Pembangkit Listrik Tenaga Angin 200 Megawatt akan Dibangun di Banyuwangi

BanyuwangiNet - BanyuwangiNet
Senin, 17 November 2025, 15:42 WIB
PLTB: Bupati Ipuk bertemu dengan perwakilan perusahaan energi Jerman, wpd Energi. Pada pertemuan tersebut, wpd diwakili Managing Director Asia Pasific Hans Christoph Brumberg, memaparkan rencana pembangunan PLTB.
PLTB: Bupati Ipuk bertemu dengan perwakilan perusahaan energi Jerman, wpd Energi. Pada pertemuan tersebut, wpd diwakili Managing Director Asia Pasific Hans Christoph Brumberg, memaparkan rencana pembangunan PLTB.

BanyuwangiNet.com – Pemerintah Indonesia terus mempercepat pengembangan Energi Baru Terbarukan (EBT) untuk memperkuat kemandirian energi nasional sekaligus mengejar target Net Zero Emission. Salah satu proyek strategis yang kini mulai direalisasikan adalah pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Bayu (PLTB) berkapasitas 200 megawatt (MW) di Banyuwangi, bekerja sama dengan perusahaan energi asal Jerman.

Bupati Banyuwangi Fiestiandani menjelaskan bahwa kehadiran PLTB ini menjadi bagian penting dari upaya daerah mendukung agenda energi bersih nasional.

“PLTB merupakan pembangkit ramah lingkungan yang tidak menghasilkan emisi gas rumah kaca. PLTB di Banyuwangi mendukung pengurangan emisi karbon dan transisi menuju energi bersih yang dicanangkan pemerintah. Proyek ini akan berkontribusi pada pasokan energi bersih nasional,” ujar Ipuk, Senin (17/11/2025).

Pembalap Latvia Martins Emils Juara BMX Supercross 2025, Kagumi Sirkuit Banyuwangi

Proyek ini ditargetkan mulai beroperasi pada 2028. Sebelumnya, Bupati Ipuk melakukan pertemuan dengan perwakilan perusahaan Jerman, wpd Energi, yang diwakili Managing Director Asia Pasific Hans Christoph Brumberg, untuk memaparkan rencana pembangunan.

Hans menjelaskan bahwa perusahaan telah lama berkecimpung dalam energi angin di Jerman dan melihat Indonesia sebagai lokasi potensial untuk pengembangan energi terbarukan.

“Perusahaan kami berpengalaman puluhan tahun di bidang energi angin. Kami melihat potensi besar di Indonesia. Setelah meninjau beberapa lokasi, kami memilih Banyuwangi,” kata Hans.

Menurutnya, Banyuwangi dipilih melalui proses evaluasi yang ketat.

“Indonesia memiliki sumber daya surya yang besar, tetapi sumber daya angin perlu dicari lebih teliti. Di Banyuwangi kami menemukan lokasi yang sangat menarik, dekat pantai dan berada di kaki pegunungan,” jelasnya.

Kemiren Banyuwangi, Desa Adat Osing Banyuwangi yang Mendunia lewat Keramahan dan Tradisi

PLTB yang akan dibangun ini diproyeksikan menghasilkan 200 MW listrik, dengan dukungan 25–30 turbin angin. Saat ini tim teknis sedang memasuki tahap awal realisasi proyek, termasuk melakukan pengukuran kecepatan angin untuk memastikan potensi energi yang tersedia.

Kepala DPMTSP Banyuwangi, Partana, menambahkan bahwa proyek PLTB telah melalui perencanaan terstruktur sejak 2024 hingga 2028. Fase awal difokuskan pada pengumpulan data angin, asesmen lokasi, dan kajian teknis.

“Sepanjang 2024–2025 difokuskan untuk memastikan kelayakan teknis dan administratif,” ujarnya.

Sirkuit BMX Banyuwangi Satu-Satunya Berstandar Olimpiade di Asia Tenggara, Kini Jadi Magnet Atlet Dunia

Selanjutnya, pada 2026–2027, pembangunan infrastruktur utama PLTB akan dilakukan.

“Seluruh rangkaian kegiatan ditargetkan selesai pada akhir 2028 dan mencapai Tanggal Operasi Komersial (COD),” tambah Partana.

Dengan progres yang berjalan sesuai jadwal, proyek PLTB Banyuwangi 200 MW ini diharapkan menjadi salah satu pilar baru dalam transisi energi bersih Indonesia, sekaligus mendukung pencapaian target jangka panjang pengurangan emisi karbon.