Selamat dari Kebakaran Kapal, 5 Penari Gandrung Sewu Tiba di Banyuwangi

BanyuwangiNet - BanyuwangiNet
Jumat, 23 Oktober 2026, 09:04 WIB
WhatsApp Image 2026-10-22 at 18.53.27
Bupati Banyuwangi, Ipuk bersama para penari yang menjadi korban dalam kebakaran KMP Batumandi.
BanyuwangiNet.com – Lima penari asal Palembang dan Lampung yang selamat dari kebakaran KMP Batumandi di perairan sekitar Pelabuhan Merak, Kota Cilegon, Banten, akhirnya tiba di Banyuwangi, Kamis, (22/10/2026). Meski mengalami trauma dan kehilangan perlengkapan tari dalam insiden tersebut, mereka tetap bertekad tampil dalam Festival Gandrung Sewu 2026.

Kedatangan lima penari beserta pendampingnya disambut Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani. Selama perjalanan menuju Banyuwangi, rombongan mendapat pendampingan dan bantuan dari Ikatan Keluarga Banyuwangi (Ikawangi) Sumatera Selatan.

Ipuk mengungkapkan rasa syukur karena seluruh penari dan pendamping berhasil selamat serta melanjutkan perjalanan untuk mengikuti festival budaya kebanggaan Banyuwangi tersebut.

“Alhamdulilah, kami sangat bersyukur para penari maupun pendamping selamat dan bisa sampai ke Banyuwangi. Kami juga berterima kasih atas dukungan dan solidaritas dari teman-teman Ikawangi,” kata Ipuk.

Ia mengaku terharu melihat semangat para penari yang tetap ingin tampil meski baru saja mengalami musibah. Menurutnya, keputusan mereka melanjutkan perjalanan menunjukkan besarnya tekad untuk menjadi bagian dari Gandrung Sewu.

“Saya sangat salut dan terharu, meski masih diliputi trauma bahkan juga ada yang cedera ringan, tapi mereka tetap bersemangat untuk tampil di Gandrung Sewu. Kami juga berterima kasih atas solidaritas Ikawangi yang turut membantu segala kebutuhan para penari hingga bisa sampai ke Banyuwangi,” kata Ipuk.

Dalam penyambutan tersebut, Ipuk menyerahkan kembali sejumlah perlengkapan untuk menunjang penampilan para penari, di antaranya selendang dan kipas Gandrung Sewu. Pemkab Banyuwangi juga membantu mengurus dokumen kependudukan yang hilang akibat kebakaran.

Sebelumnya, saat berbincang melalui panggilan video, para penari mengungkapkan kesedihan karena kostum dan perlengkapan tari yang mereka siapkan ikut terbakar bersama kendaraan yang diangkut kapal.

“Kemarin videocall mereka sangat sedih juga karena kostum, kipas dan selendang untuk menari Gandrung turut terbakar. Kita juga bantu urus KTP yang hilang. Keperluan mereka selama di Banyuwangi hingga pulang nanti akan dibantu pemkab,” kata Ipuk.

Dukungan tersebut diberikan agar para penari dapat mempersiapkan diri dan mengikuti pertunjukan sesuai jadwal. Pemkab Banyuwangi juga berkomitmen membantu kebutuhan mereka selama berada di Banyuwangi hingga perjalanan pulang.

Ketua Ikawangi Sumatera Selatan, Suroso, menjelaskan, sebenarnya terdapat delapan penari dari Palembang dan Lampung yang dijadwalkan tampil di Gandrung Sewu 2026. Tiga penari telah berangkat lebih dahulu, sedangkan lima lainnya berangkat bersama menggunakan kendaraan yang kemudian terbakar di kapal.

“Ada delapan, tiga orang berangkat duluan. Lima orang ini yang berangkat bersama-sama,” kata Suroso.

Ia menceritakan, rombongan berangkat melalui perjalanan darat pada Selasa pagi (20/10/2026). Ketika KMP Batumandi yang mereka tumpangi hampir bersandar di Pelabuhan Merak, kebakaran terjadi dan kendaraan yang membawa para penari ikut terdampak.

“Mobil yang membawa anak-anak (penari) terbakar di kapal. Bahkan barang-barang mereka juga ikut terbakar. Tapi yang penting semua selamat,” kata Suroso.

Setelah insiden tersebut, Suroso sempat menanyakan apakah para penari ingin kembali ke daerah asal atau tetap melanjutkan perjalanan menuju Banyuwangi. Mereka sepakat untuk tetap berangkat karena ingin tampil dalam Gandrung Sewu.

“Saat di Pelabuhan Merak, Suroso sempat bertanya pada para penari apakah ingin pulang atau lanjut ke Banyuwangi. Ternyata mereka semua memutuskan untuk lanjut, karena ingin tampil di Gandrung Sewu,” jelas Suroso.

Dengan bantuan Ikawangi Pusat di Jakarta, rombongan kemudian melanjutkan perjalanan menggunakan bus hingga tiba di Banyuwangi.

“Solidaritas Ikawangi memang luar biasa. Kami sangat dibantu sepanjang perjalanan,” kata Suroso.

Jadi Penumpang Kapal Terbakar di Merak, 5 Penari Tetap Semangat Tampil di Gandrung Sewu

Salah satu penari, Fitri, mengaku bersyukur dirinya dan rekan-rekannya selamat dari insiden kebakaran kapal tersebut. Ia menegaskan bahwa pengalaman itu tidak menyurutkan semangat mereka untuk tampil.

“Puji Tuhan kami diberi keselamatan. Kami sangat bersemangat untuk tampil di Gandrung Sewu,” kata Fitri.

Festival Gandrung Sewu 2026 dijadwalkan digelar di Pantai Boom Marina, Banyuwangi, pada Sabtu, (24/10/2026), mulai pukul 18.30 WIB.

Hari Santri 2026, Ipuk Ajak Santri Banyuwangi Kuasai Teknologi dan Berkontribusi bagi Bangsa

Tahun ini, sebanyak 1.300 penari terlibat dalam pertunjukan tersebut. Dari jumlah itu, sekitar 200 penari berasal dari luar Banyuwangi, antara lain Palembang, Lampung, Jakarta, Bali, Malang, dan Pasuruan.

Kehadiran penari dari berbagai daerah menjadi bagian dari keterlibatan seniman lintas wilayah dalam festival budaya tahunan Banyuwangi. Perjuangan lima penari yang tetap melanjutkan perjalanan setelah mengalami musibah turut mewarnai persiapan penyelenggaraan Gandrung Sewu 2026.

 

Artikel Terkait