Banyuwangi Raih Penghargaan dari UB dan BPJPH atas Pengembangan Ekosistem Halal

BanyuwangiNet - BanyuwangiNet
Kamis, 7 Mei 2026, 21:49 WIB
1000832388
Bupati Ipuk menerima penghargaan atas pengembangan ekosistem halal di Banyuwangi.

BanyuwangiNet.com – Kabupaten Banyuwangi kembali meraih apresiasi tingkat nasional. Kali ini, penghargaan datang dari Universitas Brawijaya (UB) Malang dan Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) atas perkembangan ekosistem halal yang dinilai tumbuh pesat di daerah tersebut.

Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani, mengatakan penghargaan itu menjadi bentuk pengakuan atas komitmen Banyuwangi dalam membangun industri dan ekosistem halal secara berkelanjutan.

“Komitmen Banyuwangi dalam mengupayakan ekosistem halal mendapat apresiasi tinggi dari akademisi Universitas Brawijaya dan BPJPH. Dua hari lalu Banyuwangi diberikan penghargaan terkait dukungan dalam menciptakan ekosistem dan industri halal di Indonesia,” kata Ipuk, Kamis (7/5/2026).

Penghargaan tersebut diserahkan langsung oleh Kepala BPJPH, Haikal Hasan, bersama Rektor Universitas Brawijaya, Widodo, dalam ajang Indonesia Halal Ecosystem Summit & Halal Metric Award di Kampus UB Malang, Selasa (5/5/2026).

Sukses Budidaya Lele Air Jernih, Pemuda Banyuwangi Raup Omzet Ratusan Juta

Dalam ajang tersebut, Banyuwangi meraih tiga penghargaan sekaligus. Penghargaan itu meliputi kategori inovasi, kolaborasi dan pemberdayaan publik dalam pengembangan ekosistem halal, serta penghargaan pengembangan infrastruktur halal.

Universitas Brawijaya sendiri dikenal sebagai salah satu perguruan tinggi yang konsisten mengembangkan kajian halal di Indonesia. Salah satu akademisinya, Tri Susanto, disebut sebagai peneliti pertama yang melakukan riset tentang halal di Indonesia pada 1988. Penelitian tersebut menjadi salah satu pemantik lahirnya sistem sertifikasi halal nasional.

Rektor UB, Prof. Widodo, menilai Banyuwangi memiliki potensi besar dalam pengembangan industri halal, tidak hanya di sektor makanan dan minuman, tetapi juga pariwisata.

“Banyuwangi itu komunitasnya banyak. Tidak hanya makanan tetapi juga ke tourism, pariwisatanya. Sehingga kami melihat progres Banyuwangi untuk menjadi kabupaten yang betul-betul mengembangkan ekosistem halalnya sangat bagus,” ujar Widodo.

Pernyataan senada disampaikan Kepala BPJPH, Haikal Hasan. Menurutnya, Banyuwangi dapat menjadi contoh daerah yang serius mendorong industri halal.

“Saya pernah ke Banyuwangi, dan perkembangannya juga mantap menurut saya. UMKM-nya didorong mendapatkan sertifikat halal, rumah potong hewannya juga. Jadi Banyuwangi itu bisa jadi percontohan,” kata Haikal yang akrab disapa Babe Haikal.

Selama beberapa tahun terakhir, Pemkab Banyuwangi memang aktif memfasilitasi sertifikasi halal bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Hingga kini tercatat sebanyak 22.091 sertifikat halal produk UMKM telah diterbitkan melalui fasilitasi pemerintah daerah.

Selain itu, Banyuwangi juga telah memiliki delapan rumah potong hewan (RPH) dan empat rumah potong unggas yang telah tersertifikasi halal.

Berada di Jalur Strategis Wisata Banyuwangi, Penumpang Stasiun Rogojampi Naik 17% di 2025

Ipuk menambahkan, penghargaan tersebut menjadi motivasi bagi Banyuwangi untuk terus memperkuat ekosistem halal secara menyeluruh.

“Ini bukan hanya tentang sertifikasi, tetapi bagaimana kami membangun ekosistem yang menyeluruh, mulai dari UMKM, infrastruktur, hingga pariwisata halal yang memberikan nilai tambah bagi masyarakat,” ujar Ipuk.

Ke depan, Pemkab Banyuwangi berkomitmen memperluas kolaborasi dengan berbagai pihak agar pengembangan industri halal semakin inklusif dan berkelanjutan.

“Harapannya, ini tidak hanya meningkatkan daya saing produk lokal, tetapi juga membuka lebih banyak peluang ekonomi bagi masyarakat serta menjadikan Banyuwangi sebagai rujukan pengembangan ekosistem halal di tingkat nasional,” tutup Ipuk.

Artikel Terkait