Kebakaran Peternakan Ayam di Banyuwangi, 28 Ribu Ekor Mati dan Kerugian Rp2,5 Miliar

BanyuwangiNet - BanyuwangiNet
Minggu, 11 Oktober 2026, 13:39 WIB
WhatsApp Image 2026-10-11 at 11.26.18
Petugas Damkarmat melakukan pendinginan untuk memastikan tidak ada titik api yang bisa memicu penyalaan ulang.

BanyuwangiNet.com – Kebakaran hebat melanda peternakan ayam di Dusun Jatirejo, Desa Glagahagung, Kecamatan Purwoharjo, Banyuwangi, Minggu dini hari (11/10/2026). Sebanyak 28 ribu ekor ayam mati terpanggang dalam peristiwa tersebut. Kerugian akibat kebakaran ditaksir mencapai Rp2,5 miliar.

Bangunan peternakan milik Wibi Yogasta, 33 tahun, yang berukuran 45 x 25 meter tersebut hangus terbakar. Api juga melalap sejumlah peralatan peternakan, termasuk generator set (genset), mesin pemanas anak ayam, blower, serta sekitar 10 ton pakan ayam.

Kasi Evakuasi dan Penyelamatan Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) Banyuwangi, Salam Bikwanto, menjelaskan kebakaran diketahui sekitar pukul 03.30 WIB oleh tiga pekerja yang berada di lokasi.

“Para pekerja mengetahui adanya kobaran api yang mulai membakar bagian bangunan kandang ayam,” jelas Salam.

Ketiga pekerja tersebut berupaya melakukan penanganan awal. Namun, kobaran api semakin membesar sehingga mereka meminta bantuan dan mengabarkan kejadian itu kepada pemilik peternakan.

Api dengan cepat merambat hingga membakar dua bangunan kandang ayam yang berada di sisi barat dan timur. Kepulan asap tebal terlihat dari sekitar lokasi kejadian, sementara warga berdatangan untuk membantu upaya pemadaman.

“Upaya pemadaman dilakukan secara bersama-sama dengan menggunakan peralatan seadanya, dengan tujuan mengendalikan kobaran api agar tidak semakin meluas,” terangnya.

Kebakaran tersebut dilaporkan kepada Damkarmat Banyuwangi sekitar pukul 04.15 WIB. Setibanya di lokasi, petugas langsung melakukan penyemprotan air secara bertahap dan terarah pada titik-titik yang masih terbakar.

Petugas berjibaku memadamkan api agar tidak terus meluas ke area lain. Setelah proses pemadaman berlangsung, kobaran api berhasil dikendalikan sekitar pukul 06.30 WIB.

Petugas kemudian melakukan pendinginan di seluruh area terdampak. Pemeriksaan dilakukan secara menyeluruh untuk memastikan tidak ada bara api atau sumber panas tersembunyi yang berpotensi memicu kebakaran kembali.

“Tim juga melakukan pemeriksaan mendalam pada sekitar lokasi untuk mengantisipasi risiko penyalaan kembali,” tegas Salam.

Berdasarkan hasil asesmen awal, kebakaran diduga bermula dari gangguan pada mesin pemanas Day Old Chick (DOC), yakni alat untuk menjaga suhu dan kehangatan anak ayam yang baru menetas.

Damkarmat Banyuwangi Selamatkan Pasutri yang Terjebak Kebakaran di Karangrejo

Gangguan tersebut diduga berkaitan dengan korsleting listrik pada mesin oven atau pemanas yang sedang beroperasi di dalam kandang.

“Api yang muncul di sekitar area mesin pemanas kemudian diduga menyambar material di sekitarnya sehingga kebakaran mulai berkembang,” terangnya.

Material bangunan turut diduga mempercepat perambatan api. Dinding kandang yang terbuat dari bambu mudah terbakar. Di sekitar lokasi juga terdapat gudang dan rumah singgah dengan material kayu dan bambu sehingga api berpotensi menjalar dengan cepat.

Damkarmat Banyuwangi Selamatkan Pasutri yang Terjebak Kebakaran di Karangrejo

Selain menghanguskan dua bangunan kandang, kebakaran tersebut menyebabkan sekitar 28 ribu ekor ayam mati terpanggang. Peralatan peternakan berupa genset, mesin pemanas DOC, blower, serta sekitar 10 ton pakan ayam juga ikut terbakar.

“Total kerugian akibat kejadian tersebut ditaksir mencapai Rp2,5 miliar,” pungkasnya.

Artikel Terkait