Nenek di Banyuwangi Jadi Korban Uang Mainan, Pelaku Belanja di Toko Gunakan Uang Palsu Mirip Asli

BanyuwangiNet - BanyuwangiNet
Rabu, 3 Juni 2026, 18:25 WIB
WhatsApp Image 2026-06-03 at 07.05.27
Uang mainan yang dibelanjakan pelaku di toko milik nenek Kawet.

BanyuwangiNet.com – Seorang pemilik toko di Desa Alasbuluh, Kecamatan Wongsorejo, Banyuwangi, menjadi korban penipuan dengan modus pembayaran menggunakan uang mainan yang menyerupai uang asli. Korban adalah Kawet, seorang perempuan lansia pemilik Toko Sundul Langit yang tidak menyadari uang yang diterimanya bukan alat pembayaran yang sah.

Peristiwa tersebut terjadi pada Senin (1/6/2026). Pelaku yang disebut berpenampilan rapi layaknya petugas koperasi keliling. Dia datang ke toko dan membeli sejumlah barang, di antaranya sepatu dan rokok.

Karena tampilan uang yang digunakan sangat mirip dengan uang asli, korban tidak menaruh kecurigaan saat menerima pembayaran tersebut.

Kasus ini baru terungkap ketika cucu korban, Bagus Prayogo, pulang ke toko saat jam istirahat dan memeriksa uang hasil transaksi.

“Pas saya pulang istirahat ke toko, baru mengetahui kalau itu uang mainan. Namanya juga mbah-mbah, dikira uang baru dari bank,” ujar Bagus, Rabu (3/6/2026).

Menurut keterangan korban yang disampaikan Bagus, pelaku membayar menggunakan 11 lembar uang pecahan Rp20 ribu. Total nominal yang diterima korban mencapai Rp220 ribu.

Bagus menjelaskan bahwa secara kasat mata uang tersebut sangat menyerupai uang asli. Namun setelah diperiksa lebih teliti, terdapat tulisan “uang mainan” dengan ukuran huruf yang sangat kecil pada salah satu sisi lembaran uang.

Ruko Dua Lantai di Pasar Tegaldlimo Banyuwangi Terbakar, Kerugian Diperkirakan Capai Rp850 Juta

Akibat kejadian tersebut, korban mengalami kerugian sebesar Rp220 ribu. Bagus menduga pelaku sengaja memanfaatkan kondisi korban yang sudah lanjut usia untuk mempermudah aksinya.

“Bentuknya memang sangat mirip uang asli, sehingga nenek saya tidak curiga saat menerima,” katanya.

Ia juga mengungkapkan bahwa toko sebenarnya telah dilengkapi kamera pengawas (CCTV). Namun saat kejadian berlangsung, perangkat tersebut sedang tidak beroperasi sehingga tidak ada rekaman yang bisa digunakan untuk membantu mengidentifikasi pelaku.

“Kalau CCTV sebenarnya ada, tapi kebetulan saat itu tidak aktif,” ungkapnya.

Konvoi Sambil Bawa Celurit, Ketua Geng Motor Brutality Banyuwangi Ditetapkan Tersangka, Menangis Saat Dipertemukan Orang Tua

Kapolsek Wongsorejo, AKP Eko Darmawan, membenarkan adanya laporan terkait dugaan penipuan tersebut. Berdasarkan informasi yang diterima kepolisian, kamera CCTV di lokasi memang sudah tidak berfungsi sekitar dua minggu sebelum kejadian.

“Untuk pelaku masih kami laksanakan penyelidikan,” ujar Eko.

Polisi mengimbau para pemilik toko dan pelaku usaha kecil untuk lebih teliti saat menerima pembayaran tunai, terutama dari orang yang tidak dikenal. Masyarakat juga diminta memeriksa keaslian uang yang diterima guna menghindari kejadian serupa.