Harumkan Nama Sekolah, Nilai TKA 2026 SMP Plus Cordova Banyuwangi Lampaui Rata-rata Nasional, Bahkan Ada yang Dapat 100

BanyuwangiNet - BanyuwangiNet
Minggu, 31 Mei 2026, 11:31 WIB
SMP Plus Cordova Banyuwangi mencatat nilai TKA 2026 di atas rata-rata nasional dan Jatim.
SMP Plus Cordova Banyuwangi mencatat nilai TKA 2026 di atas rata-rata nasional dan Jatim.

BanyuwangiNet.com – SMP Plus Cordova Banyuwangi mencatat hasil membanggakan pada Tes Kemampuan Akademik (TKA) 2026. Sejumlah siswa memperoleh nilai yang melampaui rata-rata nasional maupun rata-rata Provinsi Jawa Timur. Bahkan ada siswa yang mendapat nilai sempurna yakni 100.

Hasil tersebut terlihat dari perolehan nilai lima siswa tertinggi pada mata pelajaran Bahasa Indonesia dan Matematika yang seluruhnya berada di atas rerata nasional.

Pada mata pelajaran Bahasa Indonesia, nilai tertinggi diraih Kafa Rifal Ajibi dengan skor sempurna 100. Posisi berikutnya ditempati Vista Muazam dengan nilai 93,33, disusul Silvia Asmaulani dan Achmad Balya Al Faruq yang masing-masing memperoleh 90, serta Kusti Vika Ainun Nisak dengan nilai 70.

220 Pembalap Daerah Ramaikan Banyuwangi Criterium League 2026

Sementara pada mata pelajaran Matematika, nilai tertinggi diraih Salsabila Qurrotul Aini dan Keyla Naimatha Krisandira dengan skor 73,33. Berikutnya terdapat Meisya Sefira Salsabilla Dwi Putri Setyawan dan Ryu Ahnaf Vikranta yang sama-sama memperoleh 66,67, serta Mandhala Adi Kusuma dengan nilai 63,33.

Sementara rata-rata nasional TKA jenjang SMP/MTs tahun 2026 tercatat 60,83 untuk Bahasa Indonesia dan 40,34 untuk Matematika. Dengan capaian tersebut, nilai siswa SMP Plus Cordova berada di atas rerata nasional pada dua mata pelajaran tersebut.

Direktur Bidang Pendidikan Yayasan Mabadi’ul Ihsan yang menaungi SMP dan SMA Cordova, Ali Wafa, menilai hasil tersebut menjadi indikator positif terhadap kualitas pembelajaran yang diterapkan sekolah.

Kuliner Khas Banyuwangi Kini Hadir di Kereta Api, dari Nasi Tempong hingga Ayam Lodho

“Untuk SMP Plus Cordova, tahun ini nilai TKA siswanya melebihi rata-rata nasional dan rata-rata provinsi. Lima besar yang kami tampilkan itu termasuk prestasi yang sangat baik karena nilainya jauh di atas rata-rata nasional,” ujar Ali Wafa, Minggu (31/5/2026).

Menurut Ali, hasil TKA dapat menjadi salah satu parameter untuk melihat mutu lembaga pendidikan, terutama pada jenjang SMP dan MTs.

Ia juga mengatakan kontribusi penguatan pembelajaran matematika melalui pengembangan metode Smart Gasing. Salah satu guru matematika SMP Cordova, Sajarot, S.Pd, disebut telah mencapai level instruktur Gasing tingkat kabupaten dan terpilih sebagai salah satu instruktur Gasing di Banyuwangi.

Metode Gasing sendiri merupakan pendekatan pembelajaran matematika cepat yang mengedepankan konsep Gampang, Asyik, dan Menyenangkan, yang dikembangkan bersama pakar pendidikan Prof. Yohanes Surya dan didorong penerapannya di Banyuwangi.

Tiba di Banyuwangi, Wisatawan Disambut Tari Gandrung dan Kudapan Khas di Banyuwangi

“Dari hasil ini bisa terlihat bahwa kualitas SMP Cordova sudah berada di atas rata-rata nasional. Dengan nilai yang melampaui rata-rata tersebut, tentu menjadi capaian yang sangat baik,” kata Ali.

SMP Plus Cordova yang berlokasi di Desa Karangdoro, Kecamatan Tegalsari, Banyuwangi, disebut tidak hanya menerima peserta didik dari wilayah Banyuwangi, tetapi juga dari sejumlah daerah lain di Indonesia.

“Sebagian besar siswa memang dari Banyuwangi, tetapi ada juga yang berasal dari Bali, Kalimantan, Sumatera hingga Sumbawa,” ungkap Ali.

Tingginya minat masyarakat tercermin dari jumlah pendaftar tahun ajaran baru. Hingga gelombang ketiga, tercatat 142 calon siswa telah mendaftar dari total kuota 200 siswa. Pendaftaran masih dibuka hingga 20 Juni 2026.

Untuk mendukung pengembangan potensi siswa, sekolah menyediakan tiga pilihan program, yakni kelas reguler, Cordova International Class (CIC) dengan penggunaan bahasa Inggris dan kurikulum Cambridge, serta Olympic Class yang ditujukan bagi siswa berprestasi di bidang sains.

Senja di AWT Banyuwangi Hadir Lagi, Ada Fashion Show hingga Tari Gandrung

Program Olympic Class menyediakan beasiswa penuh dari yayasan bagi siswa yang memenuhi kriteria, termasuk pernah meraih minimal juara tiga tingkat kabupaten.

“Kelas olimpiade saat ini sudah terisi delapan siswa dari kuota 15 peserta. Sementara yang mendaftar di jalur ini seluruhnya berasal dari Banyuwangi,” jelas Ali.

Selain jenjang SMP, SMA Cordova juga masih membuka penerimaan peserta didik baru hingga 20 Juni 2026. Tahun ini, sekolah mencatat 62 persen lulusannya diterima di perguruan tinggi negeri melalui jalur SNBP dan SNBT.

Capaian tersebut memperkuat posisi SMP dan SMA Cordova sebagai salah satu lembaga pendidikan yang menekankan penguatan akademik sekaligus pembentukan karakter dan wawasan global bagi peserta didik.