Edukasi Sejarah di Pameran Kepurbakalaan Banyuwangi

BanyuwangiNet - BanyuwangiNet
Rabu, 2 September 2020, 19:29 WIB
1598620586271298-0

BanyuwangiNet, Sebagai edukasi sejarah peradaban Banyuwangi kepada generasi milenial, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbupar) Banyuwangi menggelar Pameran Kepurbakalaan.

Pameran di Museum Pariwisata Kantor Disbupar Banyuwangi ini berlangsung 3 – 5 September 2020.

“Banyuwangi memiliki sejarah peradaban yang cukup menarik, dan banyak yang belum diketahui anak-anak generasi milenial Banyuwangi,”kata Kepala Disbupar, Muhammad Yanuarto Bramuda, Minggu (30/8/2020).

Banyak cerita sejarah peradaban Banyuwangi perlu dituturkan kepada generasi milenial, seperti sejarah Kerajaan Blambangan, Macan Putih, Legenda Sri Tanjung, dan lainnya.

Dalam pameran ini nantinya akan dipamerkan benda-benda pusaka Banyuwangi yang memiliki cerita sejarah peradaban Banyuwangi.

Berbagai benda purbakala dan benda kuno berbahan batu, tanah liat, keramik, hingga kayu bakal ditampilkan pada pameran tersebut. Bentuknya pun bermacam-macan, ada tombak, arca, lingga yoni, hingga lemari rias kuno.

“Kegiatan ini untuk menumbuhkan cinta kebudayaan Banyuwangi pada generasi milenial,” kata Bramuda.

Bramuda mengatakan selama ini banyak lembaga dan akademisi yang telah melakukan penelitian peradaban Banyuwangi.

Tidak hanya dari Banyuwangi, melainkan banyak yang dari luar Banyuwangi bahkan luar negeri tertarik untuk mempelajari peradaban Banyuwangi.

”Cerita sejarah peradaban Banyuwangi harus dituturkan kepada generasi Banyuwangi,” kata Bramuda.

Rangkaian Pameran Kepurbakalaan ini selain memamerkan benda-benda bersejarah Banyuwangi, juga digelar lomba karya tulis ilmiah “Edukasi Peradaban di Balik Benda Bersejarah Banyuwangi” dan vlog competition “Situs Budaya dan Obyek Heritage Banyuwangi”.

Rangkaian acara juga akan diwarnai sarasehan tentang sejarah dan kepurbakalaan. Sarasehan bakal digeber setiap hari selama pameran berlangsung.

Sarasehan terdiri dari peserta pameran, tamu undangan, pegiat budaya, dan tim ahli cagar budaya (TACB).

Penutupan acara dimeriahkan dengan pementasan wayang kulit bersama dalang Ki Mudo Juwito Gendeng. Wayangan yang digeber pada Sabtu malam ini bakal menampilkan lakon Wahyu Husodo Jati.

Lakon ini menceritakan tentang orang-orang tanah Jawa yang kehilangan pusaka yang dapat berbicara. Pusaka tersebut akan kembali jika wong-wong tanah Jawa bisa bersatu dan rukun dengan cara mboyong simbol ”wong tanah Jowo”, yakni Kiai Lurah Semar.