakni sebesar 6,54, atau turun 0,80 poin dari 2023 yang sebesar 7,34,” kata Kepala BPS Banyuwangi Hermanto.

Penurunan angka kemiskinan Banyuwangi, lanjut Hermanto dipengaruhi oleh sejumlah faktor yang berlangsung di tahun 2023. Di antaranya kondisi ekonomi makro yang mengalami tren positif. Seperti Inflasi yeay on year (yoy) yang bergerak positif yakni sebesar 2,67di 2023, lebih rendah dari Inflasi 2022 sebesar 2,71.

Berbagai program yang digulirkan pemkab juga telah membawa dampak positif. Perekonomian Banyuwangi tahun 2023 tumbuh dari 4,43 persen (2022) menjadi 5,03 persen (2023). Pendapatan perkapita Banyuwangi pun mengalami peningkatan dari Rp. 53,822 juta ( 2022) menjadi Rp. 58,086 juta (2023).

Lima Kali Beruntun Sistem informasi Produk Hukum Banyuwangi Terbaik se-Indonesia

Hermanto melanjutkan, penurunan angka kemiskinan Banyuwangi juga dipengaruhi oleh kolaborasi dan kinerja pemerintah daerah bersama stakeholder terkait dalam penanganan kemiskinan melalui berbagai program. Seperti program pengendalian harga bahan pokok, Rantang Kasih, bantuan pangan kolaborasi dengan Bulog, hingga Program ASN Berbagi.

“Selain itu juga ada program peningkatan pendapatan kelompok rentan, dengan bantuan alat usaha seperti Warung Naik Kelas (Wenak), Kanggo Riko, Teman Usaha Rakyat (TUR), fasilitasi promosi produk UMKM, hingga subsidi biaya pengiriman produk UMKM dan upaya menumbuhkan wirausaha muda,” urai Hermanto.

Perkuat Literasi Sejak Dini dengan Program Bunda PAUD Bercerita

Sementara Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestaiandani mengatakan, penurunan kemiskinan ini berkat kolaborasi dan kerja keras semua pihak dalam berbagai program yang telah digulirkan.

“Penurunan angka kemiskinan ini merupakan buah gotong royong banyak pihak. Kami sangat berterima kasih dan mengapresiasi pada semua yang terlibat ,” kata Ipuk.

Upaya penurunan kemiskinan akan terus dilakuka, karena saat ini masih tersisa jumlah penduduk miskin yang masih harus mendapatkan perhatian. “Dengan dukungan semua pihak, pemerintah akan terus melakukan penajaman sasaran intervensi program kemiskinan dan juga memantapkan program yang berdampak dan tepat sasaran,” ujar Ipuk. (*)