Wakil Bupati Banyuwangi Pantau Arus Mudik di Pelabuhan Ketapang
BanyuwangiNet.com – Wakil Bupati Banyuwangi, Mujiono, melakukan pemantauan arus mudik di Pelabuhan Ketapang, Selasa (25/3/2025). Dalam kunjungannya, ia memastikan berbagai fasilitas yang disediakan bagi pemudik dalam kondisi optimal.
Meski arus mudik di Pelabuhan Ketapang terpantau relatif lengang, lonjakan pemudik justru terjadi di Pelabuhan Gilimanuk, Bali.
“Di sisi Banyuwangi masih cukup lengang. Namun, pihak pengelola pelabuhan telah menyiapkan langkah antisipasi jika terjadi lonjakan penumpang, yang diperkirakan akan berlangsung mulai H-13 hingga H+8 Lebaran,” ujar Mujiono.
Wabup Banyuwangi Pastikan Harga dan Stok Bahan Pokok Jelang Lebaran Aman
Pemerintah Kabupaten Banyuwangi bekerja sama dengan ASDP, kepolisian, dan pihak terkait lainnya untuk memastikan kelancaran arus balik. Selain itu, persiapan juga dilakukan untuk menyambut wisatawan yang ingin menghabiskan libur Lebaran di Banyuwangi.
“Kami ingin memastikan wisatawan yang datang merasa aman, nyaman, dan mendapatkan kepastian bahwa Banyuwangi siap menyambut Hari Raya Idul Fitri,” tambahnya.
Lonjakan Penumpang Penyeberangan Gilimanuk-Ketapang, Puncak Arus Mudik Diprediksi 26-27 Maret
Dalam kunjungannya, Mujiono turut meninjau berbagai fasilitas di Pelabuhan Ketapang, seperti ruang pemantauan CCTV, pos pengamanan terpadu, serta layanan kesehatan bagi pemudik.
“Semua fasilitas dalam kondisi siap. Pemkab telah menyediakan layanan cek kesehatan yang beroperasi selama 24 jam dengan sistem tiga sif petugas,” jelasnya.
General Manager ASDP Indonesia Ferry Cabang Ketapang, Yani Andriyanto, mengungkapkan bahwa jumlah pemudik dari Bali menuju Jawa melalui lintasan Ketapang-Gilimanuk mengalami peningkatan signifikan sejak H-10 hingga H-5 Lebaran.
Banyuwangi Siap Sambut Wisatawan dengan Beragam Atraksi Budaya saat Libur Lebaran 2025
“Dalam lima hari terakhir, total pemudik yang menyeberang telah mencapai 223.036 orang,” katanya.
Tak hanya dari sisi jumlah penumpang, peningkatan juga terjadi pada volume kendaraan. Dibandingkan periode yang sama tahun lalu, terjadi lonjakan sebesar 54 persen dalam rata-rata harian kendaraan pemudik dari Bali ke Jawa.
Lebih lanjut, Yani menyebutkan bahwa lonjakan pemudik ini memiliki dampak positif. “Mendekati Hari Raya Nyepi, arus mudik cenderung melandai. Kami masih memprediksi puncak arus mudik akan terjadi pada 26, 27, dan 28 Maret,” ujarnya.
Dengan kesiapan infrastruktur dan kerja sama berbagai pihak, diharapkan arus mudik dan arus balik di Pelabuhan Ketapang dapat berjalan dengan lancar serta memberikan kenyamanan bagi para pemudik maupun wisatawan yang berkunjung ke Banyuwangi.