ASDP dan Pemprov Jatim Percepat Pengembangan Pelabuhan Ketapang, Siapkan Masterplan hingga 2029

BanyuwangiNet - BanyuwangiNet
Sabtu, 4 Juli 2026, 09:50 WIB
WhatsApp Image 2026-07-03 at 11.50.24 (1)
Jajaran direksi ASDP Indonesia Ferry bertemu dengan Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indarparawansa.

BanyuwangiNet.com – PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) bersama Pemerintah Provinsi Jawa Timur memperkuat sinergi untuk mempercepat pengembangan Pelabuhan Ketapang di Banyuwangi. Pengembangan ini tidak hanya difokuskan pada peningkatan fasilitas pelabuhan, tetapi juga penyusunan sistem transportasi yang terintegrasi guna mendukung konektivitas Jawa–Bali, distribusi logistik, dan sektor pariwisata.

Komitmen tersebut mengemuka dalam audiensi jajaran Direksi ASDP dengan Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa di Surabaya, Kamis (2/7/2026). Pertemuan tersebut dihadiri Komisaris Utama ASDP Ahmad Baidhowi, Direktur Utama ASDP Heru Widodo, Wakil Direktur Utama Yossianis Marciano, Direktur Teknik Nana Sutisna, Corporate Secretary Windy Andale.

Hadir pula sejumlah pejabat Pemerintah Provinsi Jawa Timur, di antaranya Pelaksana Tugas Kepala Bappeda Mohammad Yasin, Kepala Dinas Perhubungan Nyono, Kepala Dinas PU Bina Marga Edy Tambeng Widjaja, dan perwakilan Biro Perekonomian Setda Provinsi Jawa Timur.

Direktur Utama ASDP, Heru Widodo, mengatakan, Pelabuhan Ketapang memiliki peran strategis, bukan hanya sebagai penghubung Pulau Jawa dan Bali, tetapi juga sebagai simpul utama distribusi logistik serta penunjang aktivitas ekonomi dan pariwisata nasional.

Karena itu, pengembangannya harus dilakukan melalui pendekatan yang menyeluruh, mulai dari peningkatan kapasitas dermaga, pengaturan pola operasi kapal, penyediaan kawasan penyangga (buffer area), hingga penataan lalu lintas di luar kawasan pelabuhan.

Menurut Heru, pengalaman menghadapi lonjakan kendaraan saat Angkutan Lebaran maupun libur sekolah menjadi pelajaran penting bahwa peningkatan layanan tidak cukup hanya mengandalkan optimalisasi operasional. Diperlukan penguatan infrastruktur dan tata kelola kawasan agar mampu mengantisipasi pertumbuhan mobilitas masyarakat dan logistik dalam jangka panjang.

Pendekatan tersebut menjadi dasar penyusunan rencana pengembangan Pelabuhan Ketapang secara bertahap dan terintegrasi.

Dalam audiensi tersebut, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menyatakan dukungan terhadap penyusunan masterplan pengembangan Pelabuhan Ketapang, termasuk mendorong proyek tersebut masuk dalam Proyek Strategis Nasional (PSN).

Menurut Khofifah, peningkatan kapasitas pelabuhan harus dilakukan secara komprehensif melalui optimalisasi kawasan penyangga di kedua sisi penyeberangan, peningkatan standar kapal, pengembangan konektivitas menuju kawasan Bulusan, serta sinergi lintas instansi agar terbentuk sistem transportasi yang terintegrasi.

Heru menjelaskan, ASDP telah menyusun rencana pengembangan Pelabuhan Ketapang hingga 2029. Program tersebut mencakup peningkatan kapasitas sejumlah dermaga, optimalisasi kawasan Bulusan sebagai buffer area kendaraan logistik, pembangunan akses penghubung, serta pengembangan dermaga baru untuk mendukung kelancaran operasional jangka panjang.

Antrean Truk Logistik Menuju Pelabuhan Ketapang Banyuwangi Kembali Terjadi, Begini Upaya ASDP

Selain itu, peningkatan kapasitas dermaga juga mulai dilakukan secara bertahap pada tahun ini sebagai bagian dari penguatan layanan penyeberangan lintas Ketapang–Gilimanuk. Rencana tersebut disusun untuk menjawab kebutuhan lalu lintas saat ini sekaligus mengantisipasi pertumbuhan arus kendaraan dalam beberapa tahun mendatang.

ASDP menilai keberhasilan transformasi Pelabuhan Ketapang bergantung pada kolaborasi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan seluruh pemangku kepentingan.

ASDP Ketapang Perkuat Layanan Hadapi Libur Sekolah, Arus Wisata ke Bali Diprediksi Meningkat

Dukungan terhadap pembangunan infrastruktur pendukung, penataan kawasan, pengembangan buffer zone, hingga pengaturan lalu lintas di luar area pelabuhan dinilai menjadi bagian penting dalam meningkatkan kualitas layanan penyeberangan.

“Pelabuhan Ketapang bukan hanya gerbang penyeberangan Jawa-Bali, tetapi simpul strategis yang menopang konektivitas nasional. Karena itu, pengembangannya membutuhkan sinergi seluruh pemangku kepentingan. ASDP berkomitmen terus menghadirkan layanan yang semakin aman, andal, dan berkelanjutan melalui penguatan infrastruktur, tata kelola, dan kolaborasi, sehingga manfaatnya dapat dirasakan masyarakat, dunia usaha, serta pertumbuhan ekonomi kawasan dalam jangka panjang,” ujarnya.

Artikel Terkait