Mabadiul Ihsan Kenalkan Pembelajaran Holistik, Siswa SD/MI Belajar Koding dan AI

BanyuwangiNet - BanyuwangiNet
Jumat, 13 Februari 2026, 12:45 WIB
Ratusan murid kelas akhir Sekolah Dasar (SD) atau Madrasah Ibtidaiyah (MI) tampak riang berkumpul di Yayasan Pondok Pesantren Mabadiul Ihsan, Desa Karangdoro, Kecamatan Tegalsari, Banyuwangi. Mereka hadir bersama orangtuanya masing-masing.
Ratusan murid kelas akhir Sekolah Dasar (SD) atau Madrasah Ibtidaiyah (MI) tampak riang berkumpul di Yayasan Pondok Pesantren Mabadiul Ihsan, Desa Karangdoro, Kecamatan Tegalsari, Banyuwangi. Mereka hadir bersama orangtuanya masing-masing.

BanyuwangiNet.com – Ratusan siswa kelas akhir Sekolah Dasar (SD) dan Madrasah Ibtidaiyah (MI) bersama orang tua mereka mengikuti program pembelajaran holistik di Yayasan Pondok Pesantren Mabadiul Ihsan, Desa Karangdoro, Kecamatan Tegalsari, Banyuwangi, Kamis (12/2/2026).

Program ini dirancang untuk memperkenalkan konsep pendidikan yang tidak hanya berfokus pada siswa, tetapi juga melibatkan orang tua sebagai mitra aktif dalam proses belajar.

“Kami ingin mengenalkan kepada para anak-anak beserta orang tuanya tentang pembelajaran holistik yang sedang kami kembangkan. Di pesantren ini, pendidikan tidak semata menyentuh anaknya saja, tetapi juga menggugah kesadaran orang tua,” ujar perwakilan yayasan, Gus Rohmatullah.

Jelang Ramadan, Satgas Pangan Sidak Pasar Banyuwangi Pastikan Harga Stabil

Menurut Gus Rohmatullah, pendekatan holistik diterapkan di seluruh unit pendidikan di lingkungan yayasan, terutama di jenjang SMP Plus Cordova dan MTs Mabadiul Ihsan.

Ia menekankan bahwa masa SMP/MTs merupakan fase krusial dalam perkembangan anak menuju remaja.

“Masa duduk di SMP atau MTs menjadi fase penting. Jika salah memilih tempat belajar, konsekuensinya bisa memengaruhi masa depan anak,” tegasnya.

Kubangan Galian C Badean Banyuwangi Kembali Renggut Nyawa

Pelatihan Koding dan Kecerdasan Artifisial

Dalam kegiatan tersebut, yayasan berkolaborasi dengan Dinas Pendidikan Banyuwangi untuk memberikan pelatihan koding dan kecerdasan artifisial (Artificial Intelligence/AI).

Materi pelatihan mencakup pengenalan dasar pemrograman, logika berpikir komputasional, serta pemahaman awal tentang AI yang disampaikan secara kontekstual dan ramah anak. Metode interaktif digunakan untuk menumbuhkan minat belajar teknologi sejak dini.

Program ini bertujuan membekali generasi muda agar mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi yang berlangsung cepat.

Revalidasi Geopark Ijen 2026, Bupati Ipuk Bidik Green Card UNESCO

Orang Tua Ikuti Kelas Parenting

Tak hanya siswa, para orang tua yang hadir juga mengikuti kelas parenting. Materi difokuskan pada penguatan pola asuh adaptif, pendampingan penggunaan teknologi secara bijak, serta penanaman nilai karakter di tengah arus digitalisasi.

“Kami ingin memberikan pemahaman kepada para orang tua agar bisa beradaptasi dalam mengasuh anak-anak di masa digital. Sehingga tidak gagap saat mendampingi anak di era digital ini,” ujar Dr. Nur Wiarsih.

Ia menegaskan bahwa keseimbangan antara literasi digital anak dan kesiapan orang tua menjadi faktor penting dalam pengembangan potensi generasi muda.

“Jangan sampai kita tergerus digitalisasi. Baik karena tertinggal, maupun larut di dalamnya tanpa arah yang jelas,” tambahnya.