Nestle Asia Pasifik Belajar Pengelolaan Sampah Sirkular Banyuwangi lewat Program Banyuwangi Hijau

BanyuwangiNet - BanyuwangiNet
Rabu, 19 Agustus 2026, 22:00 WIB
1001017469
Pertemuan delegasi Nestle dengan tim dari Pemkab Banyuwangi.

BanyuwangiNet.com – Sistem pengelolaan sampah sirkular yang diterapkan Pemerintah Kabupaten Banyuwangi melalui program Banyuwangi Hijau kembali mendapat perhatian dari dunia usaha internasional.

Sebanyak 17 delegasi Nestle Asia Pasifik datang ke Banyuwangi untuk mempelajari penerapan sistem pengelolaan sampah dari hulu hingga hilir. Mereka ingin melihat langsung bagaimana pemerintah, masyarakat, dan sektor bisnis berkolaborasi dalam mengelola sampah secara berkelanjutan.

Sustainability Delivery Manager Nestle Zone Asia Oceania and Africa, Katarzyna Grzybowska, mengatakan Banyuwangi dipilih karena dinilai memiliki sistem pengelolaan sampah yang telah berjalan dengan baik.

“Kami ingin belajar bagaimana Banyuwangi membangun sistem pengelolaan sampah. Khususnya program Banyuwangi Hijau yang mengelola sampah secara sirkular,” kata Grzybowska di Pendopo Sabha Swagatha Blambangan, Selasa (18/8/2026).

Grzybowska datang bersama 16 delegasi lainnya yang merupakan perwakilan Nestle dari sejumlah negara Asia Tenggara, termasuk Malaysia, Thailand, Vietnam, dan Indonesia.

Kunjungan tersebut salah satunya bertujuan mempelajari penerapan Extended Producer Responsibility (EPR) atau tanggung jawab produsen terhadap sampah yang berasal dari kemasan produk.

Menurut Grzybowska, Nestle ingin mengambil pelajaran dari berbagai daerah yang memiliki praktik pengelolaan sampah yang baik untuk kemudian dikembangkan di wilayah lain.

“Kami berkomitmen ikut bertanggung jawab mengurus sampah dari kemasan produk yang kami jual. Maka kami terus mencari best practices pengelolaan sampah dari hulu ke hilir, yang nantinya bisa dijadikan blueprint (cetak biru) untuk dikembangkan di wilayah lain di Asia Tenggara yang menjadi pasar kami,” ujarnya.

Banyuwangi dinilai menarik karena sistemnya tidak hanya mengandalkan pemerintah. Masyarakat juga dilibatkan dalam proses pengumpulan, pemilahan hingga pengolahan sampah.

“Kami pilih Banyuwangi karena kami melihat sistem di sini berjalan sangat baik. Mulai pemerintah, masyarakat, hingga sektor bisnis ikut berkontribusi. Masyarakat dilibatkan mulai proses pengumpulan, pemilahan, hingga daur ulang, sehingga mereka bisa mendapatkan nilai ekonomi dari sampah tersebut,” imbuhnya.

Dalam kunjungan tersebut, para delegasi juga mendatangi TPS 3R Desa Balak, Kecamatan Songgon. Mereka melihat secara langsung pengelolaan sampah yang dibangun sebagai satu kesatuan rantai layanan.

Proses tersebut mencakup pengumpulan sampah dari rumah tangga, pengangkutan, pemilahan dan pengolahan di TPS/TPS 3R, hingga penanganan sampah residu yang dibawa ke tempat pemrosesan akhir (TPA).

Para delegasi juga berdiskusi dengan organisasi perangkat daerah (OPD) terkait di lingkungan Pemkab Banyuwangi untuk mendapatkan gambaran mengenai kebijakan dan implementasi pengelolaan sampah di daerah.

Program pengelolaan sampah sirkular di Banyuwangi telah dikembangkan sejak 2017 melalui Project STOP. Program tersebut ditandai dengan pembangunan TPS 3R Tembokrejo di Kecamatan Muncar.

Clean Rivers UEA Tinjau Pembangunan TPS3R Kertosari, Dukung Transformasi Sampah Banyuwangi

Pengembangan kemudian berlanjut melalui program Banyuwangi Hijau. Pada fase pertama, dibangun TPS 3R Balak di Kecamatan Songgon dengan dukungan Pemerintah Norwegia.

Program tersebut dilanjutkan pada Banyuwangi Hijau fase kedua melalui pembangunan TPS 3R Karetan di Kecamatan Purwoharjo. Fase ini mendapatkan dukungan Pemerintah Austria dan saat ini masih dalam tahap pembangunan.

Gesah Bareng Ambi Bupati Banyuwangi Jadi Ruang Warga Sampaikan Aspirasi dan Cari Solusi

Sementara Banyuwangi Hijau fase ketiga mendapat dukungan Clean Rivers dari Uni Emirat Arab (UEA) melalui pembangunan TPS 3R Kertosari.

Ke depan, pengembangan infrastruktur persampahan juga akan diperluas melalui pembangunan TPS 3R Wongsorejo yang mendapatkan dukungan pendanaan dari Kementerian Pekerjaan Umum Republik Indonesia.

Artikel Terkait