Maskapai Santai Seaplane Pilih Banyuwangi sebagai Basis Operasi Wisata Udara Premium di Indonesia

BanyuwangiNet - BanyuwangiNet
Kamis, 11 Juni 2026, 17:08 WIB
1000889372
Manajemen Maskapai Santai Seaplane bertemu Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani.

BanyuwangiNet.com – Kabupaten Banyuwangi kembali menarik perhatian pelaku industri pariwisata internasional. Kali ini, maskapai penerbangan amfibi Santai Seaplane memilih Banyuwangi sebagai pusat layanan penerbangan charter eksklusif sekaligus basis operasional pertama di Indonesia.

Keputusan tersebut dinilai menjadi langkah strategis dalam mendukung pengembangan pariwisata berkelanjutan dan memperkuat konektivitas menuju berbagai destinasi wisata unggulan di Tanah Air.

Santai Seaplane merupakan bagian dari Seaplane Asia yang menghadirkan layanan penerbangan wisata premium menggunakan pesawat amfibi. Armada yang dioperasikan tidak hanya berfungsi sebagai sarana transportasi, tetapi juga menawarkan pengalaman menikmati panorama alam dari udara.

CEO Seaplane Asia, Denis Keller, mengatakan Banyuwangi dipilih karena memiliki posisi strategis sebagai penghubung antara Pulau Jawa dan Bali, dua kawasan yang menjadi pusat aktivitas pariwisata nasional.

“Banyuwangi sebagai gerbang yang menghubungkan Jawa dan Bali sehingga peluang untuk membuka konektivitas pariwisata sangat besar,” ujar Denis saat bertemu Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani di Lounge Pelayanan Publik Pemkab Banyuwangi, Rabu (10/6/2026).

Pertemuan tersebut juga dihadiri General Manager Bandara Banyuwangi Mohammad Holik Muardi serta Direktur Akademi Penerbangan Indonesia (API) Banyuwangi Capt. Daniel D. Rumani.

Menurut Denis, Banyuwangi tidak hanya memiliki kekayaan destinasi alam yang berkelas internasional, tetapi juga didukung atraksi budaya dan fasilitas wisata yang terus berkembang.

Kondisi tersebut dinilai menjadi modal penting untuk mengembangkan jaringan penerbangan wisata menuju berbagai destinasi di wilayah barat maupun timur Indonesia. Ia menegaskan, konsep yang diusung Santai Seaplane lebih dari sekadar layanan transportasi udara.

“Jadi konsep kami seaplane bukan sekadar alat transportasi, tapi justru pengalaman selama penerbangannya menjadi sesuatu yang menarik dan spesial. Kami ingin membawa pariwisata berkualitas dengan pengalaman premium yang lebih banyak lagi di Banyuwangi,” jelas Denis.

Selain melayani sektor pariwisata premium, pesawat amfibi yang dioperasikan juga dapat dimanfaatkan untuk kebutuhan evakuasi medis dan pengangkutan kargo.

“Pesawat ini sangat mudah untuk dikonfigurasi, lebih aman, nyaman, cepat, serta lebih ramah lingkungan,” tambahnya.

CEO Santai Seaplane, Wirmandi Sugriat, mengungkapkan bahwa layanan penerbangan tersebut dijadwalkan mulai beroperasi di Banyuwangi pada Juli 2026. Saat ini, perusahaan telah membuka home base di Bandara Banyuwangi.

Pada tahap awal, Santai Seaplane menargetkan tiga unit pesawat beroperasi hingga akhir tahun. Armada yang digunakan adalah Cessna Caravan 208 EX Amphibi, pesawat yang dikenal memiliki standar keselamatan tinggi serta kenyamanan bagi penumpang.

“Menjadikan Bandara Banyuwangi sebagai basis operasional pertama memungkinkan kami melampaui model penerbangan konvensional dan menciptakan gerbang menuju berbagai destinasi unggulan Indonesia yang sekaligus terpencil dan memiliki nilai ekologis tinggi,” ujar Wirmandi.

Libur Panjang 2026, Banyuwangi Jadi Wilayah dengan Mobilitas Penumpang Kereta Tertinggi di Daop 9

Ia menambahkan, perusahaan ingin membangun konektivitas bernilai tinggi yang mendukung pariwisata berkelanjutan melalui kolaborasi dengan pemerintah, otoritas terkait, masyarakat lokal, serta pelaku industri pariwisata dan perhotelan.

Santai Seaplane akan menerapkan dua skema layanan penerbangan. Pada beberapa rute, wisatawan dapat memesan tiket secara individu melalui sistem by the seat atau per kursi. Sementara untuk destinasi tertentu akan menggunakan sistem charter atau sewa pesawat.

Model layanan tersebut diharapkan dapat memberikan fleksibilitas bagi wisatawan sekaligus memperluas akses menuju destinasi wisata yang selama ini sulit dijangkau transportasi konvensional.

Senja di AWT Banyuwangi Dipadati Ribuan Wisatawan, Sajikan Hiburan dan Panorama Ijen

Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani menyambut baik keputusan Santai Seaplane menjadikan Banyuwangi sebagai basis operasional pertamanya di Indonesia.

Menurut Ipuk, kehadiran layanan wisata udara premium tersebut akan memperkuat posisi Banyuwangi sebagai destinasi wisata kelas dunia sekaligus membuka peluang pengembangan sektor pariwisata yang lebih berkualitas.

“Kehadiran layanan pariwisata udara premium ini kami harapkan akan semakin memperluas jangkauan wisata Banyuwangi dan menunjukkan kesiapan Banyuwangi sebagai destinasi wisata global,” ujar Ipuk.

Artikel Terkait