Pemkab Banyuwangi Gandeng Astra, 10 SD Negeri Dapat Pembinaan Pendidikan Selama Lima Tahun
BanyuwangiNet.com – Pemerintah Kabupaten Banyuwangi menggandeng PT Astra International Tbk melalui Yayasan Pendidikan Astra Michael D. Ruslim (YPA-MDR) untuk mengembangkan ekosistem pendidikan di daerah. Pada tahap awal, kerja sama ini menyasar 10 sekolah dasar negeri (SDN) yang akan mendapatkan pembinaan selama lima tahun.
Kesepakatan kerja sama tersebut ditandai dengan penandatanganan bersama antara Pemkab Banyuwangi, Astra, dan YPA-MDR di Pendopo Sabha Swagata Blambangan, Banyuwangi, pada Sabtu, (10/10/2026). Penandatanganan dilakukan Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani bersama Chief of Corporate Affairs Astra sekaligus Ketua Pengawas YPA-MDR, Boy Kelana Soebroto.
Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani mengatakan, pendidikan menjadi salah satu prioritas pembangunan daerah. Melalui kolaborasi dengan YPA-MDR, pengembangan pendidikan akan difokuskan pada empat pilar, yakni karakter, akademik, seni budaya, dan kecakapan hidup (life skill), yang menyasar siswa hingga guru.
“Kerja sama ini kian melengkapi berbagai program pendidikan yang dijalankan Banyuwangi,” ujar Ipuk, Senin, (12/10/2026).
Menurut Ipuk, Pemkab Banyuwangi selama ini menjalankan sejumlah program untuk memperluas akses dan meningkatkan kualitas pendidikan. Program tersebut antara lain Gerakan Daerah Entaskan Anak Putus Sekolah (Garda Ampuh), Siswa Asuh Sebaya (SAS), beasiswa Banyuwangi Cerdas, serta Banyuwangi Progresif.
Kerja sama dengan Astra dan YPA-MDR diharapkan dapat melengkapi berbagai upaya tersebut melalui pendampingan sekolah yang lebih terarah dan berkelanjutan.
Program Sekolah Binaan Astra pada tahap awal dilaksanakan di 10 SD negeri yang berada di Desa Kemiren, Kecamatan Glagah, dan Desa Jambewangi, Kecamatan Sempu. Pembinaan direncanakan berlangsung selama lima tahun.
Chief of Corporate Affairs Astra sekaligus Ketua Pengawas YPA-MDR, Boy Kelana Soebroto, mengatakan pendampingan akan berfokus pada empat pilar, yaitu karakter, akademik, seni budaya, dan kecakapan hidup.
“Pembinaan akan difokuskan pada empat pilar, karakter, akademik, seni budaya, dan kecakapan hidup (life skill),” kata Boy.
Melalui empat pilar tersebut, program ini diharapkan dapat mendukung lahirnya generasi yang memiliki kemampuan akademik, berkarakter baik, mempunyai kecakapan hidup, serta peduli terhadap seni dan budaya lokal.
Seminar Pendidikan Banyuwangi Dorong Guru Adaptif di Era Digita
Pendampingan akan dilakukan melalui pelatihan yang melibatkan kepala sekolah, guru, dan siswa. Program ini juga akan menghadirkan tokoh-tokoh yang memiliki kompetensi di bidangnya. Sebelum pembinaan berjalan, Astra telah melakukan asesmen untuk mengidentifikasi kebutuhan sekolah yang menjadi sasaran program.
Salah satu sekolah yang masuk dalam program pembinaan adalah SDN 1 Kemiren, Kecamatan Glagah. Kepala SDN 1 Kemiren, Hepri Sugiono, mengatakan sekolahnya akan mendapatkan dukungan untuk revitalisasi perpustakaan dan pengaktifan kegiatan kesenian.
500 Warga Papring Banyuwangi Lanjutkan Pendidikan, PKBM NUN Resmi Dibuka
Dukungan tersebut dinilai relevan dengan kebutuhan sekolah yang berada di Desa Kemiren, salah satu wilayah yang dikenal memiliki tradisi seni dan budaya Osing.
“Perpustakaan sekolah kami akan diperbaiki dan ditambah koleksi bukunya, ini akan mendukung program literasi sekolah. Saat ini kami punya program 10 menit membaca setiap pagi yang antusias dijalankan anak-anak,” kata Hepri.