Unair Siapkan RSUD Blambangan dan Genteng Banyuwangi Jadi Rumah Sakit Jejaring PPDS

BanyuwangiNet - BanyuwangiNet
Minggu, 5 Juli 2026, 12:18 WIB
1000930043
Unair dan Pemkab Banyuwangi jalin kerjasama jadikan dua RSUD di Banyuwangi jaringan PPDS.

BanyuwangiNet.com – Universitas Airlangga (Unair) memperkuat kerja sama dengan Pemerintah Kabupaten Banyuwangi melalui pengembangan RSUD Blambangan dan RSUD Genteng sebagai rumah sakit jejaring Pendidikan Profesi Dokter Spesialis (PPDS). Kolaborasi ini diharapkan memperkuat ekosistem pendidikan kedokteran sekaligus meningkatkan kualitas layanan kesehatan bagi masyarakat.

Kerja sama tersebut ditandai dengan penandatanganan perjanjian kerja sama pada Sabtu (4/7/2026). Penandatanganan dihadiri Rektor Unair Prof. Dr. Muhammad Madyan beserta jajaran, Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani, Wakil Bupati Mujiono, Direktur RSUD Blambangan, dan Direktur RSUD Genteng.

Kolaborasi ini merupakan tindak lanjut setelah kedua rumah sakit daerah tersebut ditetapkan sebagai wahana pendidikan bagi mahasiswa profesi dokter Fakultas Ilmu Kesehatan, Kedokteran, dan Ilmu Alam (FIKKIA) Unair Banyuwangi.

Rektor Unair Muhammad Madyan mengatakan pihaknya saat ini masih melakukan pemetaan kebutuhan layanan spesialis di Banyuwangi. Hasil kajian tersebut akan menjadi dasar dalam menentukan program PPDS yang akan dikembangkan di RSUD Blambangan maupun RSUD Genteng.

“Kami sedang mengidentifikasi jenis PPDS yang paling sesuai dengan kebutuhan Banyuwangi. Kami melihat dulu pola penyakit yang banyak ditangani rumah sakit sehingga program yang dibuka benar-benar menjawab kebutuhan daerah,” kata Madyan.

Menurutnya, sejumlah bidang spesialis yang berpotensi dikembangkan meliputi penyakit dalam, onkologi, radiologi, hingga layanan pendukung kemoterapi. Penentuan program juga mempertimbangkan kesiapan fasilitas rumah sakit serta ketersediaan tenaga pendidik dari Fakultas Kedokteran Unair.

“Kami mendapat informasi bahwa kasus kanker cukup banyak ditangani di Banyuwangi. Karena itu kebutuhan layanan terkait hal tersebut menjadi bagian yang sedang kami pelajari,” ujarnya.

Madyan menjelaskan, pengembangan pendidikan kedokteran di Banyuwangi merupakan bagian dari komitmen Unair sejak membuka kampus di daerah tersebut sekitar 15 tahun lalu. Komitmen itu terus diperkuat melalui perkembangan Program Studi Kedokteran FIKKIA Unair Banyuwangi.

Ia menyebut minat masyarakat untuk menempuh pendidikan di Fakultas Kedokteran FIKKIA Banyuwangi terus meningkat dalam beberapa tahun terakhir. Pendaftar tidak hanya berasal dari Banyuwangi, tetapi juga dari berbagai daerah di Indonesia.

“Alhamdulillah, sekarang Fakultas Kedokteran di Banyuwangi sudah semakin dikenal. Tahun ini kami merasakan peningkatan minat lulusan SMA dari berbagai daerah untuk kuliah di sini,” tuturnya.

Kabar Baik! Kedokteran Unair Banyuwangi Resmi Dibuka, Sudah Menerima Pendaftaran Mahasiswa Baru

Sementara itu, Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani mengatakan kerja sama tersebut bertujuan meningkatkan mutu pendidikan kedokteran, pelayanan kesehatan, penelitian, serta pengabdian kepada masyarakat di bidang kesehatan.

Selain itu, kolaborasi ini juga diarahkan untuk memperkuat profesionalisme pelayanan rumah sakit dengan mengedepankan kepuasan dan keselamatan pasien.

Prodi Kedokteran Hewan Unair Banyuwangi Menuju Akreditasi Unggul, Bupati Ipuk: Dampaknya Besar bagi Peternakan Daerah

Melalui sinergi antara pemerintah daerah, rumah sakit, dan perguruan tinggi, Banyuwangi diharapkan memiliki sistem pendidikan kedokteran yang semakin kuat sekaligus mampu memenuhi kebutuhan tenaga dokter spesialis di daerah.

“Kami sangat menyambut baik kerja sama ini sebagai langkah strategis dalam memperkuat peran rumah sakit sebagai wahana pendidikan kedokteran spesialis. Ini akan menguntungkan bagi pembangunan sektor kesehatan di Banyuwangi,” kata Ipuk.

Artikel Terkait