Alumni Jagoan Digital Banyuwangi Raih Juara 3 Dunia Kompetisi Satelit NASA di Amerika Serikat

BanyuwangiNet - BanyuwangiNet
Kamis, 18 Juni 2026, 19:10 WIB
1000903314
Adam Kandias (dua dari kanan) berhasil meraih prestasi di ajang CanSat Competition 2026 yang digelar di Virginia, Amerika Serikat.

BanyuwangiNet.com – Program inkubasi anak muda berbasis teknologi yang digagas Pemerintah Kabupaten Banyuwangi kembali mencatatkan prestasi membanggakan di tingkat internasional. Adam Kandias (21), alumni Jagoan Digital Banyuwangi angkatan 2023-2024, berhasil meraih Juara 3 Dunia dalam CanSat Competition 2026, kompetisi teknologi satelit mini bergengsi yang digelar di Virginia, Amerika Serikat.

Prestasi tersebut mendapat apresiasi dari Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani. Menurutnya, keberhasilan Adam menjadi bukti bahwa anak-anak muda Banyuwangi mampu bersaing di tingkat global jika mendapatkan ruang pengembangan yang tepat.

“Kami semua sangat bangga tentunya dengan talenta berbakat seperti Adam Kandias. Ini bisa menjadi inspirasi anak muda lain untuk berprestasi di berbagai sektor,” kata Ipuk, Kamis (18/6/2026).

CanSat Competition 2026 merupakan kompetisi teknologi kedirgantaraan yang diselenggarakan oleh American Astronautical Society (AAS) dengan dukungan NASA. Ajang ini menantang peserta untuk merancang, membangun, menguji, dan meluncurkan satelit mini yang mampu menjalankan misi tertentu.

Pada edisi tahun ini, kompetisi diikuti 67 tim dari 21 negara. Tim Bamantara EEPISAT dari Politeknik Elektronika Negeri Surabaya (PENS), yang diperkuat Adam Kandias, menjadi satu-satunya wakil Indonesia yang berhasil lolos hingga babak final dan meraih posisi tiga besar dunia.

Keberhasilan tersebut menjadi capaian penting bagi dunia pendidikan dan teknologi Indonesia, khususnya di bidang riset satelit mini dan teknologi kedirgantaraan.

Adam, yang akrab disapa Dias, merupakan mahasiswa semester empat Program Studi Teknik Komputer PENS. Ia mengaku perjalanan menuju kompetisi internasional tidak terjadi secara instan.

Menurut Dias, salah satu titik awal yang membentuk minat dan kemampuannya di bidang teknologi adalah saat mengikuti program Jagoan Digital Banyuwangi ketika masih menempuh pendidikan di SMKN 1 Banyuwangi.

“Kalau berbicara mengenai perjalanan saya mungkin cukup panjang hingga ke sini, namun salah satu titik awal perjalanan adalah saat mengikuti program Jagoan Digital yang digagas Pemkab Banyuwangi,” kata Dias.

Program Jagoan Digital merupakan bagian dari ekosistem Jagoan Banyuwangi yang dirancang untuk mengembangkan talenta muda di bidang teknologi, startup, dan kewirausahaan digital. Program ini membekali peserta dengan keterampilan teknis sekaligus kemampuan membangun inovasi berbasis teknologi.

Dias tercatat sebagai peserta Jagoan Digital angkatan 2023-2024 melalui startup yang diberi nama “Tambalin”. Dari program tersebut, ia kemudian terpilih mengikuti Banyuwangi Business Academy (BBA) yang diselenggarakan Dinas Komunikasi, Informatika, dan Persandian Banyuwangi.

“Program ini memberikan pengalaman terkait bagaimana suatu ide dan inovasi diinisialisasi hingga direalisasikan, serta bagaimana menyampaikan gagasan tersebut di depan publik dengan baik,” ujarnya.

Dias menilai Jagoan Digital memberinya pengalaman yang tidak didapatkan di bangku sekolah. Selain belajar pengembangan perangkat lunak, ia juga memperoleh wawasan mengenai pemecahan masalah berbasis teknologi, kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI), hingga kemampuan komunikasi dan presentasi.

“Melalui Jagoan Digital, saya mendapat pengalaman belajar yang tidak saya temukan di sekolah, terutama mengenai pola pikir untuk terus belajar, berinovasi, dan berani mencoba hal baru,” ungkapnya.

Bekal tersebut kemudian menjadi fondasi bagi Dias untuk melanjutkan pendidikan di PENS dan aktif dalam berbagai kegiatan penelitian teknologi.

Selama kuliah, Dias bergabung dengan tim riset Bamantara EEPISAT yang fokus mengembangkan teknologi satelit mini dan sistem kedirgantaraan.

Dalam CanSat Competition 2026, peserta harus melalui proses panjang selama hampir satu tahun, mulai dari penyusunan desain, penulisan paper teknis, presentasi desain, pengujian sistem, hingga pelaksanaan final kompetisi di Virginia, Amerika Serikat.

Pada tim tersebut, Dias berperan dalam pengembangan perangkat lunak Ground Control Station (GCS), sistem komunikasi data, serta riset antena yang mendukung operasional satelit mini.

Gramedia Hadir di Banyuwangi, Perkuat Ekosistem Literasi dan Ruang Kreatif Masyarakat

Kerja keras tim akhirnya membuahkan hasil dengan diraihnya Juara 3 Dunia pada kompetisi tersebut.

“Alhamdulillah seluruh proses tersebut berbuah hasil dengan diraihnya Juara 3 Dunia. Saya bersyukur karena perjalanan yang dimulai dari ketertarikan pada teknologi, termasuk melalui program Jagoan Digital Banyuwangi, dapat mengantarkan saya hingga mewakili Indonesia di kompetisi internasional dan membawa nama Indonesia di tingkat dunia,” tuturnya.

Keberhasilan Adam menambah daftar prestasi alumni Jagoan Digital Banyuwangi. Sebelumnya, sejumlah alumni program tersebut berhasil berkarier di perusahaan startup nasional, meraih penghargaan teknologi tingkat nasional, hingga mendapatkan beasiswa pendidikan luar negeri.

Puluhan Anak Muda “Jagoan Digital Banyuwangi” Dilatih Tren Pemograman Terkini

Capaian tersebut menunjukkan bahwa program inkubasi talenta digital yang dikembangkan Banyuwangi tidak hanya melahirkan startup baru, tetapi juga mampu mencetak generasi muda yang kompetitif di tingkat nasional maupun internasional.

Dengan dukungan ekosistem inovasi yang terus berkembang, Banyuwangi semakin memperkuat posisinya sebagai daerah yang serius dalam menyiapkan sumber daya manusia unggul di era ekonomi digital.

Artikel Terkait