Berkat Kembangkan UMKM Selama Pandemi, Banyuwangi Raih Natamukti Award 2021

BanyuwangiNet - BanyuwangiNet
Sabtu, 11 Desember 2021, 22:38 WIB
IMG_20211209_141051_583
Berkat Kembangkan UMKM Selama Pandemi, Banyuwangi Raih Natamukti Award 2021

BANYUWANGI-Pemkab Banyuwangi mendapat penghargaan nasional Natamukti Award 2021 dari International Council for Small Business (ICSB), berkat mengembangkan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) di masa pandemi.

Penghargaan Natamukti Award tersebut diserahkan langsung oleh President of ICSB, Hermawan Kartajaya, kepada Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani, di Jakarta, Kamis (9/12/2021).

“Penguatan ekonomi arus bawah melalui pengembangan UMKM memang menjadi salah satu instrumen untuk pemulihan ekonomi di Banyuwangi. Di tengah pandemi yang penuh pembatasan, kami terus mengembangkan ekonomi arus bawah melalui UMKM Naik Kelas. Ini upaya untuk mentransformasi usaha rakyat agar beradaptasi dan berkembang di era digital seperti saat ini,” ungkap Ipuk.

Menurut Ipuk transformasi digital di bidang UMKM tersebut dengan mengoptimalkan Rumah Kreatif. Di Rumah Kreatif pelaku UMKM mendapatkan layanan untuk go digital. “Mulai desain branding, desain produk, digital marketing, dan lainnya,” terang Ipuk.

Selama masa pandemi, menurut Ipuk, Banyuwangi juga memiliki program ongkos kirim gratis UMKM Banyuwangi yang mengirim produknya ke luar kota. Cara ini untuk mensubsidi agar UMKM Banyuwangi bisa bersaing dengan UMKM lain. Dengan ongkir gratis akan membuat pembeli semakin melirik produk-produk dari Banyuwangi.

Banyuwangi juga mengembangkan program Teman Usaha Rakyat, yaitu pendampingan pada pelaku UMKM untuk mengembangkan produknya, perizinan, tata kelola keuangannya sampai pemasarannya.

“Teman Usaha Rakyat membimbing untuk meningkatkan kualitas usahanya. Dari yang konvensional bisa meningkat dan lebih beradaptasi dengan perkembangan dunia digital,” jelasnya.

Baca Juga:

120 Karya Seni Rupa dari 75 Perupa, Dipamerkan di Artos Kembang Langit Banyuwangi
Dari Kemeriahan Artos Kembang Langit, Tercetus 10 Desember jadi Hari Seni Rupa Banyuwangi
Banyuwangi Berjaya di East Java Tourism Award 2021
Kembali Raih Prestasi, Desa Banyuwangi Juara 1 Anugerah Desa Wisata Indonesia 2021 Kategori Digital Kemenparekraf
Rangkaian ‘Jagoan Banyuwangi’, Kini Banyuwangi Gelar ‘Jagoan Digital’ Ajak Anak Muda Tekuni Bisnis Digital

Berbagai pelatihan juga terus digelar Pemkab Banyuwangi, termasuk menggenjot perizinan bagi para pelaku usaha kecil. “Seperti pengurusan NIB sampai PIRT. Kami juga memberikan insentif warung-warung kecil yang berjualan di pinggir jalan yang harus tutup lebih awal karena kebijakan PPKM,” terang Ipuk.

Hermawan Kartajaya mengatakan pandemi merupakan tantangan yang berat bagi pemerintah daerah. Namun itu tidak bisa hanya diratapi, melainkan pemerintah daerah harus bertransformasi.

“2021-2022 adalah masa transformasi. Pandemi berubah menjadi endemi. Kepala daerah tidak cukup hanya fokus menangani vaksinasi dan jenis penanganan lainnya saja tapi harus transformasi. Jika tidak, maka nanti bisa dianggap pemimpin yang tidak punya visi,” kata Hermawan.

Visi tersebut adalah bagaimana meningkatkan kesejahteraan rakyat, salah satunya dengan mentransformasi penguatan UMKM.

“Inti perkembangan marketing hari ini adalah marketing 5.0, yaitu memanfaatkan teknologi untuk peningkatan usaha. Technology for humans. Jadi, marketing itu digital,” terangnya.

Penghargaan Natamukti adalah apresiasi pada kepala daerah yang sukses dalam membangun tata kelola, kemandirian, dan membangun ekosistem UMKM di daerahnya. ICSB Indonesia merupakan bagian dari ICSB yang berdiri sejak tahun 1955, merupakan organisasi nonprofit yang fokus pada pemberdayaan usaha kecil dan menengah (UKM) serta penyebaran semangat kewirausahaan.

ICSB berkantor pusat di Washington adalah organisasi global pertama yang memiliki perhatian terhadap pengembangan dan edukasi untuk usaha kecil di seluruh dunia, dan telah memiliki jaringan di 85 negara.
Sementara Indonesia bergabung aktif dengan ICSB global pada 2015, atas prakarsa dari Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah (UKM) Republik Indonesia kala itu, Puspayoga bersama pakar marketing ekonomi Hermawan Kartajaya.